<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Google &#8211; Preset</title>
	<atom:link href="https://preset.id/tag/google/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://preset.id</link>
	<description>Insight cepat, tajam, dan relevan seputar teknologi, entertainment, dan lifestyle.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Jun 2026 10:54:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://preset.id/wp-content/uploads/2026/02/preset-favicon-512-150x150.png</url>
	<title>Google &#8211; Preset</title>
	<link>https://preset.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gemma 4 12B: AI Google yang Bisa Dijalankan di Laptop Tanpa Cloud</title>
		<link>https://preset.id/2026/06/08/gemma-4-12b-ai-google-yang-bisa-dijalankan-di-laptop-tanpa-cloud/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Davina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 10:49:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Gemini AI]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Google DeepMind]]></category>
		<category><![CDATA[Google I/O]]></category>
		<category><![CDATA[LLM]]></category>
		<category><![CDATA[Model AI]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://preset.id/?p=614</guid>

					<description><![CDATA[<span class="span-reading-time rt-reading-time" style="display: block;"><span class="rt-label rt-prefix">Reading Time: </span> <span class="rt-time"> 3</span> <span class="rt-label rt-postfix">minutes</span></span>Google baru saja memperkenalkan Gemma 4 12B, model AI terbaru yang bisa dijalankan langsung di laptop tanpa perlu koneksi cloud. Simak spesifikasi, keunggulan, dan cara install-nya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<span class="span-reading-time rt-reading-time" style="display: block;"><span class="rt-label rt-prefix">Reading Time: </span> <span class="rt-time"> 3</span> <span class="rt-label rt-postfix">minutes</span></span><p> <span class="rt-time"> 3</span> <span class="rt-label rt-postfix">minutes</span></span></p>
<p>Google baru saja memperkenalkan <strong>Gemma 4 12B</strong>, model AI terbaru yang bisa dijalankan langsung di laptop tanpa perlu koneksi cloud. Ini jadi gebrakan besar karena selama ini AI canggih seperti ChatGPT atau Claude butuh server kuat buat jalan, tapi Gemma 4 ini berbeda — kamu bisa pakai AI cerdas di komputer sendiri dengan spesifikasi yang ga terlalu tinggi.</p>
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1280" height="1707" src="https://preset.id/wp-content/uploads/2026/06/cover-4.jpg" alt="Gemma 4 12B AI Google dijalankan di laptop" class="wp-image-613" srcset="https://preset.id/wp-content/uploads/2026/06/cover-4.jpg 1280w, https://preset.id/wp-content/uploads/2026/06/cover-4-225x300.jpg 225w, https://preset.id/wp-content/uploads/2026/06/cover-4-768x1024.jpg 768w, https://preset.id/wp-content/uploads/2026/06/cover-4-1152x1536.jpg 1152w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption>Google DeepMind memperkenalkan Gemma 4 12B untuk laptop. Sumber: Wikimedia Commons</figcaption></figure>
<h2>Apa Itu Gemma 4 12B?</h2>
<p><strong>Gemma 4 12B</strong> adalah model AI open-source dari Google yang punya 12 miliar parameter. Ini adalah generasi terbaru dari keluarga Gemma yang sudah dikenal ringan dan efisien. Yang menarik, model ini mendukung multimodal — maksudnya bisa proses teks, gambar, bahkan audio dalam satu sistem.</p>
