<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GoTo &#8211; Preset</title>
	<atom:link href="https://preset.id/tag/goto/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://preset.id</link>
	<description>Insight cepat, tajam, dan relevan seputar teknologi, entertainment, dan lifestyle.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Oct 2026 08:35:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://preset.id/wp-content/uploads/2026/02/preset-favicon-512-150x150.png</url>
	<title>GoTo &#8211; Preset</title>
	<link>https://preset.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>GoTo Rilis LLM Open-Source 27 Miliar Parameter: Bisa Pahami Bahasa Jawa sampai Batak, Gratis</title>
		<link>https://preset.id/2026/10/19/goto-rilis-llm-open-source-27-miliar-parameter-bisa-pahami-bahasa-jawa-sampai-batak-gratis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Davina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2026 08:35:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[AI Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[GoTo]]></category>
		<category><![CDATA[LLM]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat-AI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://preset.id/2026/10/19/goto-rilis-llm-open-source-27-miliar-parameter-bisa-pahami-bahasa-jawa-sampai-batak-gratis/</guid>

					<description><![CDATA[GoTo merilis LLM open-source 27 miliar parameter yang paham bahasa Indonesia dan bahasa daerah seperti Jawa, Sunda, Bali, hingga Batak. Model ini dibagikan gratis untuk kampus, startup, dan institusi publik.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>GoTo resmi melepas <strong>LLM open-source GoTo</strong> berukuran 27 miliar parameter, Senin (19/10/2026) di Bali. Model bahasa besar ini dikembangkan khusus untuk memahami bahasa Indonesia dan bahasa daerah, dari Jawa, Sunda, Bali, sampai Batak. Yang bikin menarik: modelnya dibagikan gratis, bisa dipakai universitas, startup, dan institusi publik tanpa perlu pusat data raksasa.</p>
<p>Saya sudah lama ngikutin proyek AI dalam negeri, dan ini salah satu langkah paling konkret yang pernah saya lihat. Bukan sekadar demo atau pilot project. GoTo benar-benar membuka modelnya ke publik dengan alasan yang masuk akal: AI buatan luar negeri sering kikuk saat menghadapi cara orang Indonesia berkomunikasi.</p>
<h2>LLM Open-Source GoTo Dirancang untuk Konteks Lokal</h2>
<p>CEO Grup GoTo, Hans Patuwo, bilang Indonesia sudah memanfaatkan teknologi AI buatan luar negeri dengan baik. Tapi kita tetap perlu mengembangkan AI buatan sendiri untuk menjawab tantangan dan kebutuhan lokal.</p>
<p>Pernyataannya soal ini cukup jujur. AI yang dirancang untuk penggunaan global, menurut Hans, mungkin belum sepenuhnya optimal dalam memahami data lokal dan cara masyarakat Indonesia berkomunikasi. Mulai dari singkatan sehari-hari sampai bahasa daerah yang dipakai sejak kecil di rumah.</p>
<p>&#8220;Membuka akses model ini kepada publik adalah cara kami berkontribusi untuk negara,&#8221; begitu intinya. GoTo ingin ikut membangun fondasi pengembangan AI yang memahami konteks lokal dan bisa dimanfaatkan siapa saja di Indonesia.</p>
<h2>Bahasa Daerah Jadi Senjata Utama</h2>
<p>Model ini dilatih pakai teks berbahasa Indonesia dari berbagai mitra media dan situs web sektor publik. Bagian yang paling saya suka: untuk bahasa Batak, GoTo kolaborasi dengan Universitas Sumatera Utara (USU) supaya datanya benar-benar mencerminkan penggunaan bahasa itu hari ini, bukan teks kaku hasil arsip lama.</p>
<p>Hasilnya? Di pengujian dengan tolok ukur model open-source sejenis di kelasnya, LLM open-source GoTo ini secara konsisten meraih skor tertinggi pada setiap bahasa daerah yang diuji. Artinya, kalau kamu ngobrol pakai campuran Indonesia-Jawa atau Indonesia-Sunda, model ini kemungkinan besar nyambung, bukan malah menerjemahkan mentah-mentah.</p>
<p>Untuk konteks Indonesia dengan 700+ bahasa daerah, ini bukan hal sepele. Model global umumnya cuma jago di bahasa Inggris dan segelintir bahasa besar lainnya.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/10/19/gemini-4-argon-google-harga-akses-global/">Gemini 4 Argon Resmi Global: Model AI Google Buat Kerjaan Kompleks</a></p>
<h2>Kenapa 27 Miliar Parameter, Bukan Lebih Besar?</h2>
<p>Angka 27 miliar mungkin terdengar kecil dibanding model frontier yang ratusan miliar parameter. Tapi ini pilihan teknis yang sadar. Dengan ukuran itu, modelnya cukup mumpuni untuk tugas bahasa kompleks, namun tetap ringan dijalankan mandiri di peladen milik universitas, startup, atau institusi publik.</p>
<p>Gampangnya: kamu gak perlu cluster GPU mahal atau sewa pusat data besar buat jalanin model ini. Satu server kelas menengah sudah cukup. Justru di situ nilai &#8220;open-source&#8221;-nya kerasa, aksesiblenya nyata, bukan cuma seremoni.</p>
