<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita &#8211; Preset</title>
	<atom:link href="https://preset.id/category/berita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://preset.id</link>
	<description>Insight cepat, tajam, dan relevan seputar teknologi, entertainment, dan lifestyle.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Aug 2026 02:11:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://preset.id/wp-content/uploads/2026/02/preset-favicon-512-150x150.png</url>
	<title>Berita &#8211; Preset</title>
	<link>https://preset.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Hitung Views YouTube Berubah Mulai 24 Agustus 2026: Begitu Video Diputar Langsung Dihitung</title>
		<link>https://preset.id/2026/08/18/cara-hitung-views-youtube-berubah-mulai-24-agustus-2026-begitu-video-diputar-langsung-dihitung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Davina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 02:11:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Kreator Konten]]></category>
		<category><![CDATA[Monetisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Shorts]]></category>
		<category><![CDATA[Views]]></category>
		<category><![CDATA[YouTube]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://preset.id/2026/08/18/cara-hitung-views-youtube-berubah-mulai-24-agustus-2026-begitu-video-diputar-langsung-dihitung/</guid>

					<description><![CDATA[Cara hitung views YouTube berubah mulai 24 Agustus 2026. Sebuah video dihitung satu view begitu playback dimulai, tanpa syarat durasi minimum. Simak dampaknya buat kreator.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mulai <strong>24 Agustus 2026, cara hitung views YouTube berubah total</strong>: sebuah video bakal dihitung satu view begitu playback dimulai, tanpa syarat durasi menonton minimum. Buat kamu yang pernah penasaran kenapa view video tertentu &#8220;lama banget naiknya&#8221;, sekarang jawabannya beda lagi. Angka views publik YouTube kabarnya bakal naik signifikan, dan ini bukan cuma soal angka—ini soal gimana kreator, pengiklan, dan penonton membaca popularitas sebuah konten.</p>
<p>Perubahan ini diumumkan langsung oleh YouTube lewat halaman dukungan resmi dan dikonfirmasi The Verge, TechCrunch, sampai Telset.id. Secara historis, YouTube memang memakai beberapa sistem penghitungan views untuk format yang berbeda. Sekarang semua diseragamkan biar kreator nggak bingung lagi.</p>
<h2>Cara Hitung Views YouTube Baru: Apa yang Sebenarnya Berubah?</h2>
<p>Sebelumnya, sistem hitung views video reguler dianggap butuh waktu tonton sekitar 30 detik sebelum dihitung satu view (meski YouTube sendiri nggak pernah resmi membeberkan angka pastinya). Sekarang aturan itu dihapus. Satu view langsung dihitung sejak video mulai diputar, bahkan kalau penonton cuma menonton satu detik lalu kabur.</p>
<p>Buat kamu yang mengikuti perkembangan platform, pola ini nggak asing. Metode yang sama sudah dipakai YouTube untuk Shorts sejak tahun lalu, dan sesungguhnya ini juga cara TikTok serta Instagram menghitung views. X (Twitter) sedikit beda: dihitung view kalau video ditonton minimal dua detik. Jadi <strong>cara hitung views YouTube</strong> yang baru ini pada dasarnya menyamakan aturan main video panjang dengan video pendek.</p>
<h2>Kenapa YouTube Mengubah Cara Hitung Views?</h2>
<p>Alasan resminya simpel: kreator minta metrik yang konsisten. Selama ini punya beberapa sistem berbeda bikin kreator susah membandingkan performa konten di format yang berbeda. &#8220;Secara historis, kami sudah memakai beberapa sistem penghitungan views di berbagai format,&#8221; tulis YouTube. &#8220;Namun, kami mendengar kreator ingin menghilangkan kebingungan metrik ini dan memahami eksposur mereka yang sebenarnya secara akurat.&#8221;</p>
<p>Intinya, YouTube ingin metrik di semua format punya standar yang sama. Views di mata YouTube kini dianggap sebagai ukuran eksposur—berapa banyak orang yang mulai menyentuh kontenmu—bukan ukuran seberapa lama mereka bertahan.</p>
<h2>Dampak Perubahan ke Kreator dan Penonton</h2>
<p>Dampak paling kentara: angka views publik bakal naik, apalagi untuk video yang cuma menarik perhatian orang sebentar. TechCrunch bahkan menyorot bahwa views publik mungkin nggak lagi jadi alat yang bisa diandalkan buat mengukur seberapa populer sebuah video. Ini catatan penting buat pengiklan yang selama ini berpatokan pada angka besar.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/08/08/x-ganti-revenue-sharing-dengan-original-content-rewards-fokus-ke-konten-orisinal/">X Ganti Revenue Sharing dengan Original Content Rewards, Fokus ke Konten Orisinal</a></p>
<p>Di sisi lain, kabar baiknya: perubahan ini <strong>tidak</strong> memengaruhi pendapatan kreator maupun kelayakan mereka mengikuti YouTube Partner Program (YPP). Yang jadi dasar bayaran tetap metrik keterlibatan seperti &#8220;engaged Short views&#8221; dan &#8220;engaged watch hours&#8221; yang bisa dilihat di YouTube Analytics.</p>
<h2>Engaged Views: Metrik Baru yang Perlu Kamu Kenal</h2>
<p>Kalau views publik kini menunjukkan jangkauan, YouTube tetap menyimpan metrik lama dengan nama baru: <strong>Engaged Views</strong>. Ini tetap bisa diakses kreator lewat dashboard Analytics untuk melihat berapa banyak penonton yang benar-benar bertahan menonton. Jadi sebenarnya kamu dapat dua perspektif sekaligus—mana yang cuma lewat sekilas, mana yang beneran nonton.</p>
<p>Buat kreator, ini enaknya: metrik lama nggak hilang, cuma berganti nama dan posisi. Tapi buat yang masih awam, jangan sampai salah baca. Views publik yang besar belum tentu berarti engagement tinggi. Angka itu cuma cermin seberapa luas kontenmu tersebar.</p>
<h2>Berkaitan Erat dengan Aturan Monetisasi Terbaru</h2>
<p>Pengumuman ini datang cuma seminggu setelah YouTube menaikkan syarat masuk YPP. Mulai tahun depan, kreator baru harus mengumpulkan minimal 8.000 jam tayang berkualitas dalam setahun atau 20 juta qualified Shorts views dalam 90 hari. Bandingkan dengan aturan sekarang yang cuma butuh 1.000 subscriber plus 4.000 jam tayang setahun (atau 10 juta Shorts views). Kenaikannya lumayan tajam dan sempat dapat respons negatif dari pengguna.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/08/12/gemini-1-miliar-pengguna/">Gemini 1 Miliar Pengguna Bulanan: Rekor Baru yang Bikin ChatGPT Was-was</a></p>
<p>Dua kebijakan ini saling melengkapi. Di satu sisi, YouTube menyederhanakan cara hitung views biar kreator paham eksposur. Di sisi lain, syarat monetisasi naik biar yang benar-benar serius yang bertahan. Kombinasi ini jelas menuju satu arah: YouTube makin serius menata ekonomi kreatornya.</p>
<h2>Tips Menyikapi Perubahan Ini</h2>
<p>Buat kreator, jangan terlalu euforia lihat views yang melonjak. Fokus tetap ke kualitas konten dan retensi penonton. Views publik sekarang lebih cocok dipakai buat mengukur jangkauan brand awareness, sementara Engaged Views jadi patokan kesehatan channel kamu. Pastikan thumbnail dan intro video tetap menarik, karena itulah penentu awal penonton mau klik dan bertahan.</p>
<p>Perubahan ini berlaku global dan serentak—semua video, dari kreator kecil sampai besar, memakai sistem hitung views yang sama. Jadi buat kamu yang serius ngurus channel, ini momen yang pas buat evaluasi ulang strategi konten jangka panjang.</p>
<h2>FAQ Soal Perubahan Hitung Views YouTube</h2>
<p><strong>Apakah perubahan ini memengaruhi pendapatan kreator?</strong> Tidak. Bayaran tetap berdasarkan metrik keterlibatan (engaged views dan engaged watch hours), bukan views publik.</p>
<p><strong>Kapan perubahan ini mulai berlaku?</strong> Per 24 Agustus 2026.</p>
<p><strong>Satu view dihitung dari detik berapa?</strong> Begitu video mulai diputar, tanpa syarat durasi minimum. Kalau penonton cuma nonton satu detik pun tetap dihitung.</p>
<p><strong>Apakah video lama ikut terkena dampaknya?</strong> Ya, kebijakan berlaku untuk semua video di semua format, termasuk video lama.</p>
<p>Intinya, perubahan <strong>cara hitung views YouTube</strong> ini langkah positif buat menyederhanakan metrik di tengah makin ketatnya persaingan konten. Yang penting, jangan biarkan angka besar bikin kita lupa: yang bikin channel tumbuh tetap kualitas, bukan cuma jumlah klik.</p>
<h2>Sumber</h2>
<p>
<a href="https://www.theverge.com/streaming/981105/youtube-video-view-counting-update" target="_blank" rel="noopener">The Verge: YouTube is changing how it counts views to give the numbers a boost</a><br />
<a href="https://techcrunch.com/2026/08/17/youtube-will-now-count-a-view-as-soon-as-a-video-starts-playing/" target="_blank" rel="noopener">TechCrunch: YouTube will now count a view as soon as a video starts playing</a><br />
<a href="https://telset.id/news/youtube-ubah-cara-hitung-views-berlaku-mulai-24-agustus/" target="_blank" rel="noopener">Telset.id: YouTube Ubah Cara Hitung Views, Berlaku Mulai 24 Agustus</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Google Pixel Tag Resmi: Pelacak Barang UWB Pesaing AirTag, Cuma Rp450 Ribuan</title>
		<link>https://preset.id/2026/08/13/google-pixel-tag-resmi-pelacak-barang-uwb-pesaing-airtag-cuma-rp450-ribuan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Davina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2026 09:22:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AirTag]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[Bluetooth]]></category>
		<category><![CDATA[Gadget 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Pixel]]></category>
		<category><![CDATA[Pixel Tag]]></category>
		<category><![CDATA[Smart Tracker]]></category>
		<category><![CDATA[UWB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://preset.id/2026/08/13/google-pixel-tag-resmi-pelacak-barang-uwb-pesaing-airtag-cuma-rp450-ribuan/</guid>

					<description><![CDATA[Google resmi meluncurkan Pixel Tag, pelacak barang UWB pesaing AirTag. Harga mulai USD 29, ditenagai jaringan Find My Device, rilis November 2026.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Google akhirnya punya senjata buat lawan AirTag. Di event Made by Google yang berlangsung 12-13 Agustus 2026, perusahaan itu resmi memperkenalkan <strong>Google Pixel Tag</strong>, pelacak barang pertama buatan mereka sendiri. Bentuknya mungil, mirip AirTag dari Apple dan Galaxy SmartTag dari Samsung, tapi Google datang dengan satu keunggulan yang gak bisa dipandang sebelah mata: jaringan Find My Device yang udah tertanam di miliaran ponsel Android di seluruh dunia.</p>
<p>Peluncuran Pixel Tag ini sekalian jadi penanda kalau Google sekarang serius banget ngurusin ekosistem perangkatnya. Barengan sama deretan Pixel 11, Pixel Watch 5, dan chip Tensor G6, Pixel Tag datang sebagai pelengkap yang selama ini dikeluhkan pengguna Android: &#8220;kok Apple punya AirTag, kita belum ada yang sebagus itu?&#8221; Nah, sekarang jawabannya udah ada.</p>
<h2>Google Pixel Tag: Desain dan Spesifikasi</h2>
<p>Secara fisik, Pixel Tag berbentuk pil kecil dengan ukuran 1,8 x 1,1 inci dan ketebalan cuma 5,4 mm. Satu sisi depannya dari logam silver dengan logo G di tengah plus lubang speaker di bawahnya. Sisi belakangnya plastik dengan warna Fog, semacam hijau mint pastel yang kalem. Google bilang bodinya didesain tahan flexing dan retak, jadi aman aja kalau kesangkut di tas atau gantungan kunci.</p>
<p>Baterainya pakai CR2032 yang gampang diganti: tekan dan putar penutupnya, beres. Google mengklaim satu baterai bisa tahan lebih dari setahun. Di dalamnya ada accelerometer, speaker internal, tombol fisik buat mencari ponsel yang nyambung, dan sertifikasi IP67 yang artinya tahan debu plus tahan cipratan air sedalam 1 meter selama 30 menit. Ada juga aksesori keychain loop resmi yang ngebingkai tag-nya biar gampang ditempel ke kunci atau tas.</p>
<h2>UWB dan Bluetooth Channel Sounding Bikin Pencarian Makin Presisi</h2>
<p>Fitur paling penting dari Pixel Tag ada di teknologi pelacakannya. Google membekali tag ini dengan Ultra Wideband (UWB), teknologi yang sama dipakai AirTag buat fitur Precision Finding. Bedanya, Google nambahin satu lapisan lagi: Bluetooth Channel Sounding, yang konon bikin akurasi pencarian makin tajam.</p>
<p>Dengan UWB, layar ponsel bakal nunjukin jarak visual plus arah yang harus kamu tempuh buat nemuin barang, dan ini bekerja sampai radius 50 meter. Jadi kalau kunci kamu nyangkut di sela-sela sofa atau dompet jatuh di belakang lemari, ponsel bakal nuntun kamu persis ke titiknya, bukan cuma nunjukin &#8220;di deket sini&#8221; kayak pelacak Bluetooth biasa.</p>
