<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Volvo &#8211; Preset</title>
	<atom:link href="https://preset.id/tag/volvo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://preset.id</link>
	<description>Insight cepat, tajam, dan relevan seputar teknologi, entertainment, dan lifestyle.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Oct 2026 08:34:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://preset.id/wp-content/uploads/2026/02/preset-favicon-512-150x150.png</url>
	<title>Volvo &#8211; Preset</title>
	<link>https://preset.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Volvo dan NVIDIA Perluas Kerja Sama: Nyetir Otomatis Mata Bebas Debut Sebelum 2030</title>
		<link>https://preset.id/2026/10/17/volvo-dan-nvidia-nyetir-otomatis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Davina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2026 08:34:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[AI 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Hyperion]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil Otonom]]></category>
		<category><![CDATA[Nvidia]]></category>
		<category><![CDATA[Nyetir Otomatis]]></category>
		<category><![CDATA[Volvo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://preset.id/2026/10/17/volvo-dan-nvidia-nyetir-otomatis/</guid>

					<description><![CDATA[Volvo dan NVIDIA memperluas kerja sama untuk sistem nyetir otomatis Hyperion dan Alpamayo, dari jalan tol sampai parkiran, sebelum 2030.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Volvo dan NVIDIA</strong> resmi memperluas kerja sama mereka di bidang nyetir otomatis. Kesepakatan itu diumumkan 15 Oktober 2026, dan isinya bukan cuma ganti chip: keduanya menyiapkan fondasi buat mobil Volvo generasi berikutnya yang bisa mengemudi sendiri dari jalan tol sampai parkiran, tanpa kamu harus terus pegang setir.</p>
<p>Saya sudah baca rilis resmi NVIDIA Newsroom soal pengumuman ini, plus laporan Reuters dan beberapa media teknologi yang mengulasnya. Yang paling saya perhatikan bukan soal &#8220;mobil tanpa sopir&#8221; yang sering dipakai buat sensasi, tapi soal tahapannya. Volvo dan NVIDIA memilih jalan pelan, dan itu justru bagian yang paling masuk akal dari cerita ini.</p>
<p>Volvo sendiri bukan pemain baru di sini. Keduanya sudah kerja bareng sejak 2017, dan Volvo EX90 generasi sekarang pakai NVIDIA DRIVE AGX Orin sebagai komputer utamanya. Artinya pengumuman pekan lalu bukan titik awal, tapi lompatan dari kerja sama yang sudah jalan hampir satu dekade.</p>
<h2>Apa yang Sebenarnya Didapat Volvo dan NVIDIA</h2>
<p>Ada tiga komponen NVIDIA yang masuk ke mobil Volvo mendatang, dan ketiganya punya peran yang beda-beda.</p>
<p><strong>Hyperion</strong> adalah arsitektur sensor dan komputer di dalam mobil. Anggap saja ini kerangka sarafnya: kamera, radar, lidar, dan otak komputasi yang mengolah semua masukan jadi satu gambaran utuh soal jalanan di sekitar mobil.</p>
<p><strong>Halos</strong> adalah lapisan keamanannya. Fungsinya menjaga supaya keputusan sistem tetap dalam batas aman, dan ada jalur cadangan kalau salah satu bagian bermasalah. Ini semacam rem tangan otomatis yang bekerja di level sistem, bukan di level sopir.</p>
<p><strong>Alpamayo Stack</strong> adalah software nyetirnya sendiri. NVIDIA membuka sebagian model ini ke publik pada Agustus 2026, tepatnya Alpamayo 2, yang mengemudi sambil menjelaskan alasan keputusannya. Jadi kalau sistemnya menghindari truk di lajur kanan, ada jejak penalaran yang bisa diperiksa insinyur.</p>
<p>Kombinasi ketiganya itulah yang dipakai Volvo dan NVIDIA buat satu target yang jelas: nyetir dari pintu ke pintu alias door to door. Bukan cuma jalan tol, tapi juga jalan kota dan area parkir.</p>
<h2>Kenapa Sistemnya Dipasang di Mobil Baru, Bukan Model Lama</h2>
<p>Volvo dan NVIDIA menyebut teknologi ini bakal debut di &#8220;mobil Volvo generasi berikutnya&#8221; yang masuk dalam gelombang produk terbesar dalam sejarah Volvo. Sayangnya, tidak satu pun dari dua perusahaan mau menyebut modelnya atau tanggal peluncurannya.</p>
