<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SBI Holdings &#8211; Preset</title>
	<atom:link href="https://preset.id/tag/sbi-holdings/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://preset.id</link>
	<description>Insight cepat, tajam, dan relevan seputar teknologi, entertainment, dan lifestyle.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Sep 2026 02:08:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://preset.id/wp-content/uploads/2026/02/preset-favicon-512-150x150.png</url>
	<title>SBI Holdings &#8211; Preset</title>
	<link>https://preset.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ajaib Dapat Investasi Rp 4,8 Triliun dari SBI Holdings Jepang, Terbesar dalam 5 Tahun</title>
		<link>https://preset.id/2026/09/03/ajaib-dapat-investasi-rp-48-triliun-dari-sbi-holdings-jepang-terbesar-dalam-5-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Davina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2026 02:08:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[Fintech]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<category><![CDATA[SBI Holdings]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Unicorn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://preset.id/2026/09/03/ajaib-dapat-investasi-rp-48-triliun-dari-sbi-holdings-jepang-terbesar-dalam-5-tahun/</guid>

					<description><![CDATA[Ajaib terima investasi Rp 4,8 triliun dari SBI Holdings Jepang (US$ 270 juta) — investasi startup terbesar dalam 5 tahun terakhir. Ini detailnya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ajaib dapat investasi Rp 4,8 triliun dari SBI Holdings</strong>, raksasa keuangan Jepang yang menaungi sekuritas terbesar di sana. Nilainya US$ 270 juta, diumumkan resmi akhir Agustus 2026, dan langsung dicatat sebagai suntikan dana terbesar untuk perusahaan teknologi Indonesia dalam empat tahun terakhir. Kabar ini sekaligus menjawab kegelisahan soal investor asing yang katanya kabur dari pasar modal RI — justru di tengah narasi itu, modal Jepang masuk lewat pintu depan. Ini <strong>investasi Ajaib</strong> terbesar yang pernah masuk ke startup Tanah Air, dan jadi salah satu cerita pendanaan paling hangat di industri fintech Indonesia tahun ini.</p>
<p>Kabar ini bukan cuma soal angka. Buat Ajaib, dana segar ini bikin total modal yang dihimpun sejak berdiri menembus US$ 500 juta atau sekitar Rp 8,9 triliun. Buat industri, ini jadi sinyal bahwa startup Indonesia masih punya daya tarik global. Buat kamu yang ngikutin perkembangan fintech Tanah Air, ini salah satu cerita <strong>investasi Ajaib</strong> paling penting tahun 2026.</p>
<h2>Detail Investasi Ajaib dari SBI Holdings: Nilai, Struktur, dan Maknanya</h2>
<p>Secara resmi, Ajaib mengumumkan penerimaan investasi strategis senilai US$ 270 juta atau setara Rp 4,8 triliun dari SBI Holdings. Perusahaan ini bukan nama asing — SBI Holdings tercatat di bursa Tokyo dan menaungi SBI Securities, perusahaan sekuritas terbesar di Jepang. SBI didirikan oleh Yoshitaka Kitao, tokoh yang dikenal luas sebagai salah satu bapak industri keuangan digital Jepang.</p>
<p>Angka Rp 4,8 triliun ini menjadikannya investasi startup terbesar yang masuk ke Indonesia dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya, Ajaib juga sudah didukung deretan investor kelas dunia, termasuk Horizons Ventures milik Li Ka-shing, DST Global, dan Ribbit Capital — investor yang juga berada di balik Robinhood dan Coinbase. Dengan tambahan ini, total modal Ajaib sejak meluncur di 2019 melampaui US$ 500 juta (sekitar Rp 8,9 triliun).</p>
<p>Uniknya, berita ini datang di saat banyak pihak meragukan masa depan investasi asing di Indonesia. Anderson Sumarli, Co-Founder sekaligus CEO Ajaib Group, menyebut pendanaan ini sebagai bukti bahwa investor global masih percaya pada ekosistem teknologi Tanah Air.</p>
<h2>Kata CEO Ajaib: “Nasabah Pertama Kami Mahasiswa”</h2>