<h2>Jaringan Google Find Hub: Modal Besar Pixel Tag</h2>
<p>Nah, ini bagian yang bikin Pixel Tag menarik. Tag ini nyambung ke jaringan Google Find Hub, yang basically ekosistem Find My Device milik Android. Jaringannya ini bersifat crowdsourcing: lokasi tag bisa diketahui lewat bantuan sinyal dari miliaran perangkat Android lain yang kebetulan lewat di dekat barang kamu.</p>
<p>Artinya, pelacakan tetap jalan meskipun tag-nya jauh banget dari ponsel kamu, selama ada perangkat Android lain di sekitarnya yang &#8220;nangkep&#8221; sinyalnya. Buat pengguna di Indonesia yang mayoritas pakai Android, jaringan sebesar ini jelas lebih menguntungkan dibanding ekosistem tertutup kayak AirTag yang cuma ngandelin perangkat Apple.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/07/28/apple-vs-samsung-pertempuran-smartphone-lipat-pertama-iphone-di-indonesia/">Apple vs Samsung: Pertempuran Smartphone Lipat Pertama iPhone di Indonesia</a></p>
<h2>Left Behind Alerts: Fitur Anti-Stalking ala AirTag</h2>
<p>Google juga sadar kalau pelacak barang gampang banget disalahgunakan buat nge-stalk orang. Makanya Pixel Tag dilengkapi Left Behind Alerts. Kalau ponsel mendeteksi tag ini ikut bergerak tanpa pemiliknya, ketinggalan, atau dibawa orang yang gak dikenal, bakal muncul peringatan otomatis.</p>
<p>Peringatannya juga ngasih tahu cara membunyikan tag-nya biar ketahuan di mana dia disembunyikan, plus langkah selanjutnya yang bisa kamu ambil. Fitur kayak gini emang wajib hukumnya di era sekarang, apalagi setelah banyak kasus AirTag dipakai buat hal-hal yang gak bener di berbagai negara.</p>
<h2>Harga dan Ketersediaan Google Pixel Tag</h2>
<p>Soal harga, Google cukup agresif. Satu Google Pixel Tag dibanderol USD 29, atau kalau dikonversi kasar sekitar Rp 450 ribuan. Kalau mau borongan, paket 4 unit cuma USD 99, sekitar Rp 1,5 jutaan, jadi jatuhnya malah lebih murah per unitnya dibanding AirTag yang dijual Rp 599 ribu di Indonesia.</p>
<p>Pixel Tag dijadwalkan rilis di Amerika Serikat pada 11 November 2026. Untuk Indonesia, belum ada pengumuman resmi soal harga maupun tanggal kedatangannya. Tapi mengingat Google Store Indonesia sekarang makin aktif, bukan hal yang mustahil kalau Pixel Tag bakal menyusul masuk pasar lokal.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/08/06/google-assistant-resmi-pensiun-september-2026-digantikan-gemini/">Google Assistant Resmi Pensiun September 2026, Digantikan Gemini</a></p>
<h2>Google Pixel Tag vs AirTag vs Galaxy SmartTag</h2>
<p>Kalau dibandingkan dengan dua kompetitor utamanya, posisi Google Pixel Tag cukup menarik:</p>
<ul>
<li><strong>vs Apple AirTag:</strong> fitur anti-stalking dan Precision Finding-nya setara, tapi Pixel Tag menang di harga dan kompatibilitas lintas merek. AirTag cuma berguna maksimal di ekosistem Apple.</li>
<li><strong>vs Samsung Galaxy SmartTag:</strong> SmartTag unggul karena sudah lama eksis dan ada varian dengan tombol tambahan, tapi jaringannya kalah besar dari Find My Device milik Google.</li>
<li><strong>vs Xiaomi Tag:</strong> Xiaomi Tag lebih murah, tapi fiturnya jauh lebih sederhana tanpa UWB.</li>
</ul>
<p>Menurut saya, buat pengguna Android di Indonesia, Pixel Tag ini kandidat pelacak barang terbaik yang pernah ada. Harganya kompetitif, jaringannya paling luas, dan fitur keamanannya lengkap. Yang masih bikin penasaran cuma satu: apakah versi Indonesia bakal dibanderol semurah versi globalnya, atau kena pajak dan bea masuk kayak produk Google lain.</p>
<h2>FAQ Seputar Pixel Tag</h2>
<p><strong>Apakah Pixel Tag bisa dipakai di semua HP Android?</strong> Bisa, selama perangkatnya menjalankan Android 9 atau lebih baru. Pasanganinnya gampang banget karena pakai Google Fast Pair: tinggal deketin, muncul notifikasi, sentuh, beres.</p>
<p><strong>Apakah Pixel Tag tahan air?</strong> Iya, tag ini punya sertifikasi IP67, jadi tahan debu dan bisa direndam di air sedalam 1 meter sampai 30 menit.</p>
<p><strong>Kapan Pixel Tag rilis di Indonesia?</strong> Google baru mengonfirmasi peluncuran 11 November 2026 untuk Amerika Serikat. Info resmi untuk pasar Indonesia belum ada, tapi kemungkinan besar menyusul setelah peluncuran global.</p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Google Pixel Tag datang terlambat dibanding AirTag yang sudah eksis sejak 2021, tapi telat bukan berarti kalah. Dengan harga USD 29, dukungan UWB, jaringan Find My Device yang masif, dan fitur anti-stalking yang matang, Google punya paket lengkap yang susah ditandingi kompetitor. Sekarang tinggal nunggu kepastian kapan resmi mendarat di Indonesia.</p>
<h2>Sumber</h2>
<p><a href="https://tekno.kompas.com/read/2026/08/13/10360027/google-resmi-rilis-pixel-tag-dengan-uwb-pelacak-barang-pesaing-airtag" target="_blank" rel="noopener">Kompas Tekno: Google Resmi Rilis Pixel Tag dengan UWB, Pelacak Barang Pesaing AirTag</a></p>
<p><a href="https://9to5google.com/2026/08/12/google-pixel-tag-hands-on/" target="_blank" rel="noopener">9to5Google: Google announces $29 Pixel Tag coming in November with UWB [Hands-on]</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AMD Rilis Ryzen 5 439 dan Ryzen 7 449: Berlabel Ryzen AI, Tapi Tanpa NPU</title>
		<link>https://preset.id/2026/08/11/amd-rilis-ryzen-5-439-dan-ryzen-7-449-berlabel-ryzen-ai-tapi-tanpa-npu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Davina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 08:52:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[AI Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[AMD]]></category>
		<category><![CDATA[Chip AI]]></category>
		<category><![CDATA[Laptop]]></category>
		<category><![CDATA[NPU]]></category>
		<category><![CDATA[Prosesor]]></category>
		<category><![CDATA[Ryzen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://preset.id/2026/08/11/amd-rilis-ryzen-5-439-dan-ryzen-7-449-berlabel-ryzen-ai-tapi-tanpa-npu/</guid>

					<description><![CDATA[AMD diam-diam rilis Ryzen 5 439 dan Ryzen 7 449 berbasis Gorgon Point tanpa NPU. Ini analisis kenapa chip berlabel Ryzen AI justru tak punya NPU.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>AMD diam-diam meluncurkan dua prosesor laptop baru, <strong>Ryzen 5 439 dan Ryzen 7 449</strong>, pada Senin (10/8/2026). Sekilas namanya mirip keluarga Ryzen AI 400 Series, tapi ada yang janggal: dua chip ini justru hadir <em>tanpa</em> Neural Processing Unit (NPU). Ya, AMD bikin prosesor yang secara fisik berbasis silikon Ryzen AI, tapi memilih tidak menyematkan mesin AI-nya sama sekali. Menarik, sekaligus membingungkan.</p>
<p>Yang bikin cerita ini makin seru, keduanya memakai silikon &#8220;Gorgon Point&#8221;, fondasi yang sama dengan prosesor Ryzen AI 400 Series. Padahal NPU adalah salah satu fitur utama dari keluarga Ryzen AI 400 Series, dan di situs resminya AMD sendiri menyebut NPU sebagai &#8220;dedicated AI engine powered by AMD XDNA&#8221; yang bertugas menopang efisiensi pemrosesan AI di laptop. Nah, di Ryzen 5 439 dan Ryzen 7 449, bagian itu hilang.</p>
<h2>Kenapa Berlabel Ryzen AI Tapi Tanpa NPU?</h2>
<p>Jujur, ini keputusan yang agak aneh. Secara teknis, &#8220;Gorgon Point&#8221; memang dikenal sebagai basis dari lini Ryzen AI 400. Tapi AMD memilih tidak memasukkan Ryzen 5 439 dan Ryzen 7 449 ke keluarga Ryzen AI, tidak memakai branding &#8220;Ryzen AI&#8221;, dan yang paling krusial: tidak mencantumkan spesifikasi NPU sama sekali.</p>
<p>AMD sejauh ini belum menjelaskan alasan teknisnya. Ada dua kemungkinan besar: pertama, NPU di dua chip ini memang sengaja dinonaktifkan secara fisik; kedua, keduanya pakai konfigurasi silikon yang berbeda dari saudara-saudaranya di lini Ryzen AI. Yang jelas, dari sudut pandang bisnis, ini kelihatan seperti segmentasi produk yang sadar: AMD menyiapkan chip murah untuk produsen laptop yang tidak butuh kemampuan AI sama sekali.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/08/06/chip-ai-anthropic-claude-bakal-ditenagai-chip-buatan-sendiri-ini-alasannya/">Chip AI Anthropic: Claude Bakal Ditenagai Chip Buatan Sendiri, Ini Alasannya</a></p>
<h2>Spesifikasi AMD Ryzen 5 439 dan Ryzen 7 449</h2>
<p>Meski tanpa NPU, dua prosesor ini tetap menjanjikan performa yang lumayan untuk kelasnya. Berikut rincian lengkapnya berdasarkan laporan Kompas.com:</p>
<ul>
<li><strong>AMD Ryzen 5 439:</strong> enam inti dengan kombinasi tiga inti Zen 5 dan tiga inti Zen 5c, boost hingga 4,6 GHz di inti Zen 5 dan 3,3 GHz di Zen 5c, cache L3 8 MB, TDP hingga 28 watt, grafis terintegrasi Radeon 840M dengan 4 Compute Unit (CU) RDNA 3.5 yang bisa tembus 2,8 GHz.</li>
<li><strong>AMD Ryzen 7 449:</strong> delapan inti 16 utas dengan komposisi empat inti Zen 5 dan empat inti Zen 5c, boost hingga 5,0 GHz di inti Zen 5 dan 3,4 GHz di Zen 5c, cache L3 16 MB, TDP 28 watt, dan GPU Radeon 860M dengan 8 CU RDNA 3.5 di kecepatan hingga 2,8 GHz.</li>
</ul>
<p>Kalau dilihat dari angka, ini mirip pola chip hemat daya yang biasa dipakai di laptop tipis dan ringan. Kombinasi inti Zen 5 + Zen 5c adalah formula yang sama dengan lini Ryzen AI 400, cuma tanpa bagian AI-nya.</p>
<h2>Buat Siapa Chip Tanpa NPU Ini?</h2>
<p>Menurut saya, ini langkah yang justru cerdas. Tidak semua orang butuh NPU. Fitur AI di laptop seperti Windows Copilot+ memang makin populer, tapi butuh NPU dengan kekuatan minimal 40 TOPS. Buat pengguna yang cuma kerja dokumen, browsing, nonton streaming, atau main game ringan, NPU itu barang mahal yang jarang kepakai.</p>
<p>Dengan menghilangkan NPU, AMD bisa menekan biaya produksi dan menawarkan chip yang lebih murah ke produsen laptop. Hasilnya, laptop kelas entry-level sampai mid-range bisa dapat prosesor Zen 5 modern tanpa harus membayar mahal fitur AI yang tidak akan pernah mereka pakai. Ini segmen yang selama ini jadi ladang duel AMD vs Intel di pasar Indonesia, dan Ryzen 5 439 serta Ryzen 7 449 kelihatannya dirancang khusus buat perang harga itu.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/08/08/samsung-isocell-hpc-sensor-kamera-200-mp-dengan-deeppix-pertama-di-industri/">Samsung Isocell HPC: Sensor Kamera 200 MP dengan DeepPix Pertama di Industri</a></p>
<h2>Dampaknya Buat Pembeli Laptop di Indonesia</h2>
<p>Buat kamu yang lagi incar laptop baru, kehadiran chip ini sebenernya kabar bagus. Laptop dengan Ryzen 5 439 atau Ryzen 7 449 kemungkinan besar dibanderol lebih murah daripada varian Ryzen AI 400, padahal performa CPU dan grafisnya nyaris setara. Kalau kebutuhanmu tidak menyentuh AI sama sekali, memilih versi tanpa NPU adalah cara paling efisien buat menghemat budget.</p>
<p>Tapi ada catatan penting: jangan asal lihat label. Tahun ini banyak banget laptop yang mengklaim &#8220;AI-ready&#8221;, padahal segmen ini justru membuktikan bahwa label AI bisa saja tidak ada artinya di chip tertentu. Selalu cek spesifikasi NPU-nya sendiri sebelum memutuskan, terutama kalau kamu memang berniat pakai fitur AI seperti Windows Studio Effects atau Copilot.</p>
<h2>Kapan Rilis dan Ada di Laptop Apa?</h2>
<p>Sayangnya, detail itu belum diumumkan. Kompas.com menulis bahwa belum ada informasi soal laptop merek apa yang akan memakai Ryzen 5 439 dan Ryzen 7 449, begitu juga harga serta ketersediaannya. Yang jelas, dua chip ini berpotensi hadir di berbagai kelas laptop, termasuk segmen harga yang lebih terjangkau karena tidak ada embel-embel Ryzen AI di dalamnya.</p>
<p>Prediksi saya, mereka bakal muncul dulu di laptop-laptop mainstream yang dijual agresif di Indonesia, Thailand, dan India, pasar yang sensitif banget sama harga. Produsen seperti Acer, ASUS, dan HP biasanya paling cepat mengadopsi chip segmen begini.</p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Ryzen 5 439 dan Ryzen 7 449 adalah bukti bahwa AMD serius menjalankan strategi dua arah: laptop AI premium untuk yang butuh, dan laptop non-AI yang tetap modern untuk yang tidak butuh. Ini juga pengingat yang sehat buat industri, bahwa tidak semua laptop harus punya NPU, dan tidak semua orang harus membayar fitur yang tidak pernah dipakai.</p>
<p>Yang perlu kita tunggu tinggal satu: laptop pertama yang membawa dua chip ini. Kalau harganya benar-benar kompetitif, segmen laptop murah di Indonesia bakal makin menarik tahun ini.</p>
<h2>Sumber</h2>
<ul>
