Huawei akhirnya membuka kartu untuk Huawei Pura 90 Plus. Ponsel ini meluncur di China pada 28 Oktober 2026 dan langsung jadi model paling menarik di lini Pura 90, bukan karena spesifikasinya paling tinggi, tapi karena dia satu-satunya yang membawa kombinasi chip baru dan desain bodi yang beda dari saudaranya.
Posisinya di antara Pura 90 biasa dan Pura 90 Pro. Kalau kamu lihat sekilas, memang mirip. Tapi begitu masuk ke bagian dapur pacu dan kamera, baru kelihatan kenapa Huawei menaruh model ini di tengah.
Desain Huawei Pura 90 Plus: satu-satunya dengan bingkai melengkung
Ini detail kecil yang gampang dilewatkan. Sepanjang lini Pura 90, cuma Pura 90 Plus yang pakai bingkai logam melengkung. Varian Pro dan Pro Max sudah pindah ke bingkai datar, gaya yang sekarang jadi standar industri karena lebih nyaman digenggam dan gak gampang lepas.
Huawei sepertinya sengaja mempertahankan lengkungan di model ini untuk menyasar orang yang masih suka tampilan flagship klasik. Bodinya dibalut empat pilihan warna: Obsidian Black, Snow White, Sunset Purple, dan Dawn Gold. Bagian belakangnya mengambil bentuk bingkai Pura 80 Pro yang membulat, dipadukan dengan corak warna yang lebih berani seperti di seri Pura 90 lainnya.
Layarnya 6,8 inci, panel LTPO OLED quad-curved, resolusi 2.848 x 1.276 piksel. Refresh rate-nya adaptif dari 1Hz sampai 120Hz, jadi saat layar diam konsumsi daya ikut turun. PWM dimming 1.440Hz bikin mata gak cepat lelah kalau kamu main HP di kamar gelap. Pelindungnya Kunlun Glass generasi kedua, dan kamera selfie 13 megapiksel duduk di lubang punch-hole.
Kirin 9025 jadi otak Huawei Pura 90 Plus
Inilah alasan utama ponsel ini dibicarakan. Huawei Pura 90 Plus adalah perangkat pertama yang memakai Kirin 9025, chip anyar Huawei yang diklaim sebagai versi rombak total dari Kirin 9020 di seri Pura 80.
Angka yang disebut Huawei: performa naik sekitar 19 sampai 20 persen dibanding generasi sebelumnya. Kenaikannya bukan cuma dari silikon, tapi dari cara Huawei menyatukan optimasi hardware, software, dan komputasi awan dalam satu paket. Cara berpikirnya mirip pendekatan Apple dengan chip seri A, di mana efisiensi datang dari kontrol penuh atas seluruh lapisan sistem.
RAM-nya 12GB, dengan pilihan penyimpanan 256GB, 512GB, dan 1TB. Varian tertinggi disebut membawa 16GB RAM. Sistem operasinya HarmonyOS 7, lengkap dengan asisten suara Celia dan fitur Super Storage yang bisa menghemat ruang sampai 110GB di varian 1TB. Buat pengguna yang sering menyimpan video 4K, klaim ini lumayan berarti.
Baca juga: Samsung W27 Meluncur 29 Oktober 2026: Ponsel Lipat Mewah Eksklusif China
Kamera 1 inci dengan bukaan variabel
Huawei masih setia dengan jalur fotografi sebagai nilai jual utama. Kamera utama Pura 90 Plus beresolusi 50 megapiksel dengan sensor 1 inci dan bukaan variabel f/1.6 sampai f/4.0. Sensor sebesar ini biasanya cuma ada di kamera saku premium, dan di ponsel efeknya terasa saat memotret di kondisi minim cahaya.
Bukaan variabel artinya ponsel bisa mengatur seberapa banyak cahaya yang masuk secara mekanis, bukan cuma lewat software. Di siang bolong, bukaan bisa dikecilkan supaya highlight gak jebol. Di malam hari, bukaan dibuka lebar supaya sensor menangkap lebih banyak cahaya.
Lensa telefotonya 48 megapiksel dengan zoom optik sampai 4x, aperture f/2.1, dan bisa dipakai sebagai lensa makro. Ada juga ultrawide 40 megapiksel setara 13mm. Satu lagi yang jarang: sensor multispectral 1,5 megapiksel yang bertugas memperbaiki akurasi warna. Namanya sensor red maple, dan fungsinya membantu kamera membaca warna asli objek supaya hasil foto gak terlalu kebiruan atau kekuningan.