<p>Berbeda dengan model AI besar yang biasa pakai server/cloud, Gemma 4 12B dirancang khusus buat berjalan di laptop maupun desktop consumer. Kamu ga perlu GPU mahal untuk menikmati kemampuan AI canggih. Cukup punya laptop dengan RAM 16GB, kamu sudah bisa cobain kemampuan AI ini.</p>
<h2>Spesifikasi dan Performa Gemma 4</h2>
<p>Dari segi spesifikasi teknis, Gemma 4 12B hadir dengan beberapa peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya. Pertama, ada peningkatan kemampuan reasoning yang membuat respons AI lebih akurat dan logis. Kedua, kecepatan processing jauh lebih cepat sehingga cocok untuk penggunaan real-time.</p>
<p>Model ini juga mendukung context length yang lebih panjang, jadi bisa handle percakapan panjang tanpa kehilangan konteks. Buat developer yang mau integrasi ke aplikasi, tersedia API yang bisa diakses lewat Google AI Studio atau langsung dijalankan secara lokal.</p>
<p>Yang paling menarik, Google mengklaim Gemma 4 punya kemampuan coding yang setara dengan model lebih besar. Buat kamu yang sering coding, ini artinya bisa dapat asisten AI yang帮忙debug atau generate kode tanpa harus keluar berlangganan layanan premium.</p>
<h2>Keunggulan Gemma 4 di Laptop</h2>
<p>Ada beberapa hal yang bikin Gemma 4 12B berbeda dari generasi sebelumnya:</p>
<ul>
<li><strong>Performa lokal</strong> — Semua processing terjadi di device kamu, ga perlu internet terus-menerus</li>
<li><strong>Privasi lebih terjaga</strong> — Data ga dikirim ke server Google, jadi lebih aman untuk tugas sensitif</li>
<li><strong>Cepat dan responsif</strong> — Tanpa latensi jaringan, respons AI jadi lebih instant</li>
<li><strong>Efficient resource</strong> — Dibuat untuk berjalan di hardware consumer tanpa harus upgrade GPU</li>
<li><strong>Open source</strong> — Bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan tanpa batasan dari vendor</li>
</ul>
<h2>Siapa yang Perlu Coba Gemma 4?</h2>
<p>Kalau kamu developer, Gemma 4 12B bisa jadi tools yang berguna untuk coding assistance, debugging, bahkan buat prototyping aplikasi AI. Dengan kemampuan coding yang ditingkatkan, kamu bisa dapat suggestions kode yang lebih relevan dan akurat.</p>
<p>Untuk kreator konten, model ini bisa bantu riset, analisis data, atau sekadar jadi asisten menulis yang lebih pintar. Bayangkan punya AI yang bisa bantu riset topik tertentu, brainstorm ide, atau koreksi tulisan — semuanya tanpa harus buka browser atau koneksi internet.</p>
<p>Mahasiswa juga bakal diuntungkan — bisa gunakan AI untuk belajar, riset tugas akhir, atau latihan bahasa tanpa perlu langganan ChatGPT Plus. Dengan performa lokal yang lebih cepat, proses belajar jadi lebih efisien.</p>
<h2>Cara Install Gemma 4 di Laptop</h2>
<p>Google menyediakan beberapa cara buat install Gemma 4 12B:</p>
<ul>
<li>Lewat <strong>Google AI Studio</strong> — Kalau kamu mau coba langsung di browser tanpa install, ini paling mudah</li>
<li>Lewat <strong>Hugging Face</strong> — Dengan library Transformers, bisa dijalankan dengan PyTorch</li>
<li>Lewat <strong>Ollama</strong> — Aplikasi yang bikin running AI lokal jadi semudah install app biasa</li>
<li>Lewat <strong>LM Studio</strong> — Alternatif lain dengan UI yang user-friendly</li>
</ul>