<li><a href="https://tekno.kompas.com/read/2026/08/11/09570017/amd-rilis-2-prosesor-laptop-baru-pakai-chip-ryzen-ai-tapi-tanpa-npu" target="_blank" rel="noopener">Kompas.com: AMD Rilis 2 Prosesor Laptop Baru, Pakai Chip Ryzen AI tapi Tanpa NPU</a></li>
<li><a href="https://www.amd.com/en/products/processors/consumer/ryzen-ai.html" target="_blank" rel="noopener">AMD: Ryzen AI, Windows PCs with AI Built In</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peretasan Wi-Fi Hotel CaptiveCrunch: Hacker Rusia Curi Akun Microsoft 365</title>
		<link>https://preset.id/2026/08/07/peretasan-wi-fi-hotel-captivecrunch-hacker-rusia-curi-akun-microsoft-365/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Davina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 02:35:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Autentikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cybersecurity]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Akun]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Siber]]></category>
		<category><![CDATA[Malware]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[Passkeys]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://preset.id/2026/08/07/peretasan-wi-fi-hotel-captivecrunch-hacker-rusia-curi-akun-microsoft-365/</guid>

					<description><![CDATA[Microsoft ungkap kampanye CaptiveCrunch: hacker Rusia Midnight Blizzard membajak Wi-Fi hotel untuk curi akun Microsoft 365 dan sebar malware CornFlake serta ChocoShell.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau selama ini kamu menganggap remeh <strong>peretasan Wi-Fi hotel</strong>, berita ini wajib kamu baca. Microsoft Threat Intelligence baru saja membongkar kampanye <strong>peretasan Wi-Fi hotel</strong> berskala global bernama <strong>CaptiveCrunch</strong> yang menargetkan wisatawan dan karyawan korporat. Bukan cuma bikin koneksi lemot, hacker Rusia dari kelompok Midnight Blizzard (APT29) kabarnya berhasil membajak halaman login Wi-Fi hotel asli untuk mencuri akun Microsoft 365 dan menyebarkan malware.</p>
<p>Yang bikin kasus ini beda dari serangan Wi-Fi palsu biasa: pelaku gak bikin jaringan tiruan. Mereka justru menyusupi infrastruktur captive portal yang dipakai hotel, pusat konferensi, sampai venue bersama. Jadi halaman login yang muncul di layar kamu itu asli punya hotel, tapi trafiknya diam-diam diarahkan ke server milik peretas. Menyeramkan, kan?</p>
<h2>Apa Itu Kampanye Peretasan Wi-Fi Hotel CaptiveCrunch?</h2>
<p>CaptiveCrunch adalah nama kampanye yang diungkap Microsoft Threat Intelligence pada 31 Juli 2026. Aktor di baliknya adalah Storm-2945, sub-cluster dari Midnight Blizzard atau APT29, kelompok peretas yang oleh pemerintah AS dan Inggris dikaitkan dengan SVR, badan intelijen luar negeri Rusia.</p>
<p>Sejak awal Mei 2026, Storm-2945 memanipulasi lalu lintas DNS dan HTTP dari jaringan yang dilayani captive portal. Alih-alih diarahkan ke halaman login asli, korban dialihkan lewat infrastruktur yang dikendalikan aktor. Microsoft juga menemukan pola infrastruktur yang mirip di banyak jaringan terdampak, jadi kemungkinan besar ini bukan kompromi satu-dua hotel saja, melainkan akses ke layanan bersama di ekosistem captive portal.</p>
<p>Menariknya, Microsoft menyebut kampanye ini memanfaatkan AI untuk sebagian besar operasinya, mulai dari penulisan kode malware sampai penyusunan halaman phishing yang meyakinkan. ReliaQuest, perusahaan keamanan yang ikut memantau, menilai target utama operasi ini adalah akun para pelaku perjalanan bisnis.</p>
<h2>CornFlake: RAT Canggih yang Menyamar Jadi Layanan Windows</h2>
<p>Malware pertama yang dipakai adalah CornFlake, Remote Access Trojan (RAT) berbasis Go yang jadi implant utama Storm-2945. Begitu dieksekusi, CornFlake menampilkan jendela palsu yang meniru Windows Update, pemindaian Windows Security, installer DirectX, sampai utilitas optimasi disk. Semua itu cuma pengalih perhatian biar kamu gak sadar file berbahaya lagi jalan di belakang.</p>
<p>Setelah terpasang, CornFlake mendaftarkan diri sebagai layanan Windows bernama <em>svchost32</em> dengan nama tampilan &#8220;Cloud Sync Service&#8221;. Persistensinya dobel: Windows service, Registry Run keys, scheduled tasks, plus watchdog yang terus memulihkan komponen kalau dihapus antivirus. Komunikasi ke server C2 pakai enkripsi ECDH P-256 dengan kunci ephemeral unik tiap sesi, jadi trafiknya nyaris mustahil didekripsi.</p>
<p>Kemampuannya gak main-main: keylogging, memantau clipboard, screenshot, merekam audio dari mikrofon dan video dari webcam, mencuri kredensial browser (termasuk bypass App-Bound Encryption Chrome), eksfiltrasi file, sampai remote shell. File yang diambil bisa sampai 1.000 file atau 500 MB per siklus upload.</p>
<h2>ChocoShell: Pencuri Token Microsoft 365</h2>
<p>Malware kedua bernama ChocoShell, infostealer berbasis PowerShell yang jalan sepenuhnya di memori. Tugas utamanya mencuri cookie browser, kata sandi tersimpan, token Microsoft 365 dan Azure AD, refresh token, sampai kredensial Wi-Fi via perintah <em>netsh wlan show profile key=clear</em>.</p>
<p>ChocoShell juga punya tiga teknik bypass UAC berurutan, bisa melumpuhkan pembaruan signature Windows Defender, dan memakai Chrome DevTools Protocol buat mengekstrak cookie lewat port remote debugging. Token yang dicuri dari cache Token Broker bisa dipakai buat replay sesi SSO tanpa cookie browser sama sekali. Bahaya banget buat lingkungan enterprise.</p>
<h2>Device Code Phishing: Trik yang Bisa Menembus MFA</h2>
<p>Sejak 16 Juli 2026, halaman landing CaptiveCrunch mulai memakai teknik <em>device code phishing</em>. Peretas memulai permintaan autentikasi perangkat lewat Microsoft yang sah, lalu menyuruh korban memasukkan kode di halaman login Microsoft asli. Padahal kode itu mengautentikasi sesi milik peretas, bukan sesi korban.</p>
<p>Karena korban baru aja menyelesaikan autentikasi termasuk MFA, sesi tersebut dianggap sah oleh sistem. Ini kenapa Microsoft menyarankan organisasi memblokir <em>device code flow</em> lewat Conditional Access kalau fiturnya gak benar-benar dibutuhkan.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/08/05/aplikasi-android-bocorkan-data-lokasi/">Aplikasi Android Bocorkan Data Lokasi: Ini yang Harus Kamu Tahu</a></p>
<h2>Kenapa Wisatawan dan Karyawan Bisnis Jadi Sasaran Utama?</h2>
<p>ReliaQuest mengonfirmasi bahwa target utama CaptiveCrunch adalah pelaku perjalanan bisnis. Logikanya sederhana: eksekutif yang dinas luar kota pasti butuh internet, dan Wi-Fi hotel adalah pilihan paling praktis. Justru di situ celahnya, korban peretasan Wi-Fi hotel biasanya baru sadar akunnya dicuri setelah pulang ke kantor dan email perusahaannya udah kebobolan. Kalau laptop kantor mereka terinfeksi, peretas bisa masuk ke akun Microsoft 365 perusahaan, baca email, sampai eksfiltrasi dokumen internal.</p>
<p>Selain Windows, Microsoft juga menemukan indikasi target Android. Halaman ClickFix yang dipakai kampanye ini punya instruksi khusus buat mengunduh dan memasang file APK. Jadi bukan cuma pengguna laptop yang perlu waspada.</p>
<h2>Cara Melindungi Diri dari Peretasan Wi-Fi Hotel</h2>
<p>Microsoft sendiri menyebut Wi-Fi hotel, bandara, dan pusat konferensi harus dianggap sebagai jaringan bermusuhan (<em>hostile</em>). Beberapa langkah praktis yang bisa kamu lakukan:</p>
<ul>
<li>Utamakan koneksi data seluler pribadi, eSIM, atau mobile hotspot buat akses layanan sensitif kayak email kantor dan internet banking</li>
<li>Jangan pernah mengunduh pembaruan software, sertifikat, atau utilitas yang muncul dari halaman login Wi-Fi atau pop-up mencurigakan</li>
<li>Selalu verifikasi pembaruan lewat kanal resmi sistem operasi, bukan dari prompt di browser</li>
<li>Aktifkan MFA dan pakai passkey kalau akunmu mendukung</li>
<li>Jangan pakai kredensial korporat di halaman registrasi Wi-Fi hotel</li>
<li>Kalau perangkat kantor dikelola IT, aktifkan kebijakan yang melarang koneksi ke Wi-Fi yang gak terprovisi MDM</li>
</ul>
<p>Penting juga buat paham pola ClickFix: halaman palsu yang minta kamu menyalin perintah lalu menempelkannya ke cmd.exe atau PowerShell. Kalau ada prompt kayak gitu muncul setelah connect Wi-Fi, langsung tutup. Itu bukan verifikasi, itu eksekusi malware.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/07/22/suno-data-breach-55-juta-user-generator-musik-ai-bocor-apa-yang-harus-kamu-lakukan/">Suno Data Breach: 55 Juta User Generator Musik AI Bocor, Apa yang Harus Kamu Lakukan?</a></p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Kampanye CaptiveCrunch nunjukin kalau serangan ke Wi-Fi publik udah naik kelas. Dulu kita cuma waspada sama jaringan Wi-Fi gratis yang gak jelas siapa yang bikin, sekarang jaringan resmi hotel pun bisa dibajak. Kabar baiknya, mitigasinya gak rumit: jauhi unduhan mencurigakan, prioritaskan data seluler, dan aktifkan MFA.</p>
<p>Buat kamu yang sering traveling atau dinas luar kota, mulai sekarang anggap setiap Wi-Fi publik sebagai zona bahaya. Satu langkah kecil kayak gak klik tombol &#8220;Update&#8221; di pop-up bisa menyelamatkan akun kantor kamu dari tangan SVR.</p>
<h2>FAQ</h2>
<p><strong>Apa itu kampanye CaptiveCrunch?</strong><br />Kampanye peretasan Wi-Fi hotel yang diungkap Microsoft pada Juli 2026, dilakukan kelompok Storm-2945 dari Midnight Blizzard (APT29) untuk mencuri kredensial Microsoft 365 dan menyebarkan malware ke pelaku perjalanan bisnis.</p>
<p><strong>Apakah Wi-Fi hotel aman dipakai?</strong><br />Gak sepenuhnya. Microsoft menyarankan semua Wi-Fi publik dianggap tidak tepercaya, dan mengutamakan data seluler untuk aktivitas sensitif. Risiko peretasan Wi-Fi hotel memang kecil peluangnya, tapi dampaknya bisa sangat besar kalau kena.</p>
<p><strong>Bagaimana cara kerja serangan ini?</strong><br />Peretas membajak captive portal hotel, mengarahkan trafik pengguna ke infrastruktur mereka, lalu menampilkan halaman login palsu atau update palsu yang menginfeksi perangkat.</p>
<p><strong>Apa itu CornFlake dan ChocoShell?</strong><br />Dua malware utama CaptiveCrunch. CornFlake adalah RAT Windows untuk akses jarak jauh dan pencurian data, sedangkan ChocoShell adalah infostealer PowerShell yang mencuri token Microsoft 365 dan cookie browser.</p>
<h2>Sumber</h2>
<p><a href="https://www.microsoft.com/en-us/security/blog/2026/07/31/captivecrunch-midnight-blizzard-targets-travelers-worldwide-for-malware-delivery-and-credential-theft/" target="_blank" rel="noopener">Microsoft Security Blog: CaptiveCrunch: Midnight Blizzard targets travelers worldwide</a></p>
<p><a href="https://mediaindonesia.com/teknologi/919167/microsoft-peringatkan-modus-baru-peretasan-lewat-wi-fi-publik-di-hotel" target="_blank" rel="noopener">Media Indonesia: Microsoft Peringatkan Modus Baru Peretasan Lewat Wi-Fi Publik di Hotel</a></p>
<p><a href="https://www.androidponsel.com/russian-hackers-hijack-hotel-wifi-token-365/" target="_blank" rel="noopener">AndroidPonsel: Peretas Rusia Bajak Wi-Fi Hotel untuk Curi Token Microsoft 365</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Krisis DRAM dan NAND 2026: AI/Data Center Bikin Harga Gadget Melonjak</title>
		<link>https://preset.id/2026/08/04/krisis-dram-dan-nand-2026-ai-data-center-bikin-harga-gadget-melonjak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Davina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 02:36:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[ASUS]]></category>
		<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Gaming]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://preset.id/2026/08/04/krisis-dram-dan-nand-2026-ai-data-center-bikin-harga-gadget-melonjak/</guid>

					<description><![CDATA[Krisis DRAM dan NAND 2026 bikin harga MacBook, smartphone, dan laptop naik drastis. AI data center serap pasokan memori, konsumen kena dampaknya. Analisis lengkap di sini.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krisis DRAM dan NAND 2026</strong> bukan cuma soal angka di laporan analis. Ini soal kenapa MacBook Neo yang dulu Rp10,7 juta sekarang tembus Rp13,5 juta, kenapa HP Android entry-level mulai naik ratusan ribu, dan kenapa produsen chip seperti Samsung justru meraup keuntungan rekor sementara konsumen harus gigit jari.</p>
<p>Jawaban singkatnya: <strong>AI butuh chip memori terlalu banyak</strong>. Dan pasar konsumen yang selama ini jadi &#8220;pelanggan tetap&#8221; pabrik chip kini kena giliran antri di belakang data center.</p>
<h2>Kenapa Krisis DRAM dan NAND Bisa Bikin Harga Naik Drastis di 2026?</h2>
