Meta mundur dulu. Rencana Ray-Ban Meta yang mau membatasi fitur Conversation Focus lewat langganan bulanan ditunda setelah banyak pengguna marah. Fitur yang jalan di kacamata itu sendiri, tanpa butuh cloud, nyaris dipaksa bayar — dan itu yang bikin orang kesal.
Menurut konfirmasi ke The Verge, juru bicara Meta Tyler Yee bilang perusahaan “mendengar feedback” dan menunda uji coba langganan. Conversation Focus tetap gratis lewat Early Access Program untuk early tester, sambil Meta cari pendekatan yang lebih masuk akal.
Buat kamu yang pakai kacamata pintar, ini bukan cuma soal harga. Ini soal janji produk: beli perangkat mahal, lalu fitur on-device tiba-tiba kena paywall. Saya lihat reaksi itu wajar banget.
Apa itu Conversation Focus di Ray-Ban Meta?
Conversation Focus bikin suara lawan bicara lebih jelas di tempat bising. Mikrofon kacamata “mengunci” arah percakapan, lalu membesarkan suara orang di depanmu. Berguna di kafe, transportasi, atau ruang open office.
Yang bikin kontroversial: fitur ini berjalan lokal di perangkat. The Verge bahkan menguji dengan memutus internet — Conversation Focus tetap jalan. Kalau cost cloud bukan alasan teknis, alasan langganan jadi sulit dibela.
Baca juga: OpenAI Micro: Hardware Pertama OpenAI, Keypad AI $230 Buat ChatGPT dan Codex
Rencana Meta yang memicu backlash
Sebelum mundur, Meta mulai membatasi pemakaian gratis Conversation Focus. Laporan yang beredar: kuota gratis sekitar 3 jam per bulan. Setelah habis, pengguna didorong ke Meta One Premium sekitar US$20 per bulan, dengan batas pemakaian berbayar yang juga terbatas (disebut sekitar 15 jam per bulan).
Batas jam itu yang paling aneh. Meta sempat memberi kesan seolah fitur ini “mahal dijalankan”, padahal pengujian on-device menunjukkan sebaliknya. “Rate limit” di fitur lokal terasa seperti paywall buatan, bukan biaya infrastruktur.
Pengguna di media sosial dan forum gadget bereaksi keras. Intinya sederhana: sudah bayar kacamata, jangan ditagih lagi untuk fitur yang ada di hardware itu sendiri.
Apa yang Meta katakan sekarang
Pernyataan resmi yang dikutip The Verge kurang lebih begini: kacamata AI Meta sudah banyak nilai gratisnya, dan sebagian fitur premium akan berlangganan seiring waktu. Conversation Focus adalah fitur yang Meta “ingin pastikan benar dulu”. Karena feedback ramai, uji langganan dihentikan sementara.
Conversation Focus tetap gratis lewat Early Access untuk early tester. Meta belum menjanjikan batas jam akan dihapus selamanya. Saat ditanya apakah rate limit akan dibuang, jawabannya: “Belum ada detail tambahan. Uji langganan sedang di-pause, kami masih mengeksplorasi opsi terbaik.”
Artinya: kemenangan pengguna untuk sekarang, belum kemenangan permanen. Model langganan di wearable AI Meta masih hidup; hanya Conversation Focus yang ditahan dulu.
Kenapa isu Ray-Ban Meta ini penting
Hardware AI sedang bergeser dari “gimmick” ke perangkat harian. Ray-Ban Meta jadi salah satu smart glasses yang paling dekat ke massa: desain biasa, kamera, asisten suara, dan fitur aksesibilitas. Kalau fitur inti digeser ke subscription, model bisnisnya berubah total.
Ini juga sinyal buat industri. Apple, Google, Samsung, dan merek wearable lain sedang nonton. Kalau Meta berhasil memaksa langganan untuk fitur on-device, yang lain bisa ikut. Kalau Meta gagal karena backlash, industri dapat warning: pengguna hardware masih sensitif soal double-dipping.
