Foldable smartphone masih menjadi sorotan di industri 2026. Setelah beberapa tahun eksperimen memuncak, perangkat dengan layar lipat kini mulai menemukan posisi diri masing-masing. Samsung sendiri sudah generasi ketiga Galaxy Z Fold dan Z Flip, sementara OPPO, Xiaomi, dan Motorola sudah membuka lapangan dengan varian mereka masing-masing.
Evolusi Desain dari 2023 ke 2026
Tahun 2023 awalnya, layar lipat masih sering mengalami kerusakan pada sumbu lipat. Namun dengan peningkatan bahan canele (ultra-thin glass) dan proses produksi yang lebih canggih, kerusakan telah berkurang drastis. Di 2025, Samsung resmi merilis Galaxy Z Fold 6 dengan bodi titanium yang lebih ringan, sekaligus memperkenalkan teknologi “Under Display Camera” untuk mengurangi gorisan pada layar.
Berbeda dengan spekulasi tentang iPhone foldable, Samsung fokus pada pengalaman penggunaan ekuitas — baik dipakai sebagai ponsel reguler maupun tablet mini. Fitur “Multi-active Window” pada Galaxy Z Fold 6 memungkinkan pengguna membuka tiga aplikasi secara bersamaan, dengan drag-and-drop antar aplikasi yang sudah dioptimalkan.
Pengalaman Penggunaan dan Produkivitas
Berdasarkan survei pengguna pertama kali di Asia Pasifik, foldable menunjukkan popularitasnya di kalangan profesional kreatif. Keseluruhan 67% responden melaporkan peningkatan produktivitas dalam 30 hari pertama penggunaan. Fitur “Flex Mode” tetap menjadi kunci — ketika perangkat ditempel di permukaan datar, aplikasi bersatu memanfaatkan ruang yang lebih luas untuk presentasi atau editing dokumen.
Saya pribadi sudah coba Galaxy Z Fold 6 selama dua minggu, dan yang paling terkesan adalah transisi mulus antara mode ponsel dan mode tabel. Tidak seperti rasa “masih baru” yang sering dikatakan pengguna foldable tahun lalu, tahun ini penggunaan hampir tak terbedakan dari ponsel konsensus.
Apakah Foldable Buat Massa?
Harga untuk foldable masih di atas $1.200 untuk model premium. Namun Samsung sekarang menawarkan program upgrade lebih ramah konsumen — pengguna foldable lama bisa menukar dengan diskon tambahan 30%. Ini sejui dengan tren: iterasi cepat untuk menurunkan harga dan menyelesaikan bug teknis. Xiaomi juga sudah resmi luncurkan Redmi K70 Pro Foldable dengan harga sub-$500, menandakan ekosistem semakin terbuka bagi pasar massa.
Gap antara penggunaan harian dan niche productivity masih kecil, tapi ekosistem software lagi yang buka. Aplikasi seperti Samsung DeX yang kini sudah ada versi Linux-nya, serta dukungan Chrome OS untuk secondary display, menambah nilai jualnya.
Tren Kompetitor dan Masa Depan
Apple masih sani dalam rahasia. Catatan insider dari Supply Chain mengatakan kemungkinan 2027 baru peluncuran prototipe dengan hinge double-fold (lebih mirip Roland Goosen). Namun, dengan fokus pada chip in-house (Apple Silicon), kemungkinan besar Apple akan melewatkan tren hinge tunggal dan langsung meluncurkan solusi ganda. Xiaomi sudah memuji “foldable 2-in-1” di sektor gaming—bisa diubah jadi laptop ringan dengan keyboardBluetooth.
Jadi, buat kamu yang sedang mikir beli foldable: jika butuh laptop pengganti ringan, pilih Samsung. Jika pengin eksperimen dengan budget, coba Redmi K70 Pro Foldable. Kalau menunggu Apple, tidak ada jadwal pasti—tapi Samsung pasti update lagi Q3 2026 dengan sensor dapat sentuh 200Hz lebih.
Baca Juga
Baca juga: Regulasi AI Pribadi: Indonesia Mengusulkan Kerangka Hukum
Sumber
GSM Arena — Xiaomi unveils Redmi K70 Pro Foldable sub-$500
SamMobile — Galaxy Z Fold 6 Review (September 2025)