<p>Minimum requirements: RAM 16GB dan storage kosong sekitar 8GB. Kalau punya GPU NVIDIA dengan VRAM 8GB+, performa bakal lebih maksimal karena bisa utilize CUDA acceleration. Tapi tetap bisa jalan dengan integrated graphics，只是 lebih lambat.</p>
<p>Proses install sebenarnya cukup straightforward. Kalau pakai Ollama, tinggal ketik perintah <code>ollama run gemma2</code> di terminal, dan AI sudah bisa langsung dipakai. Ga perlu konfigurasi ribet.</p>
<h2>Apa Implikasi buat Masa Depan AI?</h2>
<p>Peluncuran Gemma 4 12B menunjukkan tren yang menarik: AI masa depan bukan hanya soal model yang semakin besar, tapi juga soal aksesibilitas. Dengan AI yang bisa jalan di laptop biasa, lebih banyak orang bisa memanfaatkan teknologi ini tanpa bergantung ke big tech company.</p>
<p>Ini juga membuka peluang buat Indonesia — developer lokal bisa bangun aplikasi AI tanpa perlu infrastruktur server yang mahal. Inovasi bisa lebih cepat karena barrier teknologi jadi lebih rendah. Siapa tahu, bisa lahir startup AI lokal yang bersaing secara global.</p>
<p>Dari perspektif privasi, kemampuan AI lokal ini juga penting. Banyak perusahaan atau individu yang ga nyaman数据 dikirim ke server pihak ketiga. Dengan Gemma 4, mereka tetap bisa manfaatkan AI canggih dengan keamanan yang lebih terjamin.</p>
<p><strong>Gemma 4 12B</strong> adalah langkah konkret Google dalam mendemokratisasi AI. Dan ini baru awal — kita bisa prediksi bakal ada lebih banyak model AI lokal yang muncul dalam waktu dekat. Kompetisi antar vendor AI bakal semakin ketat, dan konsumen yang diuntungkan.</p>
<p>buat kamu yang penasaran, coba langsung download dan install Gemma 4. Pengalaman AI lokal yang cepat dan privasi lebih terjaga bakal berbeda jauh dari yang pernah kamu coba sebelumnya.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/06/07/honor-magic-v6-hp-lipat-tertipis-di-dunia-dengan-ketahanan-maksimal/">Honor Magic V6: HP Lipat Tertipis di Dunia dengan Ketahanan Maksimal</a></p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/06/07/intel-arc-g-series-chipset-gaming-handheld-terbaru-yang-bikin-main-game-lebih-lama/">Intel Arc G-Series: Chipset Gaming Handheld Terbaru</a></p>
<p><strong>Sumber:</strong> <a href="https://www.harianjojogja.com/gemma-4-12b-meluncur-ai-google-kini-bisa-dipakai-langsung-di-laptop" target="_blank" rel="noopener">Harian Jogja</a>, <a href="https://www.kompas.com/tekno/news/260607092802/google-rilis-gemma-4-12b-ai-canggih-untuk-laptop-tanpa-bergantung-cloud" target="_blank" rel="noopener">Kompas.com</a>, <a href="https://industry.co.id/tech/92969/mengenal-gemma-4-12b-model-ai-multimodal-canggih-dan-cara-install" target="_blank" rel="noopener">Industry.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Chrome AI Indonesia Hadir: Begini Cara Gemini Bikin Browsing Lebih Pintar</title>
		<link>https://preset.id/2026/06/08/chrome-ai-indonesia-hadir-begini-cara-gemini-bikin-browsing-lebih-pintar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Davina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 02:08:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Browser]]></category>
		<category><![CDATA[Chrome]]></category>
		<category><![CDATA[Chrome AI]]></category>
		<category><![CDATA[Gemini]]></category>
		<category><![CDATA[Gemini AI]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Google Search]]></category>
