Marvell Investor Day 2026 jadi momen yang jarang terjadi di industri chip: sang CEO justru bilang target perusahaannya sendiri kemurahan. Matt Murphy berdiri di depan investor di New York, Selasa (6/10/2026), mengumumkan proyeksi pendapatan fiskal 2028 naik ke sekitar US$20 miliar. Angka itu naik dari outlook sebelumnya sekitar US$18 miliar, dan melampaui ekspektasi analis yang duduk di kisaran US$18,2 miliar.
Selain angka setahun, dalam Marvell Investor Day 2026 perusahaan juga membeberkan model jangka panjang sampai fiskal 2031: pendapatan US$70 miliar hingga US$90 miliar per tahun, margin kotor 56% sampai 59%, margin operasi 44% sampai 46%, dan non-GAAP EPS di atas US$30. Mesin di balik semua itu cuma dua: chip AI kustom dan konektivitas data center.
Apa Itu Marvell dan Kenapa Namanya Ikut Naik Terus?
Di balik Marvell Investor Day 2026, ada Marvell Technology (NASDAQ: MRVL), nama yang nggak sepopuler Nvidia di kuping orang awam tapi posisinya penting. Perusahaan yang berbasis di Santa Clara, California, ini merancang chip khusus pesanan alias custom silicon untuk raksasa cloud. Strategi itu mulai dibangun sejak 2021, dengan fokus pada chip yang dirancang spesifik untuk dipakai di data center.
Hasilnya terasa. Bisnis chip kustom Marvell yang dulu cuma sekitar US$1,5 miliar setahun kini jadi mesin pertumbuhan utama. Sampai tahun ini, harga sahamnya sudah lebih dari tiga kali lipat. Pada hari pengumuman, saham Marvell naik sekitar 6%, sementara rivalnya, Broadcom, ikut naik sekitar 4%.
“Butuh waktu lama untuk membawa perusahaan ini ke jalur ini dan jadi pemimpin teknologi,” kata Chris Koopmans, Presiden dan COO Marvell, dalam wawancara. “Kami punya rekam jejak mengerjakan apa yang kami bilang akan kami kerjakan.”
Marvell Investor Day 2026: Angka-Angka Kuncinya
Biar gampang dibaca, ini poin-poin utamanya:
- Fiskal 2028: pendapatan total sekitar US$20 miliar, naik dari outlook sebelumnya sekitar US$18 miliar. Implikasinya pertumbuhan sekitar 67% year-on-year, dengan pendapatan data center tumbuh sekitar 80%.
- Fiskal 2029: pendapatan chip kustom ditargetkan lebih dari US$12 miliar, naik dari target lama US$10 miliar. Artinya lebih dari tiga kali lipat dibanding fiskal 2028.
- Fiskal 2031: pendapatan US$70-90 miliar, margin kotor 56-59%, margin operasi 44-46%, dan free-cash-flow margin di atas 36%.
- Pasar: Marvell menyebut total addressable market sekitar US$400 miliar pada 2030, ditopang konektivitas dan chip kustom.
- Pengembalian ke pemegang saham: lebih dari 50% free cash flow rata-rata dikembalikan ke investor sepanjang waktu, sambil tetap membiayai pertumbuhan organik dan akuisisi.
Kesepakatan Google Jadi Tulang Punggung Marvell Investor Day 2026
Yang paling banyak dibahas investor tentu saja Google. Pada Agustus 2026, Marvell mengungkap kesepakatan dengan Alphabet yang berpotensi menghasilkan penjualan sampai US$120 miliar hingga fiskal 2033, dengan catatan target performa tertentu tercapai. Murphy menyebut kesepakatan itu “game changing” dalam panggilan earnings sebelum hari investor.
Menurutnya, kontribusi Google terasa signifikan sampai fiskal 2028, lalu berubah jadi penggerak dominan mulai fiskal 2029. Murphy bahkan bilang pendapatan chip AI bisa “jauh lebih besar” dari yang sudah masuk hitungan target saat ini. Pernyataan seperti itu jarang keluar dari mulut CEO chip, karena biasanya mereka menyimpan kejutan untuk kuartal berikutnya.
Marvell tidak bergantung pada satu nama saja. Perusahaan menyebut sedang mengirim chip kustom ke empat hyperscaler besar Amerika Serikat, dengan kemitraan yang juga menyentuh Microsoft dan Amazon. Logikanya gampang: perusahaan teknologi besar makin pengin bikin prosesor AI sendiri biar nggak terlalu bergantung pada chip Nvidia.
Baca juga: Project Suncatcher Google: Chip AI TPU Dikirim ke Orbit Buat Uji Data Center Luar Angkasa
Kenapa Connectivity Jadi Kunci, Bukan Cuma Chip
Satu hal yang sering dilewatkan dari cerita Marvell: pertumbuhan terbesarnya justru ada di konektivitas, bukan cuma di chip komputasi. Dalam presentasinya, manajemen menyebut segmen interconnect tumbuh sekitar 65% secara majemuk sepanjang periode proyeksi.
