Posted in

NASA Pensiunkan ThinkPad Setelah 33 Tahun di ISS, Astronaut Kini Pakai HP ZBook

Laptop ThinkPad di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)
Laptop ThinkPad dipakai astronaut di ISS sebelum digantikan HP ZBook. Foto: NASA/Suara.com

NASA pensiunkan ThinkPad setelah 33 tahun jadi laptop andalan para astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Penggantinya bukan seri baru dari Lenovo, melainkan HP ZBook. Kabar ini dilaporkan CNBC Indonesia dan Suara.com pada 18 September 2026, dan menutup babak panjang sebuah laptop yang sudah ada di orbit sejak era pesawat ulang-alik Endeavour.

Buat awak ISS, laptop bukan perangkat gaya-gayaan. Semua eksperimen, checklist, sampai urusan administrasi stasiun jalan lewat komputer jinjing yang menempel di dinding modul dengan velcro dan tali pengikat. Jadi begitu NASA memutuskan ganti merek, itu bukan sekadar urusan selera.

Alasan NASA pensiunkan ThinkPad dan pindah ke HP ZBook

Menurut laporan yang dikutip Suara.com dari BGR, pertimbangan utamanya performa. HP ZBook dinilai lebih modern, lebih bertenaga, dan dibekali prosesor generasi lebih baru. Kapasitas memori dan penyimpanan juga jauh lebih besar, sesuatu yang penting karena beban kerja di stasiun terus bertambah.

Selain itu ada faktor praktis. Menjelang akhir masa pakainya, armada ThinkPad di ISS makin sering menua dan butuh siklus penggantian. HP ZBook dipilih karena mampu menopang kebutuhan operasional yang makin banyak, mulai dari pengolahan data eksperimen sampai pemantauan sistem stasiun.

Keputusan ini tidak terjadi mendadak. NASA sudah mulai mengakhiri penggunaan ThinkPad sekitar sepuluh tahun sebelum pengumuman resminya. Transisinya bertahap, karena mengganti komputer di lingkungan tanpa gravitasi bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan sekali kirim kargo.

Timeline: lima unit pertama sampai 100 unit laptop

Dokumen NASA mencatat proses perpindahan ini cukup rapi. Pada April 2016, NASA mengirim lima unit HP ZBook pertama ke stasiun. Pada November tahun yang sama, ZBook sudah mulai beroperasi sebagai server di ISS dan menggantikan peran ThinkPad T61p.

Dua tahun kemudian, laporan operasional NASA awal 2018 mengonfirmasi bahwa kosmonot di segmen Rusia sudah menyelesaikan penggantian komputer kerja mereka. Mereka meninggalkan ThinkPad T61p lama dan pindah sepenuhnya ke HP ZBook.

Per 2026, jumlahnya berkembang jauh. Laporan yang dikutip Suara.com menyebut armada komputasi ISS kini mencakup sekitar 100 unit laptop HP yang dipakai rutin oleh awak stasiun. Dari lima unit jadi seratus dalam sepuluh tahun, angka yang masuk akal untuk stasiun yang beroperasi 24 jam dan tidak bisa menunggu teknisi datang.

Kabar bahwa NASA pensiunkan ThinkPad juga bukan tanda laptop lama itu rusak total. Sebagian unit pensiun karena masa pakainya habis, sebagian karena perangkat pendukungnya makin sulit dicari. NASA belum mengonfirmasi apakah masih ada sisa unit ThinkPad T61p yang bertahan. Laporan menyebut perangkat itu masih dipakai sampai 2023, jadi bisa saja ada satu dua unit yang masih menempel di suatu rak modul, entah sebagai cadangan atau menunggu dikembalikan ke Bumi.

Perjalanan ThinkPad di luar angkasa: dari 750C ke T61p

ThinkPad pertama yang sampai ke orbit adalah ThinkPad 750C, diperkenalkan IBM pada 1993. Laptop itu terbang bersama pesawat ulang-alik Endeavour. Spesifikasinya, untuk ukuran sekarang, lucu: layar TFT warna 10,4 inci dan prosesor 486. Harganya saat itu sekitar US$4.699.