<p>Sebagai konteks, GoTo bukan pemain baru di jalur ini. Proyek tersebut kelanjutan garis Sahabat-AI yang lahir pada 2024 lewat kerja bareng Indosat Ooredoo Hutchison, dengan versi sebelumnya berkekuatan 70 miliar parameter berbasis Llama 3.1. Turun ke 27B terasa seperti keputusan pragmatis: lebih hemat, lebih gampang disebar, tetap relevan untuk bahasa lokal.</p>
<h2>Kedaulatan AI dan Visi Indonesia Digital 2045</h2>
<p>Peluncuran ini sejalan dengan Visi Indonesia Digital 2045 dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang mendorong ekosistem digital inklusif, kolaboratif, dan berbasis inovasi. Narasi besarnya: Indonesia berdaulat di bidang AI.</p>
<p>Ini nyambung sama isu yang sering saya bahas di Preset ID: infrastruktur AI dalam negeri lagi panas. Kebutuhan listrik pusat data melonjak, dan sebagian proyek besar bahkan tersendat. Datanya bisa lihat di artikel <a href="https://preset.id/2026/10/14/data-center-ai-indonesia-listrik-jatiluhur/">Data Center AI Indonesia</a>. Model lokal yang ringan seperti punya GoTo jadi jawaban masuk akal, karena gak semuanya butuh model raksasa yang rakus daya.</p>
<p>Transformasinya jelas: dari sekadar pengguna teknologi AI jadi pencipta. Klaimnya memang masih besar, tapi setidaknya arahnya benar.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/10/18/deepseek-v4-1-flash-1017-rilis/">DeepSeek V4.1-Flash-1017 Resmi Rilis: Skor Coding 77 Persen</a></p>
<h2>Apa yang Masih Pertanyaan</h2>
<p>Marilah jujur. Dari pengumuman peluncurannya, detail arsitektur, volume dataset, lisensi resmi, dan nama teknis model belum dijabarkan lengkap ke publik. Angka 27 miliar parameter dan sifat keterbukaannya memang sudah dinyatakan, tapi developer yang mau mengadopsi tentu butuh lebih dari itu.</p>
<p>Lisensi misalnya, bakal nentuin apakah model ini benar-benar bebas dipakai komersial atau ada batasnya. Saya berharap GoTo segera memublish kartu model dan tautan bobotnya di Hugging Face supaya komunitas bisa ikut menguji, bukan cuma menilai dari rilis pers.</p>
<p>Tolok ukur bahasa daerah yang diklaim tertinggi juga perlu dilihat angkanya secara terbuka. Yang penting bukan menang skor, tapi apakah modelnya tidak mengarang saat ditanya dalam bahasa Batak atau Bali. Halusinasi dalam bahasa daerah itu risiko nyata yang jarang dibicarakan.</p>
<h2>Yang Bisa Dilakukan Developer dan Kampus</h2>
<p>Kalau kamu developer atau pengajar, ini momentumnya. LLM open-source GoTo yang cuma 27 miliar parameter bisa di-fine-tune buat chatbot layanan publik berbahasa daerah, asisten pendidikan, sampai alat pendokumentasian bahasa yang hampir punah. Universitas yang sudah ikut menyumbang data, seperti USU, jelas paling diuntungkan.</p>
<p>Startup lokal juga bisa memangkas biaya API model luar negeri. Gak gratis total sih, tetap ada ongkos server, tapi untuk aplikasi berbahasa Indonesia yang volumenya besar, hitung-hitungannya bisa jauh lebih masuk akal dibanding bayar token per pemakaian ke penyedia global.</p>
<h2>Pandangan Saya</h2>
<p>LLM open-source GoTo bukan model tercanggih di dunia, dan emang gak perlu. Kontribusinya lain: ia dibuat untuk bahasa dan konteks yang diabaikan model besar global. Itu jenis kerja yang gak akan dilakukan lab luar negeri karena pasarnya kecil bagi mereka.</p>
<p>Saya agak campuran rasanya melihat ini. Bangga karena Indonesia akhirnya punya model lokal serius, tapi juga nunggu bukti: buka bobotnya, publish datanya, biar komunitas yang menilai. Rilis tanpa keterbukaan penuh cuma setengah jalan.</p>
<p>Kalau GoTo konsisten menggarap jalur ini dan membuka detail tekniknya, saya siap bilang ini salah satu momen paling penting buat AI Indonesia tahun 2026.</p>
<h2>Sumber</h2>
<ul>
<li><a href="https://www.suara.com/tekno/2026/10/19/143724/goto-rilis-ai-27-miliar-parameter-gratis-bisa-pahami-bahasa-jawa-hingga-batak" target="_blank" rel="noopener">Suara.com &#8211; GoTo Rilis AI 27 Miliar Parameter</a></li>
<li><a href="https://www.atnews.id/portal/news/34894/goto-luncurkan-llm-terbaru-open-source-27-miliar-parameter-untuk-indonesia" target="_blank" rel="noopener">ATNews &#8211; GoTo Luncurkan LLM Terbaru Open-Source 27 Miliar Parameter</a></li>
<li><a href="https://radarbali.jawapos.com/ekonomi/2610190014/khusus-dikembangkan-untuk-indonesia-goto-luncurkan-llm-terbaru-open-source-27-miliar-parameter" target="_blank" rel="noopener">Radar Bali Jawa Pos &#8211; LLM Open-Source 27 Miliar Parameter</a></li>
<li><a href="https://ai-release.org/posts/goto-vypustila-otkrytuyu-llm-na-27-mlrd-parametrov-dlya-indoneziyskih-f1488027_en.html" target="_blank" rel="noopener">AI Release &#8211; GoTo releases open 27B-parameter LLM</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