<p>Dalam keterangan resminya, Anderson Sumarli mengenang perjalanan Ajaib dari bawah. “Nasabah pertama kami adalah mahasiswa yang beli saham satu lot demi satu lot. Sampai saat ini saya masih ingat betul rasanya deg-degan melihat portofolio investasi naik-turun meski hanya beberapa ribu rupiah,” katanya, Jumat (28/8/2026).</p>
<p>Cerita itu penting karena menggambarkan siapa pengguna Ajaib: mayoritas investor pemula, dan sebagian besar berasal dari kota lapis kedua dan ketiga di Indonesia. Sejak diluncurkan pada 2019, jutaan orang Indonesia sudah berinvestasi lewat aplikasi ini — mulai dari saham Indonesia, aset kripto, sampai saham Amerika Serikat.</p>
<p>“Hari ini, jutaan orang Indonesia menabung dan berinvestasi lewat Ajaib. Sebagian besar investor pemula, banyak dari kota-kota kecil,” kata Sumarli.</p>
<h2>Dana Segar Buat Apa? SDM, Produk Baru, dan Pasar Kripto</h2>
<p>Menurut perusahaan, dana dari SBI Holdings bakal dipakai untuk tiga hal utama. Pertama, membuka lapangan kerja dan membesarkan sumber daya manusia (SDM) Ajaib Group. Kedua, pengembangan produk di dalam aplikasi — termasuk menambah instrumen investasi alternatif seperti saham luar negeri hingga aset digital. Ketiga, ekspansi ke berbagai lini bisnis Ajaib di Asia Tenggara.</p>
<p>Yang menarik, Anderson juga menyebut rencana pengembangan di bidang kecerdasan buatan (AI), industri pusat data (data center), hingga blockchain. “Kami berharap kepercayaan sebesar ini membuka jalan bagi lebih banyak modal global masuk ke sektor teknologi Indonesia, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas di industri AI, data center, maupun blockchain,” jelasnya.</p>
<p>Narasi itu nyambung dengan tren global: SBI Holdings memang dikenal agresif di ekosistem aset kripto dan stablecoin di Asia. Beberapa pengamat bahkan membaca investasi ini sebagai bagian dari ambisi SBI memperkuat jaringan stablecoin regional — Indonesia dianggap salah satu pasar kunci karena jumlah investor ritelnya yang besar. Kalau kamu penasaran soal arah industri AI di Indonesia yang juga lagi dikejar modal besar, sempatkan baca soal kolaborasi NVIDIA dan Indosat di bawah ini.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/09/01/harga-chip-memori-naik-apple-huawei-xiaomi/">Harga Chip Memori Naik: Apple, Huawei, Xiaomi Ikut Naikkan Harga Gadget</a></p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/08/27/ugm-indosat-dan-nvidia-resmi-luncurkan-ai-technology-center-ai-lokal-pertama-di-indonesia/">UGM, Indosat, dan NVIDIA Resmi Luncurkan AI Technology Center: AI Lokal Pertama di Indonesia</a></p>
<h2>Kenapa Ini Jadi Investasi Startup Terbesar dalam Lima Tahun</h2>
<p>Konferensi pers virtual yang digelar Ajaib turut dihadiri Presiden Komisaris Ajaib Group Andi Gani Nena Wea. Ia menegaskan bahwa masuknya investasi Rp 4,8 triliun ini adalah bukti kepercayaan global terhadap Indonesia, dan sekaligus jawaban atas narasi negatif soal investasi asing yang kabur dari RI.</p>
<p>“Ketika banyak rumor investasi asing lari dari perdagangan saham di Indonesia, buktinya Rp 4,8 triliun masuk ke dalam Ajaib Group,” ujarnya, dikutip dari pemberitaan media nasional.</p>
<p>Dari sisi bisnis, pendanaan sebesar ini menempatkan Ajaib di posisi yang jauh lebih solid untuk bersaing di pasar modal ritel Indonesia. Persaingan di sektor ini memang ketat: aplikasi investasi lokal berlomba merebut pengguna baru dari kalangan anak muda, sementara minat masyarakat terhadap saham dan kripto terus tumbuh.</p>
<h2>Dampak untuk Industri Teknologi Indonesia</h2>
<p>Ada beberapa hal yang bisa dipetik dari kesepakatan ini. Pertama, sentimen investor asing terhadap startup Indonesia ternyata tidak seburuk yang dibayangkan — selama fundamental perusahaannya sehat. Kedua, perusahaan-perusahaan Jepang terlihat makin serius menempatkan modal di Asia Tenggara, dan Indonesia jadi salah satu tujuan utama. Ketiga, fintech tetap jadi sektor favorit: Ajaib membuktikan bahwa model bisnis investasi ritel berbasis aplikasi masih bisa menarik modal raksasa.</p>