<p>Kontekstnya begini: Volvo punya rencana merilis belasan model baru sampai 2030, termasuk mobil listrik yang menyasar segmen menengah. Jadi wajar kalau nyetir otomatis versi baru ini dipasang di mobil yang benar-benar baru dari awal, bukan sekadar ditambal ke model yang sudah ada.</p>
<p>Ini pilihan yang masuk akal dari sisi teknis. Sistem Hyperion butuh sensor dan pengkabelan yang dirancang sejak tahap pengembangan bodi. Menempelkan sensor ke mobil yang sudah jadi selalu berakhir dengan kompromi, entah posisinya aneh atau kalibrasinya susah.</p>
<h2>Eyes-Off sampai Mind-Off: Bedanya Level 3 dan Level 4</h2>
<p>Kalau kamu pernah lihat istilah &#8220;eyes-off&#8221; dan &#8220;mind-off&#8221;, ini penjelasan sederhananya.</p>
<p>Eyes-off artinya mata boleh lepas dari jalan, tapi kamu harus siap ambil alih kalau sistem minta. Itu definisi Level 3 menurut standar SAE J3016. Mind-off lebih jauh lagi: kamu boleh sepenuhnya tidak memperhatikan jalan, karena tidak ada permintaan takeover dalam kondisi yang sudah ditentukan. Itu Level 4.</p>
<p>NVIDIA dan Volvo menyebut akan ada pengenalan bertahap menuju dua level itu, jadi urutannya jelas: dulu fitur tersupervisi, lalu hands-free di jalan tol dan kota, baru kemudian mata bebas.</p>
<p>Menariknya, Volvo pernah punya rencana lain. Sistem Ride Pilot yang menyasar Level 3 sempat diumumkan, tapi Volvo memutuskan menahannya setelah gagal mendapat lampu hijau regulator di Amerika Serikat. Jadi keputusan &#8220;pelan-pelan&#8221; sekarang ini bukan gaya pemasaran, tapi pelajaran dari pengalaman pahit sendiri.</p>
<p>Ada juga contoh dari BMW. Mereka sempat menawarkan Level 3 di Seri 7, lalu menariknya dan menggantinya dengan sistem Level 2++ yang harganya jauh lebih murah. Pelajaran yang sama: Level 3 itu mahal, rumit secara hukum, dan manfaatnya masih sulit dirasakan pengguna biasa.</p>
<h2>Waktu Peluncuran, Wilayah, dan Harga</h2>
<p>Reuters melaporkan teknologi ini diperkirakan muncul di mobil Volvo sebelum 2030, dan akan rilis di beberapa wilayah sekaligus. Yang menarik, China tidak termasuk di daftar awal itu, kemungkinan karena regulasi dan karena Volvo punya mitra lokal sendiri di sana.</p>
<p>Soal harga, Volvo dan NVIDIA belum memilih model bisnisnya. Alwin Bakkenes, kepala bidang software engineering Volvo, menyebut perusahaan masih menimbang apakah fitur ini akan dijual sekali bayar, langganan bulanan, atau dibundel ke varian mobil tertentu. Artinya belum ada angka yang bisa kita pakai buat menghitung.</p>
<p>CEO Volvo, Håkan Samuelsson, menyebut kesepakatan ini membuka peluang besar sekaligus menegaskan bahwa keselamatan tetap nomor satu. Jensen Huang, CEO NVIDIA, menimpali dengan nada yang santai: tidak ada alasan buat buru-buru kalau teknologinya belum benar-benar aman. Buat saya, pernyataan dua orang ini justru tanda paling jujur bahwa nyetir otomatis penuh belum jadi kenyataan tahun depan.</p>
<h2>Mercedes-Benz Ikut Gabung Sehari Kemudian</h2>
<p>Sehari setelah pengumuman Volvo dan NVIDIA, giliran Mercedes-Benz yang memperluas kerja sama dengan NVIDIA. Kombinasinya mirip: sistem operasi MB.OS dipadukan dengan Hyperion, Alpamayo Stack, dan lapisan keamanan Halos.</p>
<p>Jörg Burzer, CTO Mercedes-Benz Group, menyebut NVIDIA sebagai mitra strategis terpenting mereka di bidang nyetir otomatis, dan menyatakan keduanya bersama-sama mengembangkan sistem bantuan kemudi point-to-point perkotaan pertama untuk dunia barat.</p>
<p>Target Mercedes lebih agresif. Mereka menyiapkan aplikasi Level 4, termasuk yang disebut robolimousine, yaitu kendaraan yang mengangkut penumpang tanpa sopir dalam kondisi tertentu. Di situs resminya, Mercedes juga menargetkan navigasi perkotaan point-to-point di sejumlah kota Jerman sampai akhir 2026.</p>
<p>NVIDIA tidak berhenti di mobil. Silicon mereka juga masuk ke jaringan produksi MO360 dan infrastruktur simulasi engineering Mercedes, jadi perannya menyentuh proses pabrik sampai pengujian virtual.</p>
<h2>Kenapa Ini Tetap Penting buat Kita di Indonesia</h2>