		<category><![CDATA[Productivity]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://preset.id/?p=618</guid>

					<description><![CDATA[<span class="span-reading-time rt-reading-time" style="display: block;"><span class="rt-label rt-prefix">Reading Time: </span> <span class="rt-time"> 4</span> <span class="rt-label rt-postfix">minutes</span></span>Chrome AI Indonesia membawa Gemini ke Chrome. Simak fitur, manfaat, serta dampaknya buat cara browsing dan kerja digital di Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<span class="span-reading-time rt-reading-time" style="display: block;"><span class="rt-label rt-prefix">Reading Time: </span> <span class="rt-time"> 4</span> <span class="rt-label rt-postfix">minutes</span></span><p><strong>Chrome AI Indonesia</strong> lagi jadi bahan obrolan karena Google makin jelas mau mengubah browser dari sekadar pintu masuk internet jadi asisten kerja yang aktif bantu kita nyari, merangkum, dan pindah konteks lebih cepat. Buat pengguna Indonesia, ini bukan cuma soal fitur baru yang keren di slide presentasi, tapi soal cara kerja harian yang bisa lebih ringkas kalau dipakai dengan benar.</p>
<p>Yang menarik, arah ini datang di momen ketika orang sudah capek buka banyak tab, copy-paste jawaban, lalu masih harus cek ulang sumber satu per satu. Jadi, ketika Google membawa pengalaman Chrome yang lebih pintar ke Indonesia, pertanyaannya bukan lagi “bisa apa”, tapi “seberapa besar ini benar-benar menghemat waktu?” Dan di situlah <strong>Chrome AI Indonesia</strong> mulai terasa relevan.</p>
<h2>Chrome AI Indonesia dan kenapa perubahan ini penting</h2>
<p>Kalau browser dulu identik dengan mengetik alamat web, sekarang fungsinya makin melebar. Google mendorong Chrome agar lebih sadar konteks, lebih bantu saat kita membaca halaman panjang, dan lebih responsif ketika kita sedang mengerjakan banyak hal sekaligus.</p>
<p>Di level pengguna, ini berarti pengalaman browsing yang tidak cuma reaktif. Browser tidak lagi menunggu kita selesai mencari, lalu berhenti di halaman hasil pencarian. Dengan pendekatan <strong>Chrome AI Indonesia</strong>, browser bisa jadi lapisan bantuan yang muncul di saat kita butuh, entah untuk memahami isi artikel, menemukan kembali halaman yang kemarin dibuka, atau menyusun langkah berikutnya tanpa harus bolak-balik antar tab.</p>
<p>Google sendiri menempatkan Chrome dalam gelombang besar produk AI yang lebih agentic: bukan cuma memberi jawaban, tapi membantu menyelesaikan tugas. Untuk sebagian orang, itu terdengar seperti detail kecil. Tapi buat pekerja digital, pelajar, penulis, admin toko online, sampai gamer yang sering cari panduan dan patch note, detail kecil justru sering paling terasa manfaatnya.</p>
<p><a href="https://news.google.com/rss/articles/CBMi0wFBVV95cUxPdmdQa2JjUHlVZk1tRzlzczFnRUVSbVlsekVtSDNSTktIMGxHMEptYWI1X1NrMnJXNzdvTzBSbFg2UEZQN1BjUnJIcjdmTzA0cnl5NmVNc0c1bHVUMHpfZFc5clJGdHdFaUZTV24yS1hBR1UySXlYeDhmUXQ2VnpURU4zRTEtb1BjNER6dnh0ZnRlZ0tXRWdrR3RjcXBYa2dEWWJZR1VjbEZCMzg5bnZMTDNrUGtqeExaSGM2aWxmX3p1cG1jV0FnNXpMalVlWWhibVZ3?oc=5" target="_blank" rel="noopener">pengumuman resmi Google</a> menunjukkan bahwa Chrome memang diposisikan lebih pintar dan lebih membantu. Sementara itu, liputan lanjutan dari media Indonesia seperti <a href="https://news.google.com/rss/articles/CBMijgFBVV95cUxQbmlQeThhd1JtR1ZLWTZMNlM0YTkyTFB3Zy1Wd1RpNTFuaEstT3pWcEtCTTdjOUM2a0VVLVVpNUJ2eGgxdnZwMnc0M1dkQmxVdm9WZ1ktOW5kWXp6ckl4T1Vsa1J2T0RydUwwdVE4STFyc0IwQjVJVU9wemU4RjZHTUkzcTJleVB4NzNQQWVn?oc=5" target="_blank" rel="noopener">Tempo.co</a> menguatkan bahwa fitur Gemini di Chrome ikut diperluas untuk pengguna di Indonesia.