<p>Untuk memahami kenapa harga gadget naik, kamu perlu tahu satu hal: setiap perangkat teknologi, dari smartphone sampai laptop, bergantung pada dua jenis chip memori utama. <strong>DRAM</strong> (Dynamic Random Access Memory) untuk menjalankan aplikasi secara real-time, dan <strong>NAND</strong> (storage flash) untuk menyimpan data secara permanen.</p>
<p>Masalahnya, krisis DRAM 2026 ini terjadi karena dua chip ini diproduksi oleh hanya tiga perusahaan di seluruh dunia: Samsung, SK Hynix, dan Micron. Oligopoli ini biasanya stabil karena permintaan konsumen terprediksi. Tapi tahun ini, sesuatu mengubah segalanya.</p>
<p>Permintaan chip memori untuk <strong>AI data center</strong> meledak. Perusahaan seperti Nvidia, Google, Microsoft, dan Amazon sedang membangun infrastruktur AI dalam skala masif, dan semua infrastruktur itu butuh High Bandwidth Memory (HBM) yang diproduksi dari lini produksi yang SAMA dengan chip memori konsumen.</p>
<p>Hasilnya? Produsen chip lebih memilih menjual ke data center yang membayar lebih mahal daripada ke pabrik laptop atau smartphone. Persediaan untuk perangkat konsumen menyusut, dan harga melonjak.</p>
<h2>Angka-Angka yang Mencengangkan dari Samsung</h2>
<p>Samsung Electronics baru saja melaporkan <strong>laba operasi Q2 2026 sebesar 89,5 triliun won (sekitar Rp61,7 triliun)</strong>, melonjak 1.814% dibanding tahun lalu. Divisi semi konduktor Samsung mencatat kenaikan profit lebih dari <strong>250 kali lipat</strong>.</p>
<p>SK Hynix naik 528% dalam 12 bulan terakhir. Micron? <strong>690%</strong>. Ketiga raksasa memori ini mengalami rally saham terbesar dalam sejarah mereka, semua berkat boom AI.</p>
<p>Sementara itu, harga kontrak DRAM naik <strong>89% di Q2 2026</strong> saja. Analis memperkirakan harga DRAM dan SSD bisa melonjak <strong>130% hingga akhir tahun</strong>. Dampak krisis DRAM ini langsung terasa di harga jual perangkat: PC diperkirakan naik sekitar 17%, smartphone sekitar 13%.</p>
<h2>Dampaknya ke Indonesia: MacBook Naik Rp2,8 Juta, HP Mulai Mengikuti</h2>
<p>Apple menjadi brand pertama yang secara terbuka mengakui dampak krisis memori ini. CEO Tim Cook menyatakan kenaikan harga komponen adalah yang terbesar dan tercepat yang pernah mereka lihat. Mulai Juli 2026, Apple menaikkan harga MacBook dan iPad di seluruh dunia, termasuk Indonesia.</p>
<p>Di Indonesia, MacBook Neo naik dari sekitar Rp10,7 juta menjadi Rp13,5 juta. MacBook Air dan MacBook Pro juga naik Rp4-8 juta tergantung spesifikasi. Apple mencoba bertahan dengan stok lama selama mungkin, tapi akhirnya harus menyerah.</p>
<p>Bukan cuma Apple. Brand Android juga mulai mengikuti. Analis memprediksi harga smartphone global akan terus naik sepanjang 2026, terutama di segmen entry-level dan mid-range. Di Indonesia, faktor Rupiah yang masih lemah di kisaran Rp18.000 per dolar AS memperparah situasi. Kenaikan &#8220;hanya&#8221; ratusan dolar di pasar global bisa berarti naik jutaan rupiah setelah konversi dan bea masuk.</p>
<p>Samsung sendiri memperingatkan bahwa flagship Galaxy S26 Series terancam naik harga karena tekanan biaya chip memori. Xiaomi, OPPO, dan vivo juga mengalami penurunan penjualan dua digit di Q2 2026 karena harga naik.</p>
<h2>Samsung Sudah Siapkan Suplai Jangka Panjang untuk Data Center</h2>
<p>Yang bikin situasi makin menarik, Samsung bukan cuma menikmati keuntungan jangka pendek. Perusahaan ini sudah menandatangani perjanjian suplai multi-tahun dengan <strong>lima operator data center terbesar dunia</strong>, dengan negosiasi hampir selesai untuk lima tambahan lagi. Perjanjian ini mencakup hingga 70% dari total produksi memori Samsung.</p>
<p>Artinya, meskipun situasi konsumen memburuk, Samsung sudah &#8220;mengunci&#8221; sebagian besar kapasitas mereka untuk AI selama bertahun-tahun ke depan. Mereka bahkan sudah mulai mengirim sampel HBM4E (generasi keenam High Bandwidth Memory) yang dirancang untuk prosesor AI paling canggih.</p>
<p>SK Hynix dan Micron mengikuti strategi serupa. Ketiga perusahaan ini tahu bahwa AI adalah mesin uang baru, dan mereka tidak berniat mengurangi fokus ke data center demi konsumen.</p>
<h2>Kapan Situasi Akan Membaik?</h2>
<p>Jawaban singkatnya: tidak cepat. Samsung memperkirakan kekurangan memori global akan <strong>makin parah di 2027 dan berlangsung hingga 2028</strong>. Alasannya sederhana: kapasitas produksi chip baru membutuhkan waktu 2-3 tahun untuk dibangun dari nol, sementara permintaan AI terus meningkat.</p>
<p>Beberapa faktor yang perlu diwaspadai:</p>
<ul>
<li>Konstruksi pabrik baru di Korea Selatan dan AS baru akan mulai beroperasi paling cepat 2028</li>
<li>Permintaan HBM untuk AI diperkirakan terus naik seiring peluncuran model AI yang lebih besar</li>
<li>Hyperscalers (Google, Microsoft, Amazon) memproyeksikan belanja infrastruktur AI mencapai $750 miliar tahun ini dan $1 triliun pada 2027</li>
<li>Global smartphone shipments turun 11% YoY di Q2 2026 ke level terendah dalam 13 tahun karena harga naik</li>
</ul>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/07/26/openai-micro-hardware-pertama-openai-keypad-ai-230-buat-chatgpt-dan-codex/">OpenAI Micro: Hardware Pertama OpenAI, Keypad AI $230 Buat ChatGPT dan Codex</a></p>
<h2>Apa yang Bisa Dilakukan Konsumen?</h2>
<p>Kalau kamu lagi berencana beli laptop atau smartphone baru, ini beberapa strategi yang bisa dipertimbangkan:</p>
<p><strong>Beli stok lama atau promo.</strong> Beberapa retailer masih menjual model dengan harga lama selama stok tersisa. Ini waktu terbaik untuk upgrade sebelum harga benar-benar naik. Acer Day 2026, misalnya, menawarkan diskon hingga Rp1 juta untuk laptop tertentu.</p>
<p><strong>Pertimbangkan program sewa.</strong> Apple baru saja meluncurkan program Apple Upgrade di Indonesia yang memungkinkan sewa iPhone, Mac, iPad, dan Apple Watch. Kalau harga beli langsung terlalu mahal, opsi sewa bisa jadi alternatif.</p>
<p><strong>Tunda beli jika tidak mendesak.</strong> Jika perangkat kamu masih berfungsi baik, menunggu hingga 2027 saat kapasitas produksi baru mulai online bisa jadi keputusan yang lebih bijak. Tapi ingat, analis bilang kenaikan masih akan berlangsung sepanjang 2026.</p>
<p><strong>Cari brand yang masih stabil harga.</strong> Tidak semua brand naik harga secara agresif. Bandingkan harga beberapa brand sebelum memutuskan. Beberapa brand China seperti Xiaomi dan Realme biasanya lebih cepat menyesuaikan harga dibanding Apple atau Samsung.</p>
<h2>Hubungan AI dan Harga Gadget: Fenomena Baru yang Perlu Dipahami</h2>
<p>Yang terjadi di 2026 ini sebenarnya menandai pergeseran fundamental dalam industri teknologi. Selama puluhan tahun, harga komponen elektronik cenderung turun seiring waktu berkat skala ekonomi dan kemajuan manufaktur. Tapi boom AI mengubah aturan mainnya.</p>
<p>Ironisnya, teknologi AI yang seharusnya bikin hidup lebih efisien justru menjadi alasan kenapa gadget yang kita pakai setiap hari jadi lebih mahal. Data center AI menyerap kapasitas produksi memori yang seharusnya tersedia untuk perangkat konsumen, dan situasi ini kemungkinan akan berlangsung lebih lama dari yang kita harapkan.</p>
<p>Samsung sudah memproyeksikan bahwa data center akan mengonsumsi hingga 70% dari total produksi memori mereka. Sisanya, 30% untuk seluruh pasar konsumen global. Itu artinya persaingan untuk mendapatkan chip memori yang tersisa akan makin ketat, dan harganya akan tetap tinggi.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/07/28/apple-vs-samsung-pertempuran-smartphone-lipat-pertama-iphone-di-indonesia/">Apple vs Samsung: Pertempuran Smartphone Lipat Pertama iPhone di Indonesia</a></p>
<h2>Kesimpulan: Era Gadget Murah Mungkin Sudah Berakhir</h2>
<p>Krisis DRAM dan NAND 2026 ini lebih dari sekadar kenaikan harga sementara. Ini sinyal bahwa era gadget murah mungkin benar-benar sudah berlalu. Dengan AI data center menyerap sebagian besar kapasitas produksi memori, konsumen harus bersiap untuk harga yang lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama.</p>
<p>Yang bisa kita lakukan sekarang: bijak dalam memilih waktu dan cara membeli, manfaatkan promo dan program sewa yang tersedia, dan tentu saja, manfaatkan perangkat yang sudah kita miliki selama mungkin.</p>
<p>Pertanyaan besarnya bukan lagi &#8220;kapan harga akan turun?&#8221; tapi &#8220;apakah kita bisa beradaptasi dengan realitas baru ini?&#8221;</p>
<p><strong>Sumber:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://x.com/AlMauliniPWMCG/status/2084253160973959624">Al Maulini &#8211; AM Brief DRAM/Memory Analysis (X/Twitter, 3 Agustus 2026)</a></li>
<li><a href="https://x.com/kumparan/status/kumparan">Kumparan &#8211; Harga MacBook Naik di Indonesia (Juli 2026)</a></li>
<li><a href="https://www.cnbc.com/" target="_blank" rel="noopener">CNBC &#8211; Samsung Q2 2026 Earnings Report</a></li>
<li><a href="https://www.bloomberg.com/" target="_blank" rel="noopener">Bloomberg &#8211; AI Data Center Memory Demand Analysis</a></li>
<li><a href="https://www.forbes.com/" target="_blank" rel="noopener">Forbes &#8211; Memory Chip Shortage Impact on Consumer Electronics</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Suno Data Breach 55 Juta User: Generator Musik AI Bocor, Apa yang Harus Kamu Lakukan</title>
		<link>https://preset.id/2026/07/22/suno-data-breach-55-juta-user-generator-musik-ai-bocor-apa-yang-harus-kamu-lakukan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Davina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 08:34:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Cybersecurity]]></category>
		<category><![CDATA[Data Breach]]></category>
		<category><![CDATA[Generator Musik AI]]></category>
		<category><![CDATA[Have I Been Pwned]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan AI]]></category>
		<category><![CDATA[Musik AI]]></category>
		<category><![CDATA[Privasi Data]]></category>
		<category><![CDATA[Stripe]]></category>
		<category><![CDATA[Suno]]></category>
		<category><![CDATA[Suno AI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://preset.id/2026/07/22/suno-data-breach-55-juta-user-generator-musik-ai-bocor-apa-yang-harus-kamu-lakukan/</guid>

					<description><![CDATA[Suno data breach dilaporkan menyentuh 55,3 juta user lewat HIBP. Data pribadi, partial kartu, hingga source code ikut terbawa. Ini yang perlu kamu cek.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kabar keamanan AI lagi-lagi miring. Layanan generator musik AI <strong>Suno data breach</strong> dilaporkan menyentuh lebih dari 55,3 juta pengguna, menurut Have I Been Pwned (HIBP) yang dikutip TechCrunch. Ini bukan rumor kecil di timeline: dataset yang bocor mencakup data pribadi, jejak belanja, bahkan potongan nomor kartu pembayaran.</p>
<p>Saya baca laporannya dua kali karena angkanya gila. 55 juta orang. Untuk platform musik AI, itu hampir seukuran basis pengguna layanan consumer besar. Yang bikin gerah: insidennya sendiri terjadi November 2025, tapi baru terungkap belakangan lewat liputan 404 Media, lalu dikonfirmasi lewat skala yang dipublikasikan HIBP.</p>
<h2>Apa yang bocor di kasus Suno data breach</h2>
<p>Menurut ringkasan TechCrunch dari data yang diterima HIBP, data yang dicuri mencakup nama, alamat fisik, email, nomor telepon, riwayat pembelian, serta partial payment card number dari akun Stripe Suno, termasuk tanggal kedaluwarsa kartu.</p>
<p>Itu kombinasi yang berisiko. Email plus nomor telepon sudah cukup buat phishing. Tambah alamat fisik dan jejak pembelian, profil korbannya jadi jauh lebih utuh. Partial card number memang bukan full PAN, tapi tetap material buat social engineering, terutama kalau digabung data lain dari breach terpisah.</p>
<p>Yang lebih sensitif lagi: pencurian juga mencakup source code Suno. Dari situ, laporan menyebut indikasi perusahaan mengikis (scrape) jutaan lagu dan lirik dari layanan streaming populer seperti Deezer, Genius, dan YouTube untuk melatih model. Beberapa label rekaman besar memang sedang menggugat Suno atas dugaan pelanggaran hak cipta lewat mass-scraping.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/07/21/openai-dan-hugging-face-insiden-keamanan-ai-yang-bikin-sandbox-dipertanyakan/">OpenAI dan Hugging Face: Insiden Keamanan AI yang Bikin Sandbox Dipertanyakan</a></p>
<h2>Kenapa Suno data breach baru ramai sekarang</h2>
