<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nothing Headphone (1) Pro &#8211; Preset</title>
	<atom:link href="https://preset.id/tag/nothing-headphone-1-pro/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://preset.id</link>
	<description>Insight cepat, tajam, dan relevan seputar teknologi, entertainment, dan lifestyle.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2026 08:33:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://preset.id/wp-content/uploads/2026/02/preset-favicon-512-150x150.png</url>
	<title>Nothing Headphone (1) Pro &#8211; Preset</title>
	<link>https://preset.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nothing Headphone (1) Pro Resmi di Indonesia, Harga Rp6.999.000</title>
		<link>https://preset.id/2026/11/01/nothing-headphone-1-pro-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Davina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2026 08:33:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Audio]]></category>
		<category><![CDATA[gadget]]></category>
		<category><![CDATA[Headphone]]></category>
		<category><![CDATA[Nothing]]></category>
		<category><![CDATA[Nothing Headphone (1) Pro]]></category>
		<category><![CDATA[V BTS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://preset.id/2026/11/01/nothing-headphone-1-pro-indonesia/</guid>

					<description><![CDATA[Nothing Headphone (1) Pro resmi dijual di Indonesia mulai 28 Oktober 2026 dengan harga Rp6.999.000, membawa triple-driver, Adaptive ANC 10 mikrofon, dan baterai 68 jam.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Harga <strong>Nothing Headphone (1) Pro</strong> di Indonesia akhirnya keluar juga: Rp6.999.000. Perangkat ini resmi dijual mulai 28 Oktober 2026, sekitar sebulan setelah debut globalnya pada 29 September. Buat headphone over-ear yang selama ini jadi celah di lini audio Nothing, angka itu menempatkannya langsung di kelas premium, bukan lagi sekadar pelengkap ekosistem ponsel.</p>
<p>Saya sempat mengira Nothing bakal main aman dan menjualnya lebih murah dari harga global. Ternyata justru sebaliknya. Di luar negeri harganya USD 399 atau sekitar Rp7,2 juta. Artinya konsumen Indonesia dapat harga sedikit lebih ramah, meski tetap masuk kategori mahal untuk ukuran headphone Bluetooth.</p>
<h2>Apa yang ditawarkan Nothing Headphone (1) Pro</h2>
<p>Desainnya masih bahasa visual khas Nothing: panel transparan, sudut geometris, plus kombinasi aluminium dan titanium. Bobotnya 327 gram, terasa premium di tangan tapi tetap masuk akal untuk dipakai duduk berlama-lama di depan laptop.</p>
<p>Yang menarik, Nothing menaruh saklar fisik untuk Flat EQ di bodi headphone. Jadi kalau kamu males buka aplikasi cuma buat mematikan efek suara, tinggal geser saklarnya. Detail kecil begini yang sering hilang di headphone lain yang semua pengaturannya dilempar ke app.</p>
<p>Ada juga Dynamic Spatial Audio dan lima profil Custom EQ. Tuning-nya dikerjakan bareng Metropolis Studios, studio rekaman yang biasa menangani mastering album besar. Klaim Nothing sederhana: suara harus bisa netral kalau kamu mau netral, dan bisa dibikin tebal kalau selera kamu memang begitu.</p>
<h2>Tiga driver di tiap earcup, ini susunannya</h2>
<p>Bagian yang paling banyak dibahas soal Nothing Headphone (1) Pro adalah arsitektur triple-driver. Tiap earcup punya tiga unit berbeda dengan tugas masing-masing, bukan tiga driver kecil yang kerjaannya sama.</p>
<ul>
<li>Driver dinamis 40 mm untuk bass</li>
<li>Driver presisi 13 x 8 mm untuk vokal dan frekuensi menengah</li>
<li>Tweeter solid-state xMEMS untuk nada tinggi</li>
</ul>
<p>Pendekatan ini logis. Selama ini headphone Bluetooth sering dikritik karena bass dan treble dipaksa keluar dari satu unit, jadi salah satunya selalu jadi korban. Dengan pemisahan tugas, bass bisa dalam tanpa menutupi vokal, dan treble bisa tajam tanpa bikin kuping cepat capek.</p>
<p>Soal koneksi, perangkat ini sudah Bluetooth 6.1 dengan dukungan codec SBC, AAC, LC3, dan LDAC. Dual connectivity tersedia, begitu juga Google Fast Pair, Microsoft Swift Pair, instant setup untuk perangkat Apple, low-latency mode, dan auto-wear detection. Bagi pengguna Android yang biasa pakai LDAC, ini kabar bagus karena kualitas streaming tanpa kompresi berat tetap bisa dinikmati.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/10/31/poco-x8-c95-pro-baterai-jumbo-indonesia/">POCO X8 dan C95 Pro Resmi di Indonesia: Baterai Jumbo 8.340 mAh</a></p>
<h2>ANC 10 mikrofon dan baterai 68 jam</h2>
<p>Adaptive ANC di headphone ini ditopang 10 mikrofon. Angka itu terbilang banyak untuk kelasnya, dan biasanya dipakai untuk memetakan kebisingan sekitar lalu menyesuaikan level peredaman secara otomatis. Untuk pengguna KRL atau motor harian, bagian ini yang paling menentukan puas atau tidaknya.</p>
