eFootball Uji Matchmaking Smart Assist untuk Division 1–3

eFootball Smart Assist jadi sorotan setelah Konami menguji matchmaking khusus untuk Division 1–3. Pemain bisa memilih lawan dengan setting yang sama.

eFootball Smart Assist kembali jadi bahan pembicaraan komunitas setelah Konami mengumumkan rencana uji coba matchmaking baru untuk eFootball™ League. Lewat akun resmi @play_eFootball, Konami menjelaskan bahwa pemain di Division 1–3 akan mendapat opsi untuk mencari lawan berdasarkan apakah mereka memakai Smart Assist atau tidak.

eFootball Smart Assist matchmaking Division 1 sampai 3

Update ini belum menjadi perubahan permanen. Konami menyebutnya sebagai test implementation yang dijadwalkan hadir lewat pembaruan pada akhir Mei hingga awal Juni. Meski statusnya masih uji coba, pengumuman ini langsung menarik perhatian karena Smart Assist selama ini termasuk fitur yang cukup sensitif di kalangan pemain ranked.

Apa Itu Uji Matchmaking eFootball Smart Assist?

Dalam rencana barunya, Konami akan menyediakan dua pilihan matchmaking untuk pemain Division 1–3. Pilihan pertama adalah Same setting as mine, yang berarti pemain hanya akan dipertemukan dengan lawan yang punya pengaturan Smart Assist sama. Jika pemain tidak memakai Smart Assist, sistem akan mencoba mencarikan lawan yang juga tidak memakainya. Sebaliknya, pemain yang memakai Smart Assist akan diarahkan bertemu pemain dengan setting serupa.

Pilihan kedua adalah Matchmake freely. Opsi ini membuat pemain tetap bisa bertemu siapa saja, tanpa memfilter penggunaan Smart Assist. Dengan kata lain, Konami tidak langsung memisahkan semua pemain secara paksa. Mereka memberi pilihan kepada pemain, lalu mengamati bagaimana efeknya terhadap kualitas matchmaking.

Kenapa Smart Assist Jadi Masalah di Ranked?

Smart Assist pada dasarnya dibuat untuk membantu pemain agar permainan terasa lebih mudah diakses. Untuk pemain kasual, fitur seperti ini bisa membantu adaptasi, terutama saat mengatur passing, positioning, atau respons tertentu di lapangan. Masalahnya, ketika fitur bantuan seperti ini masuk ke mode kompetitif, sebagian pemain merasa level pertandingan menjadi kurang seimbang.

Di Division tinggi, terutama Division 1 sampai 3, pemain biasanya menganggap mode ranked sebagai ruang adu skill yang lebih serius. Karena itu, keberadaan bantuan otomatis sering dipandang sebagai keuntungan tambahan. Tidak semua pemain setuju dengan pandangan tersebut, tetapi cukup banyak diskusi komunitas yang menilai Smart Assist seharusnya dibatasi di level kompetitif.

Respons Konami kali ini bisa dibaca sebagai langkah tengah. Smart Assist tidak dihapus, tetapi pemain diberi opsi untuk menghindari lawan dengan setting berbeda. Buat pemain non-Smart Assist, ini bisa terasa seperti kabar baik. Buat pemain yang tetap ingin antre cepat dan tidak terlalu peduli soal setting lawan, opsi matchmaking bebas masih tersedia.

Ada Risiko Matchmaking Lebih Lama

Konami juga memberi catatan penting. Jika pemain memilih Same setting as mine, waktu pencarian lawan bisa menjadi lebih lama. Ini masuk akal karena sistem harus mencari lawan dengan kondisi yang lebih spesifik, bukan sekadar mencari pemain yang tersedia.

Selain itu, Konami menyebut ada kemungkinan pemain tetap dipertemukan dengan lawan yang koneksi onlinenya kurang stabil. Ini jadi trade-off yang cukup penting. Di satu sisi, pemain mendapat lawan dengan setting Smart Assist yang sama. Di sisi lain, kualitas koneksi bisa saja tidak sebaik matchmaking bebas jika jumlah pemain yang cocok sedang sedikit.

Reaksi Komunitas eFootball

Reaksi awal komunitas terlihat cukup ramai. Banyak pemain menyambut uji coba ini sebagai langkah positif karena Konami dianggap mulai mendengar keluhan pemain kompetitif. Ada juga yang merasa fitur ini belum cukup, karena Smart Assist masih tetap bisa dipakai dan opsi Matchmake freely masih membuka kemungkinan bertemu lawan campuran.

Beberapa pemain bahkan meminta agar Smart Assist langsung dimatikan di Division tertentu. Namun pendekatan Konami tampaknya lebih hati-hati. Mereka ingin melihat data matchmaking, kualitas koneksi, dan feedback pemain sebelum menentukan implementasi final.

Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp17.700 per Dolar, Kenapa Ini Bukan Sekadar Angka?

Kesimpulan

Uji coba eFootball Smart Assist ini bukan sekadar penambahan menu kecil. Untuk pemain ranked, fitur ini bisa mengubah cara mereka memilih lawan dan membaca fairness pertandingan. Konami terlihat belum ingin menghapus Smart Assist, tetapi mereka juga mulai membuka ruang agar pemain kompetitif punya kontrol lebih besar atas pengalaman bermainnya.

Kalau hasil tesnya bagus, bukan tidak mungkin sistem seperti ini menjadi standar baru di eFootball League. Namun kalau antrean menjadi terlalu lama atau kualitas koneksi menurun, Konami mungkin perlu mencari format lain yang lebih seimbang.

Sumber