Posted in

Apple Kuasai 50% Pendapatan HP Global, Harga Ponsel Naik gara-gara Memori

iPhone 18 Pro dan Apple Watch dipajang di toko Apple
Foto: 9to5Mac/Apple. Apple kuasai 50% pendapatan smartphone global pada kuartal III 2026. Sumber: https://9to5mac.com/2026/11/05/report-apple-captured-half-of-global-smartphone-revenue-in-q3/

Ada yang ganjil di pasar HP dunia sepanjang kuartal III 2026. Jumlah unit yang dikirim ke toko turun 19 persen dibanding tahun lalu, tapi total uang yang berputar justru naik 3 persen jadi US$114 miliar. Artinya sederhana: orang beli HP lebih sedikit, tapi tiap HP yang kejual harganya jauh lebih mahal.

Yang paling menikmati situasi ini Apple. Menurut laporan Counterpoint Research yang rilis 3 November 2026, Apple kuasai pendapatan smartphone global dengan porsi 50 persen di Q3 2026. Itu rekor tertinggi yang pernah dicatat perusahaan untuk kuartal ketiga, dengan pertumbuhan pendapatan 17 persen year-on-year.

Yang bikin angka itu makin menarik: jumlah iPhone yang dikirim hampir flat. Apple tidak jualan lebih banyak, mereka jualan lebih mahal. Dan pasar tetap mau bayar.

Apple kuasai pendapatan smartphone global lewat harga, bukan volume

Harga jual rata-rata atau ASP iPhone naik 19 persen jadi US$1.031 per unit. Ini level tertinggi sepanjang sejarah iPhone. Tarun Pathak, Research Director Counterpoint, menyebut kenaikan itu datang dari tiga hal: harga peluncuran iPhone 18 Pro Series yang lebih tinggi, absennya iPhone 18 versi dasar di gelombang peluncuran pertama, plus kenaikan harga model-model lama pada September.

Permintaan iPhone 17 Series juga masih kuat, jadi Apple dapat dua sumber napas sekaligus: stok lama yang tetap laku dan model baru yang harganya lebih mahal. Pathak bilang Apple punya ruang untuk menyerap kenaikan biaya memori dan membebankannya ke konsumen tanpa permintaan anjlok. Kalimat itu terdengar halus, tapi isinya cukup brutal: ongkos produksi naik, dan yang bayar adalah pembeli.

Bandingkan dengan merek lain yang mencoba cara sama tapi hasilnya beda. Samsung tetap nomor satu dari sisi jumlah kiriman dengan 22 persen pangsa, pendapatannya naik 14 persen, tapi porsi pendapatan globalnya cuma 19 persen. Artinya Samsung jual jauh lebih banyak HP dengan harga rata-rata US$367, sementara Apple jual lebih sedikit HP dengan harga hampir tiga kali lipat.

Harga rata-rata HP dunia tembus US$442, tertinggi sepanjang sejarah

Bukan cuma Apple yang naik. ASP global semua merek melonjak 27 persen year-on-year jadi US$442 per unit. Counterpoint menyebut tiga penyebab: pergeseran ke perangkat premium, komposisi produk yang lebih mahal, dan kenaikan harga akibat biaya memori yang menerpa semua produsen.

Kenaikan 27 persen dalam setahun itu besar. Pasar yang biasanya cuma bergerak satu-dua persen setahun sekarang loncat jauh. Itu tanda struktur biaya industri sedang berubah, bukan cuma strategi marketing satu merek. HP kelas menengah yang tahun lalu dijual Rp4 jutaan sekarang sulit tetap di harga segitu tanpa memangkas spesifikasi.

Baca juga: RedMagic 12 Pro Resmi Global: Baterai 8.400 mAh, Layar 185 Hz, Harga Naik

Memori jadi biang keladi, HP murah paling kena

Shilpi Jain, Senior Analyst Counterpoint, menjelaskan bahwa pasar HP sekarang terjepit antara volume dan nilai. Harga jual naik menutupi turunnya kiriman, tapi belum tentu bikin untung. Karena biaya memori terus naik, produsen menaikkan harga, memangkas varian yang marginnya tipis, dan memprioritaskan produk andalan di pasar kunci.

Segmen entry-level yang paling rentan. Di kelas ini tidak ada ruang menyerap kenaikan biaya tanpa merusak margin atau memotong spesifikasi. Praktisnya, HP di bawah Rp3 juta bakal jadi barang yang makin langka atau makin tipis fiturnya. Produsen lebih memilih menjual model Rp5-7 juta yang marginnya lebih sehat ketimbang mempertahankan volume di kelas bawah.

Xiaomi kelihatan paling jelas melakukan manuver ini. Pendapatannya flat, tapi ASP naik dua digit karena mereka geser portofolio dari kelas entry ke mid-range dan upper mid-range. Redmi Note 15 Series dan Xiaomi 17T jadi penyumbang pendapatan terbesar di pasar utama mereka. Terjemahan bebasnya: Xiaomi sadar tidak bisa menang di harga murah, jadi mereka naik kelas.

OPPO dan vivo pilih margin, terima kiriman turun

Dua merek ini ambil jalan paling tegas. Pendapatan OPPO turun 26 persen dan vivo turun 22 persen, karena penurunan kiriman lebih besar dari kenaikan harga jual. Keduanya memang sengaja memilih margin ketimbang volume, mengurangi operasi di pasar non-inti, dan fokus ke model flagship serta produk kunci.

OPPO dapat kenaikan ASP dari lini A6 di kelas menengah, sementara vivo mengumpulkan kenaikan harga dari segmen upper mid-range dan premium lewat S60 5G, V70, dan X300 Series. Strategi ini masuk akal untuk jangka pendek, tapi berisiko: pangsa pasar yang dilepas sulit diambil kembali saat kondisi membaik.

Baca juga: Xiaomi 18 Pro Series Rilis Global November 2026, Baterainya Justru Lebih Kecil

Buat yang berencana beli HP, ini yang perlu dipertimbangkan

Kalau kamu menunggu harga turun tahun depan, siap-siap kecewa. Counterpoint memperkirakan biaya memori masih tinggi sepanjang 2027 dan bakal mendorong kenaikan harga lagi. Jadi menunda pembelian bukan strategi hemat, kecuali kamu memang bisa bertahan dengan HP sekarang lebih lama.