<p>Baterainya 1.060 mAh. Nothing mengklaim 68 jam dengan ANC mati dan 30 jam saat ANC aktif. Selisih setengahnya masuk akal, karena peredam bising aktif memang rakus daya. Pengisian daya lewat USB-C dengan fast charging, dan di dalam paket sudah ada padded carrying case.</p>
<p>Rating IP52 juga disematkan. Artinya tahan debu dalam jumlah terbatas dan aman kena percikan air. Jangan dibawa lari pagi sambil kehujanan atau dipakai angkat beban sampai basah kuyup, karena IP52 bukan rating tahan air.</p>
<h2>Harga dan cara belinya</h2>
<p>Nothing Headphone (1) Pro tersedia dalam dua warna, Black dan White, mulai 28 Oktober 2026. Kanal penjualannya cukup lebar: gerai erafone tertentu, situs erafone, situs iBox, serta Nothing Official Store di Tokopedia dan Shopee.</p>
<p>Kalau beli lewat erafone pada periode 28 Oktober sampai 9 November 2026, ada free gift untuk setiap pembelian. Periodenya pendek, jadi kalau memang sudah niat beli, minggu pertama adalah waktu paling masuk akal.</p>
<p>Peluncuran ini juga melanjutkan kampanye Nothing bersama V BTS sebagai global brand ambassador. Buat brand yang dulu identik dengan penggemar teknologi, langkah ini jelas bertujuan memperluas pasar. Nothing tidak lagi cuma menjual ke orang yang paham spesifikasi, tapi juga ke penggemar yang beli karena desain dan sosok yang membawakannya.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/10/30/xreal-aura-kacamata-android-xr/">XREAL Aura Resmi Meluncur: Kacamata Android XR Pertama dengan Gemini</a></p>
<h2>Bandingkan dengan kelas Rp7 juta</h2>
<p>Di rentang harga ini, Nothing Headphone (1) Pro bukan pemain tunggal. Nama-nama seperti Sony, Bose, dan Apple sudah lebih dulu punya headphone ANC yang matang dan sudah teruji di telinga banyak orang. Konsumen yang cari peredam bising paling efektif biasanya sudah punya langganan merek sendiri.</p>
<p>Kekuatan Nothing di sini ada di dua hal: desain yang tidak mirip siapa pun, dan fleksibilitas pengaturan suara. Kalau kamu tipe yang bosan lihat headphone hitam polos dengan bentuk sama dari tahun ke tahun, ini salah satu dari sedikit pilihan yang berani beda.</p>
<p>Kelemahannya, reputasi Nothing di kategori over-ear belum sekuat di earbuds. Belum banyak data jangka panjang soal ketahanan headband, busa earpad, atau perilaku baterai setelah setahun pemakaian. Untuk produk seharga Rp7 juta, itu risiko yang wajar dipertimbangkan lebih dulu.</p>
<h2>Yang perlu dicoba sendiri sebelum beli</h2>
<p>Bobot 327 gram tergolong ringan untuk headphone bertulang logam, tapi tetap lebih berat dari headphone plastik di harga Rp3 juta. Coba pakai minimal 20 menit di toko sebelum memutuskan, karena tekanan di atas kepala berbeda untuk tiap bentuk tengkorak.</p>
<p>Earpad biasanya jadi komponen pertama yang aus. Tanyakan ke penjual apakah earpad penggantinya dijual resmi di Indonesia, karena headphone mahal yang earpad-nya tidak bisa diganti cepat berubah jadi barang pajangan.</p>
<p>Terakhir, uji Adaptive ANC di tempat ramai, bukan di ruangan toko yang hening. Perbedaan ANC bagus dan ANC biasa paling kelihatan justru saat ada suara mesin, percakapan orang, dan bising jalan.</p>
<h2>Siapa yang cocok beli</h2>
<p>Kalau kamu kerja berjam-jam dengan headphone, suka suara yang bisa diatur sesuai selera, dan tidak mau tampil dengan barang yang itu-itu saja, Nothing Headphone (1) Pro masuk hitungan serius. Baterai 68 jam berarti kamu bisa lupa soal charger selama seminggu kerja.</p>
<p>Tapi kalau prioritas utama kamu adalah ANC terbaik di kelasnya atau ekosistem yang sudah nyambung mulus dengan iPhone, pilihan lain masih lebih aman. Nothing Headphone (1) Pro lebih tepat dilihat sebagai headphone untuk orang yang peduli tampilan dan karakter suara, bukan sekadar alat peredam bising.</p>
<p>Dengan harga Rp6.999.000 dan sederet spesifikasi di atas kertas, Nothing akhirnya punya produk yang bisa dibandingkan langsung dengan pemain besar. Pertanyaannya bukan lagi apakah Nothing serius di kategori audio, tapi apakah cukup banyak orang Indonesia mau membayar Rp7 juta untuk desain yang berani.</p>
<h2>Sumber</h2>
<ul>
<li><a href="https://inet.detik.com/consumer/d-8728889/nothing-headphone-1-pro-rilis-di-ri-harga-rp-6-9-juta" rel="noopener" target="_blank">detikInet</a> &#8211; Harga dan spesifikasi Nothing Headphone (1) Pro</li>
<li><a href="https://gizmologi.id/gadget/audio/nothing-headphone-1-pro-hadir/" rel="noopener" target="_blank">Gizmologi</a> &#8211; Fitur dan kanal penjualan di Indonesia</li>
<li><a href="https://www.erajaya.com/index.php/news/nothing-headphone-1-pro-hadirkan-pengalaman-audio-premium-dengan-desain-transparan-khas-nothing" rel="noopener" target="_blank">Erajaya</a> &#8211; Siaran pers resmi peluncuran</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