<p>Bagi pengguna aplikasi, kabar ini biasanya berarti fitur baru dan layanan yang lebih lengkap dalam jangka menengah. Ekspansi produk seperti saham luar negeri dan aset digital yang disebut Anderson kemungkinan besar akan dirasakan dulu oleh nasabah di Indonesia, mengingat mayoritas pengguna Ajaib memang berada di dalam negeri.</p>
<p>Satu hal yang juga layak disorot: komentar Anderson soal talenta. Perusahaan menyebut kualitas talenta dalam negeri setara dengan yang terbaik di dunia, dan Indonesia punya prasyarat lengkap untuk menjadi pusat teknologi Asia Tenggara. Itu bukan sekadar kalimat motivasi — dengan dana segar Rp 4,8 triliun, Ajaib punya ruang untuk benar-benar membuktikannya lewat rekrutmen dan pengembangan produk lokal.</p>
<h2>Profil Singkat Ajaib Group</h2>
<p>Ajaib didirikan pada 2018 oleh Anderson Sumarli dan Yada Piyajomkwan, dua lulusan Stanford yang bertemu di kelas MBA, dan aplikasinya meluncur untuk publik pada 2019. Platform ini menyediakan layanan investasi untuk pasar modal Indonesia — jual-beli saham, reksa dana, hingga aset kripto melalui Ajaib Kripto. Pada 2021, Ajaib dinobatkan sebagai unicorn tercepat di Indonesia setelah putaran pendanaan yang menilai perusahaan di angka US$ 1 miliar, dengan investor seperti DST Global, Ribbit Capital, dan Horizons Ventures.</p>
<p>Dengan tambahan investasi dari SBI Holdings, posisi Ajaib di ekosistem fintech Indonesia makin kokoh. Perusahaan juga tengah menggarap kerja sama dengan institusi keuangan lain, termasuk layanan perbankan dan investasi terintegrasi bersama CIMB Niaga yang sempat diumumkan sebelumnya.</p>
<h2>FAQ</h2>
<p><strong>Ajaib dapat investasi berapa dari SBI Holdings?</strong><br />
Ajaib menerima investasi strategis US$ 270 juta, atau sekitar Rp 4,8 triliun, dari SBI Holdings pada akhir Agustus 2026.</p>
<p><strong>Siapa SBI Holdings?</strong><br />
SBI Holdings adalah grup keuangan asal Jepang yang tercatat di bursa Tokyo dan menaungi SBI Securities, perusahaan sekuritas terbesar di Jepang. Grup ini didirikan oleh Yoshitaka Kitao.</p>
<p><strong>Dana investasi ini mau dipakai buat apa?</strong><br />
Buat pengembangan SDM, produk baru (termasuk saham luar negeri dan aset digital), serta ekspansi lini bisnis Ajaib di Asia Tenggara.</p>
<p><strong>Apakah Ajaib sekarang unicorn?</strong><br />
Dengan total modal yang dihimpun melampaui US$ 500 juta, Ajaib masuk kategori startup bernilai tinggi yang lazim disebut unicorn di Indonesia.</p>
<p><strong>Kapan Ajaib didirikan?</strong><br />
Ajaib berdiri pada 2019 dan sejak itu digunakan jutaan investor pemula di Indonesia.</p>
<h2>Sumber</h2>
<ul>
<li><a href="https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8637719/ajaib-terima-suntikan-dana-rp-4-8-triliun-dari-sbi-holdings" target="_blank" rel="noopener">detikFinance: Ajaib Terima Suntikan Dana Rp 4,8 Triliun dari SBI Holdings</a></li>
<li><a href="https://www.antaranews.com/berita/5715945/ajaib-kantongi-investasi-270-juta-dolar-as-dari-sbi-holdings" target="_blank" rel="noopener">ANTARA News: Ajaib kantongi investasi 270 juta dolar AS dari SBI Holdings</a></li>
<li><a href="https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8642106/ajaib-kantongi-rp-4-8-t-dari-jepang-investasi-startup-terbesar-sejak-5-tahun" target="_blank" rel="noopener">detikFinance: Ajaib Kantongi Rp 4,8 T dari Jepang, Investasi Startup Terbesar sejak 5 Tahun</a></li>
<li><a href="https://money.kompas.com/read/2026/08/31/144801626/disuntik-rp-48-triliun-oleh-sbi-holdings-jepang-ajaib-ini-bukti-investasi" target="_blank" rel="noopener">Kompas.com: Disuntik Rp 4,8 Triliun oleh SBI Holdings, Ajaib: Ini Bukti Investasi Asing Tidak Kabur dari RI</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