Dari sisi aksesibilitas, Conversation Focus lebih dari fitur “keren”. Buat sebagian orang, memperjelas percakapan di keramaian benar-benar membantu. Membatasi jam pemakaian fitur seperti itu terasa kasar, apalagi di perangkat yang sudah dibeli penuh.
Baca juga: Selfie Video Google: Cara Login Akun Baru Tanpa Password
Apa artinya buat pemilik kacamata pintar
Kalau kamu early tester Ray-Ban Meta, Conversation Focus tetap bisa dipakai gratis untuk saat ini. Tidak ada kewajiban langganan Meta One Premium khusus untuk fitur itu, setidaknya selama “pause” ini.
Tetap pantau update app Meta AI / Meta View. Kebijakan Early Access bisa berubah lewat software update, bukan lewat siaran pers besar. Baca changelog sebelum update besar, terutama bagian “premium” atau “usage limit”.
Kalau kamu belum beli, anggap episode ini sebagai checklist: fitur mana yang on-device, mana yang cloud, mana yang berpotensi berbayar belakangan. Harga kacamata bukan total cost of ownership kalau langganan menyusul.
Langganan di AI wearable: tren yang susah dihindari
Meta tidak bilang mereka buang ide langganan. Malah sebaliknya: “some premium features will be subscription-based over time.” Yang di-pause cuma Conversation Focus, karena feedback-nya terlalu keras dan argumen biayanya lemah.
Pola ini familiar. Software cloud sudah lama hidup dari subscription. Sekarang hardware AI mencoba menempel model yang sama di perangkat fisik. Kadang masuk akal (model cloud mahal, storage, API). Kadang tidak (filter suara lokal, mode offline, fitur sensor yang sudah dibayar di chip).
Menurut saya, Meta akan coba lagi dengan framing berbeda: bundel fitur cloud yang benar-benar butuh server, atau tier “pro” yang jelas bedanya. Rate-limit fitur on-device yang terbukti offline-capable kemungkinan besar tetap sulit diterima publik.
FAQ singkat soal Conversation Focus Meta
Apakah Conversation Focus masih gratis?
Ya, untuk early tester lewat Early Access Program, setelah Meta menunda uji langganan.
Apakah Meta membatalkan langganan selamanya?
Belum. Meta hanya pause. Fitur premium lain tetap bisa jadi berlangganan di masa depan.
Kenapa orang marah?
Karena fitur jalan di kacamata tanpa internet, tapi sempat dibatasi jam dan diarahkan ke langganan sekitar US$20 per bulan.
Apakah semua fitur Ray-Ban Meta akan berbayar?
Tidak. Meta bilang tidak semua fitur premium akan subscription-based, tapi sebagian akan.
Baca juga: Claude Voice Mode Update: Multi-Model, Integrasi Gmail-Notion, Dukung Bahasa Indonesia
Kesimpulan
Meta menunda rencana langganan dan rate limit Conversation Focus di Ray-Ban Meta setelah dikritik habis. Fitur on-device itu tetap gratis untuk early tester, sementara perusahaan “cari pendekatan lebih baik”. Kemenangan sementara buat pengguna — dan pengingat buat industri AI wearable: memungut biaya berulang di fitur lokal butuh alasan yang jauh lebih kuat daripada sekadar “nanti kita coba aja”.
Saya setuju Meta boleh jual fitur cloud premium. Yang tidak laku dibela: membatasi jam fitur yang sudah jalan di hardware yang sudah kamu bayar. Episode ini menunjukkan tekanan publik masih bisa mengerem eksperimen paywall yang terlalu agresif.
Sumber: The Verge (Sean Hollister, 25 Juli 2026); laporan lanjutan di media Indonesia soal penundaan langganan kacamata pintar Meta.
Sumber gambar: Amelia Holowaty Krales / The Verge — Ray-Ban Meta Gen2.