<p>Realistis saja: mobil Level 4 tidak akan muncul di jalanan Surabaya atau Jakarta dalam waktu dekat. Infrastruktur jalan, rambu, marka, dan perilaku lalu lintas kita jauh dari kondisi yang diasumsikan sistem seperti Alpamayo.</p>
<p>Tapi bukan berarti cerita ini tidak relevan. Ada tiga hal yang menurut saya layak diperhatikan.</p>
<p>Pertama, arah industri chip otomotif makin terpusat ke segelintir pemain. Volvo, Mercedes-Benz, BYD, Geely, Isuzu, sampai Nissan berjalan di atas arsitektur yang sama. Ketika sebagian besar produsen memakai otak yang sama, pembedaannya pindah ke kualitas sensor, perangkat lunak, dan data lokal.</p>
<p>Kedua, harga fitur ADAS di mobil kelas menengah Indonesia kemungkinan ikut terpengaruh. Fitur seperti adaptive cruise control dan lane centering sekarang sudah muncul di mobil Rp300 jutaan. Kalau platform Hyperion nantinya bisa dipakai lintas model, biaya pengembangannya lebih cepat turun.</p>
<p>Ketiga, regulasi. Volvo tertahan karena masalah izin di Amerika. Di Indonesia, aturan soal tanggung jawab hukum ketika sistem yang mengemudi bikin masalah masih belum jelas. Selama belum ada kerangka itu, produsen mana pun hanya berani sampai Level 2, maksimal.</p>
<h2>Jadi, Seberapa Dekat Kita ke Mobil Tanpa Sopir?</h2>
<p>Kesepakatan Volvo dan NVIDIA ini bukan gebrakan viral. Yang mereka lakukan lebih mirip langkah besar yang disiapkan pelan-pelan: teknologi dirilis di mobil baru, keamanan dibuat berlapis, dan tanggal muluk sengaja tidak dijanjikan. Kalau kamu menunggu mobil yang bisa bobok sambil jalan, jawabannya masih belum, dan orang-orang yang paling paham teknologinya justru yang paling berhati-hati soal itu.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/10/16/tesla-roadster-generasi-baru-pendorong-spacex/">Tesla Roadster Generasi Baru Resmi Dipamerkan: Bisa Terbalik di Dinding dan Lompat Pakai Pendorong SpaceX</a></p>
<h2>Pertanyaan yang Sering Muncul</h2>
<p><strong>Apakah mobil Volvo bisa nyetir sendiri sepenuhnya?</strong><br />Belum. Tahap awalnya masih tersupervisi, di mana pengemudi tetap bertanggung jawab. Level 4 direncanakan bertahap setelah semua pengujian keamanan selesai.</p>
<p><strong>Kapan bisa dibeli di Indonesia?</strong><br />Belum ada tanggal resmi. Volvo menargetkan sebelum 2030 untuk beberapa wilayah, dan Indonesia belum disebut dalam daftar awalnya.</p>
<p><strong>Apa bedanya Hyperion, Halos, dan Alpamayo?</strong><br />Hyperion adalah kerangka sensor dan komputer, Halos adalah lapisan keamanan dengan jalur cadangan, dan Alpamayo adalah software yang menjalankan fungsi mengemudinya.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/10/15/microsoft-maia-300-resmi-meluncur-chip-ai-288-gb-hbm4-dan-klaim-7-kali-lipat-per-rack/">Microsoft Maia 300 Resmi Meluncur: Chip AI 288 GB HBM4 dan Klaim 7 Kali Lipat per Rack</a></p>
<h2>Sumber</h2>
<p>1. <a href="https://nvidianews.nvidia.com/news/volvo-cars-and-nvidia-expand-partnership-to-advance-safe-automated-driving" target="_blank" rel="noopener">NVIDIA Newsroom &#8211; Volvo Cars and NVIDIA Expand Partnership to Advance Safe Automated Driving</a><br />
2. <a href="https://nvidianews.nvidia.com/news/mercedes-benz-and-nvidia-expand-strategic-partnership-to-advance-safe-highly-automated-driving-in-the-next-decade" target="_blank" rel="noopener">NVIDIA Newsroom &#8211; Mercedes-Benz and NVIDIA Expand Strategic Partnership</a><br />
3. <a href="https://thenextweb.com/news/mercedes-benz-volvo-nvidia-self-driving" target="_blank" rel="noopener">The Next Web &#8211; Mercedes-Benz and Volvo will build their next driving systems on Nvidia</a><br />
4. <a href="https://www.digitaltoday.co.kr/en/view/115405/volvo-teams-up-with-nvidia-to-develop-next-generation-assisted-driving-system" target="_blank" rel="noopener">DigitalToday &#8211; Volvo teams up with Nvidia for next-generation assisted driving</a><br />
5. <a href="https://group.mercedes-benz.com/technology/autonomous-driving/" target="_blank" rel="noopener">Mercedes-Benz Group &#8211; Autonomous Driving</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