Seluruh sistem kamera ini dibalut tuning XMAGE, merek citra Huawei yang sudah dipakai sejak beberapa generasi. Dari kombinasi sensornya, Pura 90 Plus kelihatan dibangun untuk pengguna yang serius memotret, bukan sekadar butuh kamera buat story.
Baterai 5.700 mAh dan pengisian 100W
Kapasitas baterainya 5.700 mAh. Bukan angka terbesar di kelasnya, tapi masih di atas rata-rata flagship global yang biasanya bertahan di kisaran 5.000 mAh. Pengisian kabel 100W, nirkabel 80W. Dengan charger yang cocok, setengah jam seharusnya cukup buat mengisi hampir penuh.
Ponsel ini juga punya sertifikasi IP68 dan IP69. IP68 artinya tahan rendam air, IP69 artinya tahan semprotan air bertekanan tinggi dan suhu panas. Kombinasi ini masih langka, bahkan di jajaran ponsel mahal.
Fitur lain yang menarik: pesan satelit dua arah lewat BeiDou. Jadi saat sinyal seluler hilang total di area terpencil, ponsel masih bisa mengirim dan menerima pesan lewat satelit. Fitur ini memang baru berguna di China, karena bergantung pada jaringan BeiDou. Tapi arah teknologinya jelas, dan Huawei termasuk yang paling agresif mendorong fitur ini ke ponsel konsumen.
Baca juga: Oppo Find X10 Resmi Global, Pendaftaran Minat di Indonesia Sudah Dibuka
Harga Huawei Pura 90 Plus di China
Ada tiga varian yang dijual, dan selisih harganya cukup masuk akal:
- 12GB/256GB: 5.499 Yuan, sekitar Rp14,99 juta
- 12GB/512GB: 5.999 Yuan, sekitar Rp16,35 juta
- 16GB/1TB: 6.999 Yuan, sekitar Rp19,07 juta
Penjualan perdana dijadwalkan 31 Oktober 2026. Kalau dibandingkan dengan Pura 90 Pro, versi Plus ini jelas diposisikan sebagai jalan tengah. Kamu dapat chip terbaru dan kamera 1 inci, tapi gak harus bayar harga model paling atas.
Kemungkinan masuk Indonesia
Sejauh ini belum ada pengumuman resmi soal ketersediaan global, apalagi Indonesia. Huawei memang sudah lama tidak menjual lini Pura secara resmi di Indonesia karena kendala layanan Google. Seri Pura 90 reguler disebut meluncur internasional pada pekan kedua Juli, tapi itu untuk pasar tertentu saja.
Kalau Pura 90 Plus sampai masuk Indonesia, hambatan terbesarnya tetap sama: HarmonyOS tanpa Google Mobile Services. Bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan Play Store, Gmail, dan Google Maps, ini bukan hal sepele. Huawei punya AppGallery dan solusi Petal Maps, tapi ekosistemnya belum sepadan.
Jadi untuk sekarang, realistisnya ponsel ini lebih relevan sebagai acuan teknologi ketimbang barang yang bisa kamu beli di toko sebelah. Yang menarik justru chipnya. Kirin 9025 menunjukkan Huawei masih bisa mengembangkan silikon sendiri meski berada di bawah pembatasan ekspor selama bertahun-tahun.
Catatan saya soal Huawei Pura 90 Plus
Yang paling saya tunggu dari ponsel ini bukan spesifikasinya, tapi apakah klaim kenaikan performa 19 persen itu terasa di pemakaian harian. Angka benchmark gampang dibesar-besarkan, dan HarmonyOS punya karakter animasi yang berbeda dari Android biasa, jadi perbandingan langsung selalu rumit.
Yang jelas, Huawei konsisten memainkan kartu yang sama: kamera sebagai pembeda utama. Sensor 1 inci plus bukaan variabel di harga Rp15 juta itu kombinasi yang sulit dilawan di pasar China. Bandingkan dengan flagship lain di rentang harga serupa, kebanyakan masih pakai sensor 1/1.3 inci.
Sisanya tergantung ekosistem. Selama HarmonyOS belum bisa menawarkan pengalaman Google yang utuh, ponsel ini akan tetap jadi pilihan niche di luar China. Tapi sebagai bukti bahwa Huawei belum kehabisan tenaga di bisnis hardware, Pura 90 Plus cukup meyakinkan.
Sumber
- ANTARA News: Huawei Pura 90 Plus debut dengan chip Kirin 9025 dan baterai 5.700mAh
- GSMArena: Huawei Pura 90 Plus launched with Kirin 9025 and 1-inch type main sensor
Sumber gambar: GSMArena (foto resmi Huawei)