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/05/31/passkeys-wajib-coba/">Passkeys Wajib Dicoba: Login Tanpa Password Lebih Aman</a></p>
<h2>Apa saja yang paling kerasa buat pengguna harian?</h2>
<p>Kalau saya sederhanakan, dampak paling nyata dari <strong>Chrome AI Indonesia</strong> ada di tiga hal: kecepatan, fokus, dan pengurangan langkah manual. Tiga hal ini kelihatannya sederhana, tapi justru itu yang sering bikin produktivitas bocor pelan-pelan.</p>
<ul>
<li><strong>Kecepatan baca:</strong> halaman panjang bisa lebih cepat dipahami kalau browser membantu merangkum poin penting.</li>
<li><strong>Fokus kerja:</strong> saat banyak tab terbuka, bantuan AI bisa mengurangi kebiasaan loncat-loncat yang bikin otak capek.</li>
<li><strong>Langkah manual lebih sedikit:</strong> pencarian, komparasi, dan ringkasan tidak selalu harus dikerjakan dari nol.</li>
</ul>
<p>Dalam praktik, saya melihat manfaat terbesar bukan pada orang yang sudah sangat jago mengelola tab, melainkan pada pengguna biasa yang sering merasa “kok waktu habis cuma buat cari-cari?”. Buat kelompok ini, AI di browser bisa jadi penghemat energi mental yang lumayan signifikan.</p>
<p>Tapi ada catatan penting: AI di browser bukan pengganti kebiasaan cek sumber. Browser yang pintar memang bantu menyaring informasi, tapi kita tetap perlu memastikan jawaban itu cocok dengan kebutuhan. Kalau tidak, ringkasan yang cepat justru bisa bikin kita terlalu percaya diri pada informasi yang belum tentu utuh.</p>
<figure>
  <img decoding="async" src="https://preset.id/wp-content/uploads/2026/06/chrome-ai-inline-16x9-1.jpg" alt="Chrome AI Indonesia" /><figcaption>Foto: www.Pixel.la Free Stock Photos via Wikimedia Commons / CC0</figcaption></figure>
<h2>Chrome AI Indonesia, kompetitor, dan kebiasaan browsing baru</h2>
<p>Masuknya <strong>Chrome AI Indonesia</strong> juga menarik kalau dilihat dari sisi kompetisi. Browser lain sudah lama mendorong fitur privasi, blokir pelacak, atau manajemen tab yang lebih rapi. Sekarang kompetisinya bergeser: siapa yang paling bisa mengurangi repot saat kita bekerja, bukan cuma siapa yang paling cepat membuka halaman.</p>
<p>Ini juga bisa mengubah cara orang menilai browser favorit. Dulu banyak orang memilih browser karena ringan, familiar, atau sinkronisasi akun. Sekarang, nilai tambahnya bisa datang dari kecerdasan kontekstual. Artinya, browser yang “pintar” punya peluang lebih besar untuk dipakai terus-menerus, bukan hanya sesekali.</p>
<p>Buat pengguna Indonesia, perubahan ini penting karena pola internet kita sangat pragmatis. Kita suka alat yang langsung terasa gunanya. Jadi kalau fitur AI benar-benar membuat browsing, kerja, dan belajar terasa lebih mulus, adopsinya bisa cepat. Tapi kalau terlalu ribet atau terasa seperti gimmick, ya bakal cepat ditinggalkan.</p>