Di era berikutnya, Lenovo ThinkPad T61p jadi perangkat standar di ISS. Pada 2005 Lenovo mengakuisisi bisnis PC IBM, termasuk merek ThinkPad. Sejak itu logo Lenovo muncul di laptop yang dipakai astronaut, meski warisan desain IBM masih kelihatan jelas: bodi hitam, keyboard empuk, dan trackpoint merah di tengah.

Jadi 33 tahun itu bukan angka marketing. Hitungannya dari 1993 sampai 2026, melewati beberapa generasi stasiun, puluhan misi kargo, dan setidaknya dua kali perombakan besar cara manusia bekerja di orbit.

Kenapa ThinkPad lama bertahan begitu lama di ISS?

Ada alasan teknis kenapa perangkat keras di luar angkasa jarang diganti cepat. Setiap perangkat yang masuk ISS harus lolos sertifikasi, diuji untuk lingkungan mikrogravitasi, dan dipastikan tidak mengganggu sistem lain. Mengganti satu lini laptop berarti menyiapkan pelatihan awak, dokumentasi baru, dan jalur dukungan teknis dari Bumi.

ThinkPad sendiri punya reputasi kuat soal ketahanan. Desainnya sudah teruji di medan kasar sejak era IBM, dan itu membuatnya cocok untuk lingkungan yang tidak bisa diperbaiki dengan cepat. Selama bertahun-tahun, ThinkPad juga jadi standar di banyak kantor, kampus, dan perusahaan karena keyboard serta durabilitasnya.

Alasan NASA pensiunkan ThinkPad pada akhirnya soal beban kerja. Pergantian ke HP ZBook menandai bahwa prioritasnya sudah bergeser. Ketahanan dasar masih wajib, tapi sekarang pekerjaannya lebih berat: analisis data eksperimen yang lebih besar, instrumen yang lebih banyak, dan kebutuhan komputasi yang tidak bisa lagi ditangani laptop kelas lama.

Apa efeknya buat pengguna biasa?

Jujur, keputusan NASA ini tidak langsung mengubah harga laptop di toko. Tapi ada dua hal yang bisa kamu ambil.

  • Merek yang dipakai lembaga besar bukan jaminan selamanya. ThinkPad bertahan 33 tahun, tapi tetap diganti ketika kebutuhan berubah. Yang menentukan bukan nama, tapi apakah perangkatnya masih sanggup menjalankan pekerjaan.
  • Dukungan jangka panjang lebih mahal dari harga beli. NASA tidak mengganti laptop karena rusak semua, tapi karena biaya dan risiko mempertahankannya makin tinggi. Pola yang sama berlaku untuk laptop kantor atau sekolah.

Kalau kamu sedang pilih laptop untuk kerja berat, pelajaran dari kasus ini sederhana: lihat kebutuhan nyata dulu, baru merek. Laptop dengan memori dan penyimpanan besar biasanya lebih tahan lama dipakai, meski harganya lebih tinggi di awal.

Kesimpulan

NASA pensiunkan ThinkPad setelah 33 tahun, dan HP ZBook resmi jadi standar komputasi baru di ISS. Perpindahannya berlangsung bertahap sejak April 2016, dan sekarang armadanya jauh lebih besar dari lima unit pertama. Buat pengguna biasa, cerita ini pengingat bahwa perangkat keras selalu kalah sama perubahan kebutuhan. Termasuk laptop yang sudah terbang ke luar angkasa.

Baca juga: Bocoran Spesifikasi Lenovo Googlebook 15: OLED 120Hz, Core Ultra 5, Meluncur 15 September

Baca juga: Nvidia dan AMD Tunda GPU Gaming Generasi Baru ke 2028, Kenapa?

Sumber

  • CNBC Indonesia: NASA Setop Pakai Laptop ThinkPad, Ini Alasan Ganti Merek Lain (18 September 2026)
  • Suara.com: NASA Pensiunkan Laptop ThinkPad Setelah 33 Tahun di ISS, Apa Penggantinya? (18 September 2026)
  • Media Indonesia: NASA Ganti Laptop ThinkPad dengan HP ZBook di Stasiun Luar Angkasa