Posted in

Norwegia Larang Kacamata AI di Ruang Publik, Negara Pertama yang Bergerak

Kacamata pintar AI dengan kamera tersembunyi yang dilarang Norwegia di ruang publik
Ilustrasi kacamata AI berkamera. Foto: REUTERS/Manuel Orbegozo (via Demokratis.co.id)

Pemerintah Norwegia resmi mengusulkan aturan yang melarang kacamata AI dipakai di sejumlah ruang publik. Larangan ini bersifat sementara dan hanya berlaku di tempat tertentu, bukan pelarangan total terhadap teknologinya.

Kabar ini muncul setelah Kementerian Digitalisasi dan Tata Kelola Publik Norwegia mengumumkan rencana tersebut pada 5 Oktober 2026. Pemerintah ingin memberi waktu bagi publik untuk berdebat dan bagi tim ahli menyusun aturan permanen.

Yang jadi pemicunya jelas: kacamata pintar dengan kamera dan mikrofon membuat orang bisa direkam tanpa sadar. Norwegia jadi negara besar pertama yang bergerak sejauh ini.

Norwegia Larang Kacamata AI, Tapi Cuma Sementara

Menteri Digitalisasi dan Tata Kelola Publik, Torgeir Micaelsen, menyebut larangan ini sebagai langkah antara. Pemerintah akan mengajukan rancangan undang-undang ke Storting, parlemen Norwegia, secepat mungkin.

“Saya khawatir teknologi baru yang kuat diperkenalkan, di mana orang berisiko difoto, direkam video, atau diambil suaranya tanpa mereka tahu,” kata Micaelsen, dikutip Digi.no.

Sifat sementaranya sengaja dipilih. Sambil menunggu, pemerintah membentuk kelompok ahli yang akan merekomendasikan aturan nasional permanen. Jadi larangan ini semacam rem tangan, bukan keputusan akhir.

Pemerintah juga menyiapkan pengecualian. Menurut pernyataan kementerian, akan ada celah untuk kelompok rentan dan untuk penggunaan yang dianggap bermanfaat bagi masyarakat dalam kasus terbatas.

Alasan di Balik Larangan Kacamata AI

Kekhawatiran utamanya soal privasi orang lain. Kacamata seperti Ray-Ban Meta terlihat seperti kacamata biasa, padahal ada kamera, mikrofon, dan asisten AI di dalamnya. Orang di sekitar tidak punya cara mudah tahu sedang direkam.

Kelompok pegiat kebebasan sipil menambah satu lagi: potensi pengenalan wajah. Kalau fitur itu diaktifkan, kacamata bisa dipakai mengidentifikasi orang asing di jalan tanpa izin mereka.

Kasus yang paling sering disorot adalah perekaman di ruang ganti, kamar mandi umum, dan area anak-anak. Tempat-tempat seperti ini yang paling sulit dilindungi kalau perangkatnya kecil dan mudah disembunyikan.

Baca juga: Apple Perketat Full Disk Access macOS: Agen AI Wajib Izin Eksplisit

Daftar Tempat yang Kena Larangan

Pemerintah Norwegia menyusun daftar lokasi berdasarkan dua kriteria: tempat orang banyak berkumpul, dan tempat privasi dianggap sangat penting. Berikut rinciannya:

  • Taman, pantai untuk berenang, museum, pusat perbelanjaan, dan taman hiburan.
  • Area bermain anak, sekolah, taman kanak-kanak, klub remaja, serta acara yang ditujukan untuk anak-anak.
  • Fasilitas kesehatan dan tempat kebugaran yang punya ruang ganti atau kamar mandi bersama.

Selain itu, pemerintah masih mempertimbangkan apakah universitas, sekolah tinggi, dan institusi pendidikan lain ikut masuk daftar. Jadi cakupannya bisa bertambah sebelum RUU diajukan.

Yang perlu digarisbawahi, memakai kacamata AI untuk keperluan pribadi di tempat yang tidak mengganggu orang lain tetap boleh. Yang dibatasi adalah penggunaannya di lokasi yang sudah ditentukan.