Ini bukan kebetulan. Semakin banyak chip AI dipasang di satu data center, semakin berat tugas jaringan yang menghubungkan mereka. Ribuan akselerator perlu saling bicara cepat dan tanpa macet. Di titik inilah produk seperti coherent DSP, switch ethernet, dan retimer PCIe jadi barang wajib.
Jadi kalau ada yang tanya siapa pemenang perang AI, jawabannya bukan sekadar nama chip yang tercetak di kotaknya. Yang menentukan performa sistem adalah kombinasi antara prosesor, memori, dan jalur data antar komponen. Marvell memilih bermain di dua area pertama dan menambal yang ketiga.
Artinya Buat Pasar Indonesia dan Pengguna Biasa
Untuk konteks Marvell Investor Day 2026, angka-angka tadi bukan cuma cerita bursa saham Amerika.
Bagi pengguna di Indonesia, dampaknya tidak langsung terasa pekan ini. Tapi arahnya jelas. Data center AI sedang dibangun besar-besaran di dalam negeri, dengan investasi yang disebut mencapai ratusan triliun rupiah. Setiap penambahan kapasitas komputasi akan menekan harga layanan AI berbasis cloud dalam jangka panjang, dari asisten chat sampai alat produksi konten.
Perlu dicatat juga, permintaan chip yang meledak punya sisi lain. Harga komponen memori sempat naik dan membuat beberapa merek gadget menyesuaikan harga produknya. Jadi gelombang belanja chip AI di Amerika dan Eropa tetap bisa merembet ke harga HP dan laptop di Indonesia.
Baca juga: Data Center AI di Indonesia: Investasi Rp300 Triliun dan Taruhan Listrik 1,3 GW
Risiko yang Perlu Dilihat dengan Kepala Dingin
Target US$70-90 miliar pada fiskal 2031 terdengar spektakuler, dan memang itu intinya: Marvell ingin pasar menilai ulang dirinya. Tapi ada beberapa catatan.
Pertama, kesepakatan US$120 miliar dengan Google punya syarat pencapaian performa. Kalau tonggak itu tidak tercapai, angkanya bisa jauh lebih kecil dari yang dibayangkan. Kedua, bisnis chip kustom sangat bergantung pada segelintir pelanggan besar. Kalau salah satu dari mereka memutuskan merancang chip sendiri sepenuhnya, permintaan bisa turun cepat.
Ketiga, siklus belanja infrastruktur AI tidak selamanya lurus naik. Beberapa pengamat industri sudah memperingatkan soal kemungkinan kelebihan kapasitas data center jika pertumbuhan berhenti sejenak. Marvell sendiri menyebut target itu bisa tercapai karena volume, bukan karena harga jual yang tinggi.
Yang jelas, Marvell pasang taruhan besar dan terbuka soal itu. Murphy tidak memilih jalan aman dengan memberi angka konservatif lalu menang diam-diam kuartal depan. Dia malah bilang di depan ruangan bahwa kejutan positifnya sudah di depan mata.
Untuk sekarang, cek berikutnya adalah realisasi pengiriman chip kustom ke pelanggan besar sepanjang fiskal 2027 dan 2028. Kalau jalurnya sesuai jadwal, target US$12 miliar di fiskal 2029 bukan angka mustahil.
FAQ Seputar Marvell Investor Day 2026
Berapa proyeksi pendapatan Marvell untuk fiskal 2028?
Sekitar US$20 miliar, naik dari outlook sebelumnya sekitar US$18 miliar dan di atas ekspektasi analis di kisaran US$18,2 miliar.
Siapa saja mitra chip kustom Marvell?
Marvell menyebut mengirim chip kustom ke empat hyperscaler Amerika Serikat, dengan kemitraan yang menyentuh Google, Microsoft, dan Amazon.
Berapa nilai kesepakatan Marvell dengan Google?
Berpotensi mencapai US$120 miliar hingga fiskal 2033, bila tonggak performa tertentu terpenuhi.
Apakah target fiskal 2031 itu resmi?
Ya, dipaparkan dalam model keuangan Marvell pada Investor Day 6 Oktober 2026: pendapatan US$70-90 miliar, margin kotor 56-59%, dan non-GAAP EPS di atas US$30.
Sumber
- Reuters via KSL.com: Marvell raises 2028 revenue forecast on strong AI data center demand
- Startup Fortune: Marvell Tells Wall Street Custom AI Chips Will Beat Its Own Forecasts
- Stock Analysis: Marvell Technology (MRVL) Transcript: Investor Day 2026