<p>Timeline-nya yang bikin saya geleng. Breach November 2025. Pengungkapan skala massal ke publik lewat HIBP baru belakangan, setelah 404 Media mengangkat isu ini. Jeda berbulan-bulan itu penting: semakin lama notifikasi tertunda, semakin kecil peluang pengguna mengganti password, memantau rekening, atau menolak penipuan yang memakai data mereka.</p>
<p>TechCrunch menulis Suno belum secara terbuka mengumumkan serangan siber itu di situs resminya, dan belum jelas apakah individu yang terdampak sudah dinotifikasi. Co-founder Mikey Shulman tidak membalas permintaan komentar TechCrunch. Setelah artikel terbit, juru bicara Suno Rachel Racusen tidak membantah angka pengguna terdampak, dan mengonfirmasi ada security incident di November 2025. Mereka juga tidak menyerahkan contoh komunikasi notifikasi ke pengguna saat ditanya.</p>
<p>Bagi saya, konfirmasi tanpa transparansi publik itu justru lebih mengganggu. Perusahaan AI consumer sering jualan “mudah, cepat, ajaib”. Keamanan dan notifikasi breach seharusnya sama kencangnya dengan marketing fitur.</p>
<h2>Dampak praktis buat pengguna generator musik AI</h2>
<p>Kalau kamu pernah daftar atau bayar di Suno, anggap data kontakmu mungkin ikut. Langkah paling masuk akal:</p>
<ul>
<li>Cek email terkait di Have I Been Pwned, lalu pantau spam dan phishing bertema “reset password Suno” atau “refund musik AI”.</li>
<li>Ganti password akun musik AI dan email yang sama, plus aktifkan 2FA di mana pun tersedia.</li>
<li>Waspadai SMS/WhatsApp yang mengaku customer support dan minta kode OTP.</li>
<li>Pantau mutasi kartu/rekening. Partial card data plus data belanja bisa dipakai buat rekayasa sosial ke bank atau merchant.</li>
<li>Jangan pakai ulang password yang sama di layanan AI lain. Pola breach AI consumer sedang naik; reuse password mempercepat domino.</li>
</ul>
<p>Yang sering disepelekan: data “cuma email dan nama” tetap mahal di pasar dark web. Ditambah nomor telepon dan alamat, skrip penipuan lokal bisa jauh lebih meyakinkan.</p>
<h2>Source code bocor, gugatan label, dan risiko ganda</h2>
<p>Breach ini menabrak dua isu sekaligus: privasi pengguna dan sengketa hak cipta. Source code yang bocor disebut membuka cara kerja scraping untuk training. Di saat yang sama, label besar sudah menggugat Suno. Dari sisi reputasi, itu double hit: pengguna takut data bocor, industri musik takut katalognya dikuras tanpa izin.</p>
<p>Buat developer dan founder AI di Indonesia, pelajaran kasarnya sederhana. Pipeline training yang agresif tanpa audit sumber data, plus penyimpanan PII pelanggan di satu permukaan serangan, itu utang teknis yang bunga majemuknya gila. Saat code base ikut bocor, bukan cuma user data yang keluar; metode, prompt pipeline, dan celah internal juga bisa dibaca lawan atau attacker lain.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/07/22/buzz-ai-agent-workspace-upaya-jack-dorsey-geser-slack-dan-github/">Buzz AI Agent Workspace: Upaya Jack Dorsey Geser Slack dan GitHub</a></p>
<h2>Pola yang berulang di industri AI consumer</h2>
<p>Saya lihat polanya mirip kasus keamanan AI lain yang ramai pekan ini: ekspansi fitur kencang, basis pengguna meledak, permukaan serangan ikut membesar. Bedanya, generator musik menyentuh data hiburan harian orang: selera lagu, riwayat generate, metode bayar. Itu intim.</p>
<p>Perusahaan AI sering fokus ke latency model dan “wow demo”, tapi logging pembayaran, export database customer, dan segmentasi akses internal ketinggalan. Stripe partial card data ikut terbawa menandakan boundary antara sistem billing dan data aplikasi mungkin tidak rapat.</p>
<p>Regulasi di banyak negara sudah menuntut notifikasi breach dalam jendela waktu ketat. Kalau insiden November 2025 baru dibahas publik di 2026 tanpa pengumuman jelas di situs, itu sinyal governance yang lemah, terlepas dari seberapa bagus model musiknya.</p>
<h2>Yang harus dituntut dari layanan AI musik ke depan</h2>
<p>Standar minimum yang masuk akal buat pengguna:</p>
<ul>
<li>Public incident report: kapan kejadian, vektor serangan level tinggi, data apa yang terdampak, apa yang belum.</li>
<li>Notifikasi langsung ke user, bukan cuma jawaban ke media setelah diliput.</li>
<li>Forced password reset atau session revoke massal jika kredensial berisiko.</li>
<li>Audit pihak ketiga atas penyimpanan PII dan integrasi payment.</li>
<li>Kebijakan retensi data yang agresif: jangan simpan alamat fisik atau data belanja lebih lama dari kebutuhan bisnis/pajak.</li>
</ul>
<p>Kalau layanan AI cuma bilang “kami serius soal keamanan” tanpa timeline dan bukti, itu copy marketing, bukan kontrol keamanan.</p>
<h2>FAQ singkat soal Suno data breach</h2>
<p><strong>Apakah semua pengguna pasti terdampak?</strong><br />
HIBP menyebut dataset mencakup lebih dari 55,3 juta orang. Tanpa daftar resmi dari Suno, anggap akun yang pernah terdaftar/bertransaksi berisiko sampai ada klarifikasi lebih rinci.</p>
<p><strong>Apakah nomor kartu utuh ikut bocor?</strong><br />
Laporan menyebut partial payment card numbers plus expiry dari akun Stripe, bukan gambaran full card number di liputan TechCrunch. Tetap pantau transaksi mencurigakan.</p>
<p><strong>Apa kaitannya dengan gugatan label rekaman?</strong><br />
Terpisah secara hukum, tapi source code yang bocor menyingkap dugaan scraping katalog musik. Isu privasi dan isu copyright jadi saling perkuat di sorotan publik.</p>
<p><strong>Haruskah saya hapus akun?</strong><br />
Kalau tidak aktif dipakai, menonaktifkan atau menghapus akun plus ganti password email adalah langkah bersih. Kalau masih dipakai, kunci dulu akses (password + 2FA) dan pantau email phishing.</p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p><strong>Suno data breach</strong> yang menyentuh 55,3 juta user adalah pengingat kasar: AI musik bukan cuma mainan kreatif. Di baliknya ada database manusia sungguhan. Keterlambatan transparansi, data billing yang ikut tersedot, plus source code yang membuka praktik training, bikin kasus ini lebih berat dari “sekadar email bocor”.</p>
<p>Buat kamu yang gemar generate lagu pakai AI, anggap keamanan akun sama pentingnya dengan kualitas model. Buat industri, ini PR ganda: jaga data user, dan bersihkan rantai pasok data latih. Kalau dua-duanya bolong, kepercayaan publik akan lebih cepat habis daripada token di server.</p>
<p><strong>Sumber:</strong> <a href="https://techcrunch.com/2026/07/21/ai-music-generator-suno-breach-affects-55m-users-per-have-i-been-pwned/" target="_blank" rel="noopener">TechCrunch — AI music generator Suno breach affects 55M users, per Have I Been Pwned</a>; pelaporan awal oleh 404 Media; data skala dari Have I Been Pwned. Sumber gambar cover: foto terkait liputan TechCrunch (Mikey Shulman / Suno).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meta Token Budgets: Saat Biaya AI Mulai Jadi Batas Baru di Industri Teknologi</title>
		<link>https://preset.id/2026/07/15/meta-token-budgets-biaya-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Davina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 08:34:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Adam Mosseri]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Biaya AI]]></category>
		<category><![CDATA[Developer]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<category><![CDATA[Produktivitas AI]]></category>
		<category><![CDATA[Token Budget]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://preset.id/2026/07/15/meta-token-budgets-biaya-ai/</guid>

					<description><![CDATA[Meta token budgets jadi sinyal baru bahwa biaya AI kini dihitung lebih ketat. Ini dampaknya buat developer, vendor model, dan masa depan perang AI.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Meta token budgets</strong> mulai jadi sinyal baru di industri AI: biaya pemakaian AI internal mungkin segera dibatasi per engineer. Buat saya, ini bukan sekadar cerita efisiensi kantor. Ini tanda perang AI pindah dari adu model ke adu disiplin biaya.</p>
<p>Adam Mosseri, Head of Instagram di Meta, bilang token AI bisa diperlakukan seperti resource lain: sama kayak payroll, GPU, CPU, RAM, dan storage. Kalau pola ini menyebar, perusahaan besar bakal masuk fase baru. Bukan lagi siapa paling sering pakai AI, tapi siapa paling pintar mengunci biaya tanpa mematikan produktivitas.</p>
<h2>Meta token budgets: sinyal bahwa AI mulai dihitung serius</h2>
<p>Dari laporan TechCrunch, Mosseri melihat masa depan ketika cap token per engineer jadi normal. Artinya, AI tidak lagi diperlakukan sebagai mainan eksperimen tak terbatas. AI berubah jadi pos biaya yang harus dipantau, seperti cloud bill.</p>
<p>Meta sendiri disebut sudah sempat menutup leaderboard token internal setelah biaya AI bikin pengeluaran melonjak. Itu detail penting, karena menunjukkan masalahnya bukan teori. Perusahaan besar memang sudah ketemu tembok: makin banyak AI dipakai, makin cepat tagihan naik.</p>
<p>Token dalam konteks ini adalah unit hitung untuk input dan output model AI. Semakin panjang prompt, semakin panjang respons, dan semakin kompleks workflow agentic yang dipakai, semakin besar biaya yang bisa muncul. Di skala individu mungkin kecil, tapi di skala ribuan engineer, angkanya bisa meledak.</p>
<h2>Kenapa Meta token budgets bisa jadi tren baru</h2>
<p>Alasan paling jelas: AI coding, AI analitik, dan AI asisten kerja makin sering dipakai di tim produk. Kalau tiap prompt, output, dan chain of thought berujung biaya nyata, perusahaan butuh pagar. Tanpa itu, optimasi kecil bisa berubah jadi pemborosan besar.</p>
<p>Meta juga bukan sendirian. Di laporan yang sama, Uber disebut sudah mengalami reckoning AI coding budget. Microsoft juga disebut memangkas lisensi Claude Code dan mendorong engineer ke Copilot CLI milik sendiri. Polanya sama: perusahaan mulai lebih ketat mengatur alat AI yang paling boros.</p>
<p>Menurut saya, ini fase wajar setelah hype awal. Saat teknologi baru masuk kantor, perusahaan biasanya memberi ruang eksperimen. Setelah pemakaian naik, barulah muncul pertanyaan yang lebih keras: pekerjaan apa yang benar-benar terbantu, dan pekerjaan apa yang hanya membakar token?</p>
<h2>Yang paling menarik: AI akan diperlakukan seperti payroll</h2>
<p>Ini bagian paling penting dari pernyataan Mosseri. Dia membandingkan token budgets dengan cara perusahaan membagi kapasitas kerja antar tim. Logikanya mirip budgeting SDM: kalau satu tim serakah, tim lain bisa kekurangan resource.</p>
<p>Kalau pendekatan ini jadi standar, engineer yang sering pakai AI bukan otomatis menang. Yang menang justru engineer yang bisa pakai AI buat kerja cepat tanpa membakar biaya berlebihan. Jadi metriknya bergeser dari volume pemakaian ke ROI.</p>
<p>Perubahan ini juga bisa memaksa tim engineering menulis prompt dan workflow lebih rapi. Prompt panjang tanpa arah, loop otomatis yang tidak berhenti, atau agent yang berkali-kali membaca file sama bisa jadi masalah biaya. Dengan <strong>Meta token budgets</strong>, kebiasaan seperti itu akan lebih cepat kelihatan.</p>
<h2>Dampaknya ke developer dan tim produk</h2>
<p>Buat developer, tren ini bisa terasa seperti pembatasan. Tapi kalau dibaca lebih dingin, ini juga dorongan supaya pemakaian AI lebih profesional. Developer perlu tahu kapan memakai model besar, kapan cukup model kecil, dan kapan lebih baik pakai script biasa.</p>
<p>Tim produk juga akan diminta membuktikan manfaat fitur AI secara lebih jelas. Fitur yang kelihatan keren tapi mahal bisa kalah dari fitur sederhana yang benar-benar menghemat waktu pengguna. Di sinilah AI mulai masuk logika bisnis normal: fitur harus punya biaya, manfaat, dan batas operasional yang jelas.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/07/14/uber-robotaxi-ai-kenapa-strategi-baru-uber-penting-buat-masa-depan-mobilitas/">Uber Robotaxi AI: Kenapa Strategi Baru Uber Penting Buat Masa Depan Mobilitas</a></p>
<h2>Dampaknya ke pengguna biasa dan industri AI</h2>
<p>Buat pengguna umum, efek langsungnya mungkin tidak terasa hari ini. Tapi buat industri, ini sinyal penting. Kalau perusahaan besar mulai disiplin, vendor AI juga bakal ditekan buat bikin model lebih murah, lebih efisien, dan lebih mudah dipatok biayanya.</p>
<p>Di sisi lain, ini bisa bikin adopsi AI di internal perusahaan jadi lebih matang. Banyak organisasi selama ini semangat coba-coba, tapi belum punya kontrol biaya. Begitu token budgets masuk, AI dipaksa naik kelas dari sekadar demo ke alat produksi yang benar-benar dihitung manfaatnya.</p>
<p>Efek lanjutannya bisa masuk ke produk harian. Kita mungkin akan makin sering melihat batas kuota AI, paket premium berbasis pemakaian, atau fitur AI yang dibedakan berdasarkan model murah dan model mahal. Ini mirip evolusi cloud computing: awalnya semua terasa fleksibel, lalu biaya memaksa semua orang belajar optimasi.</p>
<h2>Kenapa berita ini relevan buat pembaca Indonesia</h2>
<p>Banyak perusahaan di Indonesia lagi gencar adopsi AI buat customer service, marketing, coding, sampai operasional. Begitu biaya per prompt mulai dihitung serius, keputusan pakai AI akan makin selektif. Tidak semua tugas butuh model mahal.</p>
<p>Di level praktis, berita ini juga mengingatkan satu hal: AI paling berguna bukan yang paling sering dipakai, tapi yang paling pas dipakai. Buat bisnis, itu beda besar. Buat pembaca, itu artinya kita akan makin sering lihat perang harga, bundling, dan pembatasan kuota AI di produk kerja sehari-hari.</p>
<p><strong>Meta token budgets</strong> juga relevan buat startup lokal. Kalau startup kecil meniru workflow AI perusahaan besar tanpa kontrol biaya, burn rate bisa naik diam-diam. Karena itu, sejak awal perlu ada dashboard biaya, aturan pemakaian model, dan evaluasi output yang jelas.</p>
<h2>Kesimpulan: perang AI masuk fase hemat</h2>
<p><strong>Meta token budgets</strong> menunjukkan arah baru industri AI. Fase berikutnya bukan cuma soal model paling canggih, tapi soal siapa bisa bikin AI tetap kuat sambil tetap murah. Di titik ini, efisiensi jadi senjata utama.</p>
<p>Buat saya, ini kabar bagus. Pasar AI yang terlalu liar biasanya cepat boros. Begitu perusahaan besar mulai narik rem, produk yang bertahan biasanya yang paling berguna, bukan yang paling heboh.</p>
<p>Kalau kamu memakai AI untuk kerja, pelajarannya sederhana: jangan cuma mengejar output cepat. Hitung juga kualitas, biaya, dan apakah AI benar-benar menyelesaikan masalah. Di fase baru ini, prompt pintar saja tidak cukup. Pemakaian yang hemat juga mulai jadi skill penting.</p>
<h2>FAQ singkat</h2>
<p><strong>Apa itu token budget AI?</strong> Pembatasan biaya pemakaian AI berdasarkan token, yaitu unit hitung untuk input dan output model.</p>
<p><strong>Kenapa Meta mempertimbangkan cap token?</strong> Karena biaya AI internal bisa membengkak kalau dipakai tanpa kontrol.</p>
<p><strong>Apakah ini berdampak ke pengguna biasa?</strong> Tidak langsung, tapi bisa memengaruhi harga, kuota, dan fitur AI di produk kerja ke depan.</p>
<p><strong>Apakah semua perusahaan akan meniru Meta?</strong> Belum tentu, tapi perusahaan besar yang memakai AI intensif kemungkinan akan mulai membuat aturan biaya yang mirip.</p>
<p><strong>Sumber:</strong> <a href="https://techcrunch.com/2026/07/14/metas-adam-mosseri-says-ai-token-budgets-could-soon-be-capped-per-engineer/" target="_blank" rel="noopener">TechCrunch</a>, <a href="https://inet.detik.com/law-and-policy/d-8574951/dituding-pakai-ai-untuk-phk-ribuan-karyawan-meta-digugat" target="_blank" rel="noopener">detikInet</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apple Sues OpenAI: Kenapa Gugatan Rahasia Hardware Ini Penting Buat Masa Depan AI</title>
		<link>https://preset.id/2026/07/11/apple-sues-openai-rahasia-hardware-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Davina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2026 02:07:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[ChatGPT]]></category>
		<category><![CDATA[Hardware AI]]></category>
		<category><![CDATA[OpenAI]]></category>
		<category><![CDATA[Trade Secret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://preset.id/2026/07/11/apple-sues-openai-rahasia-hardware-ai/</guid>

					<description><![CDATA[Apple sues OpenAI karena dugaan pencurian rahasia dagang hardware. Kasus ini jadi sinyal bahwa perang AI kini pindah dari model ke perangkat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apple sues OpenAI</strong> karena dugaan pencurian rahasia dagang hardware. Kasus ini bukan sekadar ribut hukum biasa, tapi sinyal keras kalau perang AI sudah naik kelas: dari model, pindah ke perangkat, data, dan desain produk.</p>
<p>Yang bikin menarik, Apple tidak cuma menyerang OpenAI sebagai perusahaan. Gugatan itu juga menyeret mantan karyawan Apple yang kini bekerja di proyek hardware OpenAI, jadi isu utamanya bukan cuma siapa bikin AI lebih pintar, tapi siapa boleh membawa pengetahuan internal ke kompetitor.</p>
<h2>Apple sues OpenAI: inti tuduhan yang paling penting</h2>
<p>Menurut laporan media besar yang mengutip gugatan tersebut, Apple menuduh ada skema untuk mengambil trade secret terkait pengembangan hardware. Dugaan ini muncul di tengah rencana OpenAI membangun perangkat AI sendiri, jadi konflik bergerak dari software ke produk fisik.</p>
<p>Di level bisnis, ini sensitif banget. Kalau benar ada informasi internal yang dipakai ulang, maka yang diperebutkan bukan cuma ide, tapi juga arah desain, prototipe, dan strategi produk yang nilainya jauh lebih mahal daripada sekadar kode sumber.</p>
<p>Apple juga punya alasan kuat buat pasang garis keras. Perusahaan sebesar Apple biasanya hidup dari disiplin rahasia internal, rantai pengembangan tertutup, dan kontrol ketat atas roadmap produk. Begitu rahasia itu bocor ke pemain AI, efeknya bisa panjang.</p>
<h2>Kenapa kasus ini penting buat industri AI</h2>
<p>Selama ini banyak orang lihat perang AI cuma dari sisi model: siapa paling pintar, siapa paling murah, siapa paling cepat. Kasus Apple sues OpenAI nunjukin lapisan lain yang sama pentingnya: hardware AI.</p>
<p>Hardware itu bukan aksesoris. Kalau AI mau masuk ke wajah baru seperti wearable, asisten rumah, atau gadget personal, maka desain chip, sensor, mikrofon, kamera, baterai, dan integrasi sistem jadi medan perang utama.</p>
<p>Itu sebabnya kasus ini terasa lebih besar dari sekadar sengketa satu karyawan. Kalau perusahaan AI besar mulai berebut orang-orang hardware kelas atas, pasar bakal makin mirip perang talenta ala semikonduktor, bukan cuma perang chatbot.</p>
<h2>OpenAI lagi dorong hardware, Apple lagi jaga benteng</h2>
<p>OpenAI selama ini identik dengan software, tapi arah terbaru menunjukkan ambisi yang lebih lebar. Begitu perusahaan masuk ke ranah perangkat, mereka butuh orang yang paham manufaktur, supply chain, industrial design, dan pengalaman produk konsumen.</p>
<p>Di sisi lain, Apple justru terkenal sebagai perusahaan yang sangat protektif. Jadi benturan keduanya hampir tak terhindarkan: satu pihak ingin membangun produk AI baru, pihak lain ingin menjaga agar pengetahuan internal tidak pindah tanpa batas.</p>
<p>Yang paling penting di sini adalah dampak strategisnya. Kalau Apple berani menggugat, berarti mereka menilai risiko ini cukup besar untuk dibawa ke pengadilan, bukan diselesaikan diam-diam lewat perjanjian internal.</p>
<h2>Apa arti gugatan ini buat pengguna</h2>
<p>Buat pengguna biasa, efek langsung mungkin belum terasa hari ini. Tapi dalam jangka menengah, kasus seperti ini bisa mengubah kecepatan lahirnya gadget AI baru, harga produk, sampai pilihan platform yang tersedia di pasaran.</p>
<p>Kalau jalur hardware AI jadi lebih rumit secara hukum, beberapa perusahaan bisa melambat. Tapi di sisi lain, kompetisi juga bisa memaksa pemain besar untuk lebih hati-hati, sehingga produk yang lahir nanti punya fondasi legal yang lebih bersih.</p>
<p>Artinya, berita ini bukan cuma soal siapa salah siapa benar. Ini juga soal bagaimana industri AI akan membangun perangkat generasi berikutnya tanpa nabrak batas rahasia dagang.</p>
<p>Dalam konteks Indonesia, kasus begini relevan karena banyak pembaca mengikuti ekosistem AI global lewat produk Apple, OpenAI, Google, dan Microsoft. Begitu sengketa besar muncul, efeknya sering merembet ke arah harga, integrasi software, dan rencana rilis fitur baru di pasar lokal.</p>
<h2>Apakah ini bakal ganggu produk AI yang sedang disiapkan?</h2>
<p>Belum tentu langsung. Gugatan semacam ini bisa panjang, penuh bantahan, dan ujungnya belum tentu sesuai narasi awal. Tapi masalah hukum tetap bisa mengganggu fokus tim, membebani komunikasi publik, dan bikin investor lebih waspada.</p>
<p>Kalau OpenAI memang sedang serius bikin perangkat, maka kasus ini bisa memaksa mereka memperkuat kepatuhan internal. Biasanya setelah skandal seperti ini, perusahaan akan lebih ketat soal dokumentasi, akses data, dan batas kerja mantan karyawan.</p>
<p>Untuk Apple sendiri, langkah ini juga pesan politik bisnis: jangan anggap perusahaan yang dulu partner bisa terus dipercaya tanpa batas kalau sudah masuk ke area yang dianggap terlalu sensitif.</p>
<h2>Kenapa judul ini layak klik sekarang</h2>
<p>Topik ini fresh, jelas, dan punya tiga unsur kuat buat pembaca teknologi: Apple, OpenAI, dan rahasia hardware. Kombinasi itu biasanya kuat secara pencarian karena orang ingin tahu bukan cuma gosip hukumnya, tapi juga implikasi ke arah produk AI.</p>
<p>Kalau ditulis dengan angle yang tepat, artikel bisa masuk dua jalur sekaligus: berita teknologi dan analisis industri. Itu bagus buat SEO karena query seperti “Apple sues OpenAI”, “OpenAI hardware”, dan “trade secret Apple” saling beririsan.</p>
<p>Buat saya, inilah tipe berita yang paling pas untuk dibahas hari ini: cukup besar untuk menarik klik, cukup spesifik untuk punya nilai berita, dan cukup teknis untuk memberi pembaca konteks yang bermanfaat.</p>
<h2>Kesimpulan: perang AI pindah ke ranah hardware</h2>
<p>Kasus Apple sues OpenAI memperlihatkan bahwa perang AI sudah keluar dari ruang model dan masuk ke jantung produk. Begitu hardware ikut main, rahasia dagang jadi aset paling panas.</p>
<p>Buat pembaca, ini pertanda satu hal: persaingan AI ke depan bukan cuma soal siapa punya chatbot terbaik, tapi siapa punya perangkat terbaik dan siapa bisa membangunnya tanpa tersandung hukum.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/07/10/openai-gpt-5-6-jadi-model-pilihan-microsoft-copilot-365-apa-artinya/">OpenAI GPT-5.6 Jadi Model Pilihan Microsoft Copilot 365, Apa Artinya?</a></p>
<h2>FAQ singkat</h2>
<p><strong>Apakah gugatan ini sudah membuktikan OpenAI bersalah?</strong><br />Tidak. Gugatan baru berarti tuduhan hukum diajukan. Pembuktian tetap di pengadilan.</p>
<p><strong>Kenapa Apple fokus ke hardware?</strong><br />Karena isu utamanya terkait rencana perangkat AI dan dugaan rahasia dagang desain produk.</p>
<p><strong>Apakah ini akan menghambat produk AI baru?</strong><br />Bisa mengganggu kecepatan dan strategi, tapi belum tentu menghentikan produk yang sudah disiapkan.</p>
<h2>Sumber</h2>
<ul>
<li><a href="https://techcrunch.com/2026/07/10/apple-sues-openai-over-alleged-trade-secret-theft/" target="_blank" rel="noopener">TechCrunch</a></li>
<li><a href="https://www.wired.com/story/apple-sues-openai-allegedly-stealing-ip-hardware/" target="_blank" rel="noopener">WIRED</a></li>
<li><a href="https://news.google.com/rss/search?q=Apple+OpenAI+lawsuit&#038;hl=en-US&#038;gl=US&#038;ceid=US:en" target="_blank" rel="noopener">Google News</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sapi Kurban Prabowo: Siapa yang Sebenarnya Berkurban?</title>
		<link>https://preset.id/2026/05/27/sapi-kurban-prabowo-apbn-rp100-miliar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Davina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 07:29:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran Negara]]></category>
		<category><![CDATA[APBN]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi Kurban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://preset.id/2026/05/27/sapi-kurban-prabowo-apbn-rp100-miliar/</guid>

					<description><![CDATA[Sapi Kurban Prabowo memicu diskusi publik soal kurban, APBN, simbol politik, dan dampaknya ke masyarakat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[</p>
<p><strong>Sapi kurban Prabowo</strong> mendadak jadi salah satu topik paling ramai dibahas publik. Bukan hanya karena jumlahnya besar, tetapi karena anggaran pengadaannya disebut mencapai sekitar Rp100 miliar dan bersumber dari APBN.</p>
<p>Angka yang banyak dikutip media adalah <strong>1.098 ekor sapi</strong>. Kalau total Rp100 miliar dibagi rata ke jumlah tersebut, hasilnya sekitar <strong>Rp91 juta per ekor</strong>. Dari sinilah perdebatan mulai melebar: apakah ini kurban pribadi presiden, bantuan negara, atau program kemasyarakatan yang kebetulan disalurkan lewat nama presiden?</p>
<p>Di media sosial, pertanyaannya bahkan lebih sederhana: <em>kalau dananya dari APBN, siapa yang sebenarnya berkurban?</em></p>
<div id="ez-toc-container" class="ez-toc-v2_0_84 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction">
<div class="ez-toc-title-container">
<p class="ez-toc-title" style="cursor:inherit">Table of Contents</p>
<p><span class="ez-toc-title-toggle"><a href="#" class="ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle" aria-label="Toggle Table of Content"><span class="ez-toc-js-icon-con"><span class=""><span class="eztoc-hide" style="display:none;">Toggle</span><span class="ez-toc-icon-toggle-span"><svg style="fill: #999;color:#999" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" class="list-377408" width="20px" height="20px" viewBox="0 0 24 24" fill="none"><path d="M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z" fill="currentColor"></path></svg><svg style="fill: #999;color:#999" class="arrow-unsorted-368013" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="10px" height="10px" viewBox="0 0 24 24" version="1.2" baseProfile="tiny"><path d="M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z"/></svg></span></span></span></a></span></div>
<nav>
<ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' >
<li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-1" href="https://preset.id/2026/05/27/sapi-kurban-prabowo-apbn-rp100-miliar/#Sapi_Kurban_Prabowo_Disebut_Pakai_APBN_Rp100_Miliar">Sapi Kurban Prabowo Disebut Pakai APBN Rp100 Miliar</a></li>
<li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-2" href="https://preset.id/2026/05/27/sapi-kurban-prabowo-apbn-rp100-miliar/#Hitungan_Rp100_Miliar_Dibagi_1098_Sapi">Hitungan Rp100 Miliar Dibagi 1.098 Sapi</a></li>
<li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-3" href="https://preset.id/2026/05/27/sapi-kurban-prabowo-apbn-rp100-miliar/#Kenapa_Publik_Ramai_Memperdebatkannya">Kenapa Publik Ramai Memperdebatkannya?</a></li>
<li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-4" href="https://preset.id/2026/05/27/sapi-kurban-prabowo-apbn-rp100-miliar/#APBN_Bantuan_Negara_dan_Branding_Personal">APBN, Bantuan Negara, dan Branding Personal</a></li>
<li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-5" href="https://preset.id/2026/05/27/sapi-kurban-prabowo-apbn-rp100-miliar/#Apakah_Harga_Rp91_Juta_per_Sapi_Masuk_Akal">Apakah Harga Rp91 Juta per Sapi Masuk Akal?</a></li>
<li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-6" href="https://preset.id/2026/05/27/sapi-kurban-prabowo-apbn-rp100-miliar/#Yang_Dibutuhkan_Transparansi_Bukan_Sekadar_Bantahan">Yang Dibutuhkan: Transparansi, Bukan Sekadar Bantahan</a></li>
<li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-7" href="https://preset.id/2026/05/27/sapi-kurban-prabowo-apbn-rp100-miliar/#Kesimpulan">Kesimpulan</a></li>
<li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-8" href="https://preset.id/2026/05/27/sapi-kurban-prabowo-apbn-rp100-miliar/#Sumber">Sumber</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<h2><span class="ez-toc-section" id="Sapi_Kurban_Prabowo_Disebut_Pakai_APBN_Rp100_Miliar"></span><span class="ez-toc-section" id="Sapi_Kurban_Prabowo_Disebut_Pakai_APBN_Rp100_Miliar"></span><span class="ez-toc-section" id="Sapi_Kurban_Prabowo_Disebut_Pakai_APBN_Rp100_Miliar"></span><span class="ez-toc-section" id="Sapi_Kurban_Prabowo_Disebut_Pakai_APBN_Rp100_Miliar"></span>Sapi Kurban Prabowo Disebut Pakai APBN Rp100 Miliar<span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span></h2>
<p>Isu ini ramai setelah sejumlah media memberitakan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 sapi kurban untuk Idul Adha tahun ini. Dalam laporan yang beredar, anggaran pengadaan sapi tersebut disebut sekitar Rp100 miliar dan berasal dari APBN melalui pos bantuan kemasyarakatan presiden.</p>
<p>Secara program, pemerintah menyebut sapi-sapi itu disalurkan ke berbagai daerah. Jadi, ini bukan sekadar satu atau dua sapi simbolis, melainkan distribusi dalam skala nasional.</p>
<p>Namun, cara penyebutan di ruang publik membuat topik ini cepat menjadi sensitif. Banyak headline dan unggahan memakai frasa “sapi kurban Prabowo”. Di sisi lain, sumber anggarannya disebut dari APBN, yang pada dasarnya adalah uang negara.</p>
<p>Di titik inilah muncul benturan persepsi. Sebagian publik melihatnya sebagai bantuan pemerintah kepada masyarakat. Sebagian lain mempertanyakan kenapa program berbasis APBN dibingkai terlalu personal.</p>
<h2><span class="ez-toc-section" id="Hitungan_Rp100_Miliar_Dibagi_1098_Sapi"></span><span class="ez-toc-section" id="Hitungan_Rp100_Miliar_Dibagi_1098_Sapi"></span><span class="ez-toc-section" id="Hitungan_Rp100_Miliar_Dibagi_1098_Sapi"></span><span class="ez-toc-section" id="Hitungan_Rp100_Miliar_Dibagi_1098_Sapi"></span>Hitungan Rp100 Miliar Dibagi 1.098 Sapi<span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span></h2>
<p>Salah satu alasan topik ini viral adalah hitungan sederhananya. Jika Rp100.000.000.000 dibagi 1.098 ekor sapi, maka rata-ratanya menjadi:</p>
<p><strong>Rp100.000.000.000 ÷ 1.098 = sekitar Rp91.074.681 per ekor sapi.</strong></p>
<p>Angka sekitar Rp91 juta per sapi itu langsung memancing reaksi netizen. Banyak yang membandingkannya dengan harga sapi kurban biasa yang mereka temui di pasaran, yang sering kali berada di rentang puluhan juta rupiah tergantung bobot, jenis, dan daerah.</p>
<p>Tapi perlu dicatat, rata-rata Rp91 juta tidak otomatis berarti semua sapi dibeli dengan harga yang sama. Dalam pengadaan skala besar, harga bisa berbeda-beda tergantung beberapa faktor, seperti:</p>
<ul>
<li>jenis sapi, misalnya Simental, Limousin, atau sapi lokal besar;</li>
<li>bobot sapi, terutama jika masuk kategori premium 800 kilogram sampai 1 ton;</li>
<li>lokasi pembelian dan distribusi;</li>
<li>biaya pemeriksaan kesehatan hewan;</li>
<li>biaya logistik, administrasi, dan pengiriman ke daerah.</li>
</ul>
<p>Karena itu, angka Rp91 juta lebih tepat dibaca sebagai rata-rata kasar dari total anggaran yang disebut di media, bukan bukti final bahwa setiap ekor sapi pasti bernilai persis Rp91 juta.</p>
<h2><span class="ez-toc-section" id="Kenapa_Publik_Ramai_Memperdebatkannya"></span><span class="ez-toc-section" id="Kenapa_Publik_Ramai_Memperdebatkannya"></span><span class="ez-toc-section" id="Kenapa_Publik_Ramai_Memperdebatkannya"></span><span class="ez-toc-section" id="Kenapa_Publik_Ramai_Memperdebatkannya"></span>Kenapa Publik Ramai Memperdebatkannya?<span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span></h2>
<p>Perdebatan ini sebenarnya bukan cuma soal harga sapi. Yang lebih besar adalah soal <strong>framing</strong> dan transparansi anggaran.</p>
<p>Di media sosial X, banyak komentar mempertanyakan status kurban tersebut. Ada yang menulis bahwa jika menggunakan APBN, maka seharusnya disebut sebagai kurban atau bantuan dari negara, bukan dari pribadi presiden. Ada juga yang menyindir bahwa rakyat ikut “berkurban” karena APBN berasal dari penerimaan negara, termasuk pajak.</p>
<p>Sementara itu, ada pula komentar yang membela dengan argumen bahwa program tersebut merupakan bantuan kemasyarakatan presiden. Dalam sudut pandang ini, penyaluran sapi kurban dianggap sebagai bentuk bantuan sosial keagamaan yang dikelola pemerintah, bukan pengeluaran pribadi.</p>
<p>Dua pandangan ini menunjukkan masalah utamanya: publik butuh penjelasan yang lebih terang. Bukan hanya soal total anggaran, tetapi juga bagaimana mekanisme pengadaannya, siapa penerimanya, dan apakah penyebutannya sudah proporsional.</p>
<h2><span class="ez-toc-section" id="APBN_Bantuan_Negara_dan_Branding_Personal"></span><span class="ez-toc-section" id="APBN_Bantuan_Negara_dan_Branding_Personal"></span><span class="ez-toc-section" id="APBN_Bantuan_Negara_dan_Branding_Personal"></span><span class="ez-toc-section" id="APBN_Bantuan_Negara_dan_Branding_Personal"></span>APBN, Bantuan Negara, dan Branding Personal<span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span></h2>
<p>APBN adalah instrumen negara. Karena itu, setiap penggunaan anggaran publik biasanya akan dilihat dengan standar akuntabilitas yang lebih tinggi dibanding pengeluaran pribadi.</p>
<p>Kalau program ini memang masuk pos bantuan kemasyarakatan presiden, pemerintah perlu menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami publik. Misalnya, apakah ini program rutin, bagaimana dasar anggarannya, siapa pelaksana teknisnya, dan bagaimana sapi-sapi tersebut dipilih serta didistribusikan.</p>
<p>Masalahnya, ruang media sosial bekerja cepat. Ketika publik membaca “Prabowo kurban 1.098 sapi” dan “pakai APBN Rp100 miliar” dalam satu narasi, respons yang muncul hampir pasti emosional.</p>
<p>Di sinilah pemerintah sering tersandung: program yang mungkin punya dasar administratif tetap bisa terlihat buruk jika komunikasinya tidak rapi.</p>
<h2><span class="ez-toc-section" id="Apakah_Harga_Rp91_Juta_per_Sapi_Masuk_Akal"></span><span class="ez-toc-section" id="Apakah_Harga_Rp91_Juta_per_Sapi_Masuk_Akal"></span><span class="ez-toc-section" id="Apakah_Harga_Rp91_Juta_per_Sapi_Masuk_Akal"></span><span class="ez-toc-section" id="Apakah_Harga_Rp91_Juta_per_Sapi_Masuk_Akal"></span>Apakah Harga Rp91 Juta per Sapi Masuk Akal?<span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span></h2>
<p>Untuk sapi kurban biasa, angka Rp91 juta memang terdengar tinggi. Namun untuk sapi premium berbobot besar, terutama di kisaran 900 kilogram sampai 1 ton, harga puluhan juta hingga mendekati Rp100 juta masih mungkin terjadi.</p>
<p>Beberapa pemberitaan daerah sebelumnya juga sering menyebut sapi pilihan pejabat atau presiden berasal dari peternak lokal dengan bobot besar dan harga premium. Biasanya, sapi seperti ini bukan hanya dihitung sebagai hewan kurban biasa, tetapi juga punya nilai simbolis karena disalurkan ke masjid besar atau daerah tertentu.</p>
<p>Meski begitu, publik tetap berhak bertanya. Jika totalnya Rp100 miliar, rincian anggaran akan sangat membantu menjawab kecurigaan. Misalnya, berapa harga rata-rata sapi per provinsi, berapa biaya logistik, dan apakah semua sapi masuk kategori premium.</p>
<p>Tanpa rincian semacam itu, angka Rp91 juta per ekor akan terus menjadi bahan gorengan di media sosial.</p>
<h2><span class="ez-toc-section" id="Yang_Dibutuhkan_Transparansi_Bukan_Sekadar_Bantahan"></span><span class="ez-toc-section" id="Yang_Dibutuhkan_Transparansi_Bukan_Sekadar_Bantahan"></span><span class="ez-toc-section" id="Yang_Dibutuhkan_Transparansi_Bukan_Sekadar_Bantahan"></span><span class="ez-toc-section" id="Yang_Dibutuhkan_Transparansi_Bukan_Sekadar_Bantahan"></span>Yang Dibutuhkan: Transparansi, Bukan Sekadar Bantahan<span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span></h2>
<p>Dalam isu seperti ini, bantahan singkat biasanya tidak cukup. Publik butuh data yang bisa dibaca dan diverifikasi.</p>
<p>Pemerintah bisa meredakan polemik dengan membuka informasi dasar, seperti:</p>
<ul>
<li>total anggaran final;</li>
<li>jumlah sapi yang benar-benar dibeli;</li>
<li>daftar daerah penerima;</li>
<li>rentang harga sapi per kategori bobot;</li>
<li>sumber pos anggaran dalam APBN;</li>
<li>mekanisme pengadaan dan pihak pelaksana.</li>
</ul>
<p>Kalau datanya jelas, publik bisa menilai dengan lebih adil. Kalau datanya tidak jelas, wajar jika ruang kosong itu diisi oleh spekulasi.</p>
<h2><span class="ez-toc-section" id="Kesimpulan"></span><span class="ez-toc-section" id="Kesimpulan"></span><span class="ez-toc-section" id="Kesimpulan"></span><span class="ez-toc-section" id="Kesimpulan"></span>Kesimpulan<span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span></h2>
<p>Polemik <strong>sapi kurban Prabowo</strong> menunjukkan bahwa isu anggaran publik tidak bisa hanya dilihat dari niat programnya. Cara menyebut, cara menjelaskan, dan cara membuka data juga sama pentingnya.</p>
<p>Secara hitungan kasar, Rp100 miliar untuk 1.098 sapi memang menghasilkan rata-rata sekitar Rp91 juta per ekor. Angka itu masih bisa masuk akal untuk sapi premium berbobot besar, tetapi tetap perlu rincian agar tidak menimbulkan salah paham.</p>
<p>Yang membuat isu ini meledak bukan semata harga sapi, melainkan pertanyaan mendasar dari publik: kalau dananya dari APBN, apakah ini kurban presiden, bantuan negara, atau kurban rakyat lewat uang negara?</p>
<p>Sampai pemerintah menjelaskan lebih rinci, pertanyaan itu kemungkinan masih akan terus bergulir.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/02/26/openclaw-agent-sering-lupa-cara-fix-memory/" target="_blank" rel="noopener">OpenClaw Agent Sering Lupa? Cara Fix Memory agar AI Agent Lebih Konsisten</a></p>
<p><strong>Baca juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://preset.id/2026/05/31/jadwal-piala-dunia-fifa-2026-format-baru-48-tim-dan-lokasi-tuan-rumah/">Jadwal Piala Dunia FIFA 2026</a></li>
<li><a href="https://preset.id/2026/05/28/duckduckgo-mendadak-naik-daun-pengguna-kabur-dari-google-usai-io-2026/">DuckDuckGo Naik Daun</a></li>
<li><a href="https://preset.id/2026/05/26/memori-hp-penuh-cara-mengosongkan-storage/">Memori HP Penuh</a></li>
</ul>
<h2><span class="ez-toc-section" id="Sumber"></span><span class="ez-toc-section" id="Sumber"></span><span class="ez-toc-section" id="Sumber"></span><span class="ez-toc-section" id="Sumber"></span>Sumber<span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span></h2>
<ul>
<li><a href="https://x.com/insidefolkative/status/2059441429265645731" target="_blank" rel="noopener">Folkative di X</a> — ringkasan berita soal 1.098 sapi kurban dan anggaran APBN.</li>
<li><a href="https://x.com/ARSIPAJA/status/2059212954810339800" target="_blank" rel="noopener">Jejak Digital di X</a> — unggahan viral yang memicu perdebatan publik.</li>
<li>Google News RSS: Kompas.com, CNBC Indonesia, CNN Indonesia, JPNN, Republika, dan DetikFinance terkait pemberitaan sapi kurban, APBN Rp100 miliar, serta respons pejabat.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiket Konser Westlife Jakarta 2027: Tips War dan Link Resmi</title>
		<link>https://preset.id/2026/05/21/tiket-konser-westlife-jakarta-2027/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Davina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 02:04:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[GBK]]></category>
		<category><![CDATA[Konser Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Tiket Konser]]></category>
		<category><![CDATA[Westlife]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://preset.id/2026/05/21/tiket-konser-westlife-jakarta-2027/</guid>

					<description><![CDATA[Tiket konser Westlife Jakarta 2027 ramai dicari. Simak alasan trending, tips war tiket, dan cara menghindari link palsu sebelum presale.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[</p>
<p><strong>Baca juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://preset.id/2026/03/11/freya-jkt48-laporkan-dugaan-manipulasi-foto-ai/">Freya JKT48 Laporkan Dugaan Manipulasi Foto AI, Kasusnya Kini Masuk Ranah Hukum</a></li>
<li><a href="https://preset.id/2026/05/31/ps5-pro-masuk-indonesia-worth-it-atau-cuma-buat-sultan/">PS5 Pro</a></li>
<li><a href="https://preset.id/2026/05/31/google-io-2026-gemini-ai-agent-search/">Google I/O 2026</a></li>
<li><a href="https://preset.id/2026/05/26/memori-hp-penuh-cara-mengosongkan-storage/">Memori HP</a></li>
</ul>
<div id="ez-toc-container" class="ez-toc-v2_0_84 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction">
<div class="ez-toc-title-container">
<p class="ez-toc-title" style="cursor:inherit">Table of Contents</p>
<p><span class="ez-toc-title-toggle"><a href="#" class="ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle" aria-label="Toggle Table of Content"><span class="ez-toc-js-icon-con"><span class=""><span class="eztoc-hide" style="display:none;">Toggle</span><span class="ez-toc-icon-toggle-span"><svg style="fill: #999;color:#999" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" class="list-377408" width="20px" height="20px" viewBox="0 0 24 24" fill="none"><path d="M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z" fill="currentColor"></path></svg><svg style="fill: #999;color:#999" class="arrow-unsorted-368013" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="10px" height="10px" viewBox="0 0 24 24" version="1.2" baseProfile="tiny"><path d="M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z"/></svg></span></span></span></a></span></div>
<nav>
<ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' >
<li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-1" href="https://preset.id/2026/05/21/tiket-konser-westlife-jakarta-2027/#Tiket_Konser_Westlife_Jakarta_2027_Jadi_Trending_Kenapa_Ramai">Tiket Konser Westlife Jakarta 2027 Jadi Trending, Kenapa Ramai?</a></li>
<li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-2" href="https://preset.id/2026/05/21/tiket-konser-westlife-jakarta-2027/#Hal_yang_Perlu_Dicek_Sebelum_War_Tiket">Hal yang Perlu Dicek Sebelum War Tiket</a></li>
<li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-3" href="https://preset.id/2026/05/21/tiket-konser-westlife-jakarta-2027/#Jangan_Terjebak_Link_Palsu_dan_Reseller_Tidak_Jelas">Jangan Terjebak Link Palsu dan Reseller Tidak Jelas</a></li>
<li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-4" href="https://preset.id/2026/05/21/tiket-konser-westlife-jakarta-2027/#Kenapa_Konser_Nostalgia_Masih_Kuat_di_Indonesia">Kenapa Konser Nostalgia Masih Kuat di Indonesia?</a></li>
<li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-5" href="https://preset.id/2026/05/21/tiket-konser-westlife-jakarta-2027/#Kesimpulan">Kesimpulan</a></li>
<li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-6" href="https://preset.id/2026/05/21/tiket-konser-westlife-jakarta-2027/#Sumber">Sumber</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<h2><span class="ez-toc-section" id="Tiket_Konser_Westlife_Jakarta_2027_Jadi_Trending_Kenapa_Ramai"></span><span class="ez-toc-section" id="Tiket_Konser_Westlife_Jakarta_2027_Jadi_Trending_Kenapa_Ramai"></span><span class="ez-toc-section" id="Tiket_Konser_Westlife_Jakarta_2027_Jadi_Trending_Kenapa_Ramai"></span>Tiket Konser Westlife Jakarta 2027 Jadi Trending, Kenapa Ramai?<span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span></h2>
<p>Menurut pantauan Google Trends Indonesia, kata kunci seputar Westlife Jakarta masuk daftar pencarian harian yang naik. Di saat yang sama, beberapa media nasional juga menyorot penjualan tiket, jadwal presale, dan rencana konser Westlife di Jakarta. Kombinasi ini membuat <strong>tiket konser Westlife Jakarta 2027</strong> jadi keyword yang sangat natural untuk naik: ada nostalgia, ada momen penjualan, dan ada urgensi karena tiket konser populer sering cepat habis.</p>
<p>Westlife punya basis fans lintas generasi di Indonesia. Banyak yang tumbuh dengan lagu seperti “My Love”, “Swear It Again”, atau “Flying Without Wings”, lalu sekarang punya daya beli sendiri untuk nonton langsung. Karena itu, ketika konser diumumkan di Jakarta, pembahasan langsung melebar dari sekadar “mau nonton” menjadi “seat mana yang paling worth it”, “kapan presale dibuka”, dan “link belinya yang resmi di mana”.</p>
<h2><span class="ez-toc-section" id="Hal_yang_Perlu_Dicek_Sebelum_War_Tiket"></span><span class="ez-toc-section" id="Hal_yang_Perlu_Dicek_Sebelum_War_Tiket"></span><span class="ez-toc-section" id="Hal_yang_Perlu_Dicek_Sebelum_War_Tiket"></span>Hal yang Perlu Dicek Sebelum War Tiket<span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span></h2>
<p>Pertama, pastikan kamu hanya mengikuti informasi dari promotor, platform tiket resmi, atau media kredibel yang menyertakan detail jelas. Jangan asal klik link dari akun random, apalagi kalau minta transfer manual ke rekening pribadi. Untuk konser besar, modus penipuan biasanya muncul bersamaan dengan euforia penjualan tiket.</p>
<p>Kedua, siapkan akun di platform penjualan sebelum jam presale. Login lebih awal, cek nomor HP, email, dan metode pembayaran. Kalau platform mendukung e-wallet, kartu, atau virtual account, pilih metode yang paling stabil buat kamu. Masalah klasik saat war tiket biasanya bukan cuma antrean, tapi juga pembayaran gagal karena sesi habis.</p>
<p>Ketiga, tentukan budget dari awal. Konser internasional di stadion biasanya punya beberapa kategori harga. Pilih seat berdasarkan kombinasi jarak pandang, kenyamanan, dan kemampuan dompet. Jangan sampai FOMO membuat kamu memilih kategori yang terlalu mahal, lalu menyesal setelah checkout.</p>
<h2><span class="ez-toc-section" id="Jangan_Terjebak_Link_Palsu_dan_Reseller_Tidak_Jelas"></span><span class="ez-toc-section" id="Jangan_Terjebak_Link_Palsu_dan_Reseller_Tidak_Jelas"></span><span class="ez-toc-section" id="Jangan_Terjebak_Link_Palsu_dan_Reseller_Tidak_Jelas"></span>Jangan Terjebak Link Palsu dan Reseller Tidak Jelas<span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span></h2>
<p>Karena <strong>tiket konser Westlife Jakarta 2027</strong> sedang ramai dicari, peluang munculnya link palsu juga ikut naik. Polanya bisa macam-macam: akun media sosial yang mengaku punya akses presale, website mirip platform resmi, atau reseller yang menjual tiket sebelum tiket benar-benar tersedia. Kalau ada tawaran yang terlalu murah atau terlalu mudah, justru wajib curiga.</p>
<p>Kalau terpaksa membeli dari pihak ketiga setelah tiket resmi habis, lakukan ekstra hati-hati. Cek reputasi penjual, jangan kirim data pribadi berlebihan, dan pahami bahwa beberapa tiket digital bisa punya aturan nama, barcode, atau transfer yang berbeda. Pilihan paling aman tetap membeli langsung dari kanal resmi saat penjualan dibuka.</p>
<h2><span class="ez-toc-section" id="Kenapa_Konser_Nostalgia_Masih_Kuat_di_Indonesia"></span><span class="ez-toc-section" id="Kenapa_Konser_Nostalgia_Masih_Kuat_di_Indonesia"></span><span class="ez-toc-section" id="Kenapa_Konser_Nostalgia_Masih_Kuat_di_Indonesia"></span>Kenapa Konser Nostalgia Masih Kuat di Indonesia?<span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span></h2>
<p>Fenomena Westlife ini juga menunjukkan bahwa konser nostalgia masih punya pasar besar. Buat sebagian orang, ini bukan sekadar hiburan satu malam, tapi kesempatan mengulang memori masa sekolah, radio, CD bajakan, ringtone, sampai lirik lagu yang dulu dihafal bareng teman. Nilai emosional seperti ini sering membuat permintaan tiket lebih kuat dibanding konser yang hanya mengandalkan hype sesaat.</p>
<p>Di sisi lain, Jakarta masih menjadi titik utama konser internasional karena infrastruktur venue, pasar, dan akses penonton dari berbagai kota. Kalau penjualan <strong>tiket konser Westlife Jakarta 2027</strong> berjalan ramai, bukan tidak mungkin promotor lain makin percaya diri membawa lebih banyak tur nostalgia maupun pop internasional ke Indonesia.</p>
<h2><span class="ez-toc-section" id="Kesimpulan"></span><span class="ez-toc-section" id="Kesimpulan"></span><span class="ez-toc-section" id="Kesimpulan"></span>Kesimpulan<span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span></h2>
<p>Singkatnya, <strong>tiket konser Westlife Jakarta 2027</strong> ramai karena momennya pas: fans lama sedang antusias, informasi presale mulai beredar, dan konser internasional besar selalu memicu rasa takut kehabisan tiket. Kalau kamu mau ikut war, fokus ke sumber resmi, siapkan akun pembayaran, tentukan budget, dan jangan gampang tergoda link yang belum jelas.</p>
<p>Buat Preset ID, topik ini aman dan relevan karena masuk area entertainment, bukan politik, serta punya sumber pemberitaan yang bisa dicek. Yang penting, pembaca tetap diarahkan untuk membeli lewat kanal resmi dan menghindari jebakan penipuan tiket.</p>
<h2><span class="ez-toc-section" id="Sumber"></span><span class="ez-toc-section" id="Sumber"></span><span class="ez-toc-section" id="Sumber"></span>Sumber<span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span><span class="ez-toc-section-end"></span></h2>
<ul>
<li><a href="https://trends.google.com/trending/rss?geo=ID" target="_blank" rel="noopener">Google Trends Indonesia</a></li>
<li><a href="https://news.google.com/rss/articles/CBMikAFBVV95cUxNM3BaVmlYNFhvUGFDSmdsLVV2Nm9PZ0pEdnR2Mzl4OE9RbTc5TlFDakhjUlFKTG9WNEcwVW1OU0N1YkkxT3I3Z2ZVZ3dwTzZkM1RVT3NqSkltRmw0OE5kekFVQXlISk1NRkp3OUthQUVQZjZiVlhuU3AtRUNlUEhJajd4LTFlMnlKX3FQcDlPZVQ?oc=5" target="_blank" rel="noopener">Tempo</a></li>
<li><a href="https://news.google.com/rss/articles/CBMiwgFBVV95cUxQSDQ1QlJHQ1gtODBfeWxTMks0WmlOS2dzM25McmZTdGpCOHdNTVNhcGFVb3NKamd6OXVJcDJnLWpmM0NjU2ttb2R0OGFfdFdkbUt1Zkp1LWxILTFFWXg4MEttOVJNWWdBUy1kbTM3MThvSkw5OV80c2JnVGprTXdBa2xneGk5UFFEM0lwSDNVd1FBa1ZwN3RyaEpLLUlBbUd6MGQ4dEJDdmlBbE5KVEZyZFJwcmNGdl9pU2pGZ0p2aXNIUQ?oc=5" target="_blank" rel="noopener">Kompas</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