<p>Di titik ini, saya justru melihat tantangan terbesarnya bukan teknologi, melainkan kebiasaan. Banyak orang masih pakai browser seperti dulu: buka, cari, tutup. Padahal dengan fitur baru, browser bisa dipakai untuk mengelompokkan riset, menyiapkan bahan tulisan, meninjau informasi, sampai membantu belanja online dengan lebih efisien. <strong>Chrome AI Indonesia</strong> punya potensi besar, tapi potensi itu baru terasa kalau pengguna mau mengubah kebiasaannya sedikit demi sedikit.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/05/31/fitur-android-17/">Fitur Android 17: 4 Pembaruan Wajib Coba Gemini Intelligence, Pause Point, dan Lainnya</a></p>
<h2>Jadi, ini kabar baik atau sekadar ganti kemasan?</h2>
<p>Jawaban jujurnya: dua-duanya bisa benar. Kalau dilihat dari sisi strategi, Google sedang memperkuat posisi Chrome sebagai browser yang bukan cuma cepat, tapi juga cerdas. Itu kabar baik karena persaingan browser jadi lebih sehat dan pengguna dapat opsi yang lebih berguna.</p>
<p>Namun kalau dilihat dari sisi pengguna, saya tetap akan bilang jangan buru-buru berasumsi semua masalah selesai. AI tetap punya batas, dan browser pintar tetap butuh pengguna yang kritis. Yang paling bagus dari <strong>Chrome AI Indonesia</strong> bukanlah sensasi bahwa browser sekarang “bisa segalanya”, melainkan fakta bahwa kita bisa menyelesaikan lebih banyak hal dengan gesekan yang lebih sedikit.</p>
<p>Kalau Google konsisten menyempurnakan pengalaman ini, Chrome bisa naik kelas dari alat buka situs menjadi partner kerja digital. Dan buat pasar Indonesia yang sangat besar, perubahan kecil seperti itu justru bisa punya dampak yang lumayan besar.</p>
<p>Jadi, kalau kamu selama ini hanya pakai browser untuk buka tab, mungkin ini saat yang pas buat lihat ulang cara kerja harianmu. Karena saat browser mulai ikut mikir, kebiasaan browsing kita juga harus ikut naik level.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/05/28/duckduckgo-mendadak-naik-daun-pengguna-kabur-dari-google-usai-io-2026/">DuckDuckGo Naik Daun saat Pengguna Kabur dari Google</a></p>
<h2>Sumber</h2>
<ul>
<li><a href="https://news.google.com/rss/articles/CBMi0wFBVV95cUxPdmdQa2JjUHlVZk1tRzlzczFnRUVSbVlsekVtSDNSTktIMGxHMEptYWI1X1NrMnJXNzdvTzBSbFg2UEZQN1BjUnJIcjdmTzA0cnl5NmVNc0c1bHVUMHpfZFc5clJGdHdFaUZTV24yS1hBR1UySXlYeDhmUXQ2VnpURU4zRTEtb1BjNER6dnh0ZnRlZ0tXRWdrR3RjcXBYa2dEWWJZR1VjbEZCMzg5bnZMTDNrUGtqeExaSGM2aWxmX3p1cG1jV0FnNXpMalVlWWhibVZ3?oc=5" target="_blank" rel="noopener">blog.google via Google News</a> — Chrome dengan teknologi AI yang lebih pintar dan membantu hadir di Indonesia.</li>
<li><a href="https://news.google.com/rss/articles/CBMijgFBVV95cUxQbmlQeThhd1JtR1ZLWTZMNlM0YTkyTFB3Zy1Wd1RpNTFuaEstT3pWcEtCTTdjOUM2a0VVLVVpNUJ2eGgxdnZwMnc0M1dkQmxVdm9WZ1ktOW5kWXp6ckl4T1Vsa1J2T0RydUwwdVE4STFyc0IwQjVJVU9wemU4RjZHTUkzcTJleVB4NzNQQWVn?oc=5" target="_blank" rel="noopener">Tempo.co via Google News</a> — Indonesia Dapat Perluasan Fitur Gemini di Chrome.</li>
<li><a href="https://news.google.com/rss/articles/CBMitgFBVV95cUxNcThvanVJUXhmdkd3SnRWanUtclFBSXd6S3hZb1NnN1ppLUpEeW41MkNkQU1mLS0yX0NJQnBOVGNUUmZMNXlhcHdVWHR0cHJzdVZFYWRDMnU0SDQ2WGl0OEFOeG40S1AzczB2VEgxMVJUdGF1WThNU0JGWnQtU1JsQk5LNnJsZkNxeVdZOTVtQnJqMFI0ZHVCVll2S3dzVmdyNVd6NzU4QVV0V3BMaVlCNGU1WEcybml3MmhzUVAwNlhyUWxrc09TcDRjdVdLVDNtUEE?oc=5" target="_blank" rel="noopener">blog.google via Google News</a> — Aplikasi Gemini menjadi semakin agentic.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