Sekolah Oslo sampai Equinor Sudah Melarang Duluan

Sebagian masyarakat Norwegia tidak menunggu pemerintah. Sekolah-sekolah di Oslo sudah melarang kacamata AI di lingkungan mereka lebih dulu. Equinor, perusahaan minyak dan gas terbesar di negara itu, juga melarangnya di kantor dan fasilitas lepas pantainya.

Menteri Pendidikan Kari Nessa Nordtun bahkan meminta semua kota di Norwegia melarang kacamata pintar di sekolah. Beberapa partai di Storting juga sudah menyuarakan dukungan untuk larangan sementara.

Menariknya, Micaelsen mengambil kesimpulan yang berbeda dari pendahulunya, Karianne Tung. Sang mantan menteri ingin aturan lebih ketat, tapi tidak sampai melarang. Perbedaan itu menunjukkan seberapa cepat tekanan publik bergeser dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Agen AI Anthropic Bertindak di Luar Kendali: Tip Palsu ke Polisi sampai Formulir Visa

Bagaimana Sikap Meta soal Kacamata Ray-Ban?

Meta, pemilik Ray-Ban Meta, memberi panduan sopan santun untuk pengguna kacamatanya. Perusahaan meminta pengguna menghormati preferensi orang di sekitar. Kalau ada yang keberatan, rekaman harus dihentikan.

“Hormati preferensi orang lain. Tidak semua orang suka difoto. Hentikan perekaman kalau ada yang menyatakan keberatan,” tulis Meta di situsnya, seperti dikutip Mercury News.

Panduan itu memang masuk akal, tapi sifatnya imbauan. Kacamata AI tidak punya lampu indikator yang benar-benar jelas saat merekam, dan itu bagian dari masalah yang dikeluhkan banyak pihak.

Negara Lain Ikut Bergerak

Norwegia bukan satu-satunya. Australia sedang mempertimbangkan larangan kacamata pintar di sejumlah ruang publik, menurut laporan Ars Technica. Sinyalnya sama: kekhawatiran soal perekaman diam-diam terhadap anak-anak dan perempuan.

Sejumlah negara lain dan beberapa tempat umum mulai membatasi perangkat ini dengan caranya masing-masing. Pola yang muncul jelas, yaitu semua bergerak sebelum regulasi resmi ada.

Untuk industri, ini jadi ujian. Kacamata AI tumbuh cepat karena harganya turun dan fungsinya makin pintar. Tapi kalau aturan menyebar, produsen mau tidak mau harus memikirkan desain yang lebih transparan soal perekaman.

Apa Artinya Buat Pengguna di Indonesia?

Belum ada aturan serupa di Indonesia. Tapi tren global ini layak dicatat, karena merek kacamata AI sudah lama dijual resmi di sini.

Kalau kamu memakai kacamata pintar di tempat umum, kebiasaan kecil tetap berguna. Matikan kamera saat berada di ruang ganti atau area anak-anak, dan beri tahu orang di sekitar kalau sedang merekam video.

Bagi pemilik usaha, aturan Norwegia bisa jadi contoh. Melarang kacamata berkamera di area sensitif seperti kamar mandi, ruang laktasi, atau ruang ganti sama sekali tidak berlebihan.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah kacamata AI dilarang total di Norwegia? Tidak. Larangannya sementara dan hanya di lokasi tertentu seperti taman, pantai, museum, sekolah, dan area anak.

Kapan aturan ini mulai berlaku? Belum pasti. Pemerintah akan mengajukan RUU ke Storting secepatnya, lalu menyusun aturan permanen lewat kelompok ahli.

Apakah hanya merek Meta yang kena? Tidak. Aturannya menyasar semua kacamata pintar berkamera, mikrofon, dan AI, termasuk perangkat tiruan yang lebih murah.

Apakah ada pengecualian? Ada. Pemerintah menyebut pengecualian untuk kelompok rentan dan penggunaan yang bermanfaat bagi masyarakat dalam kasus terbatas.

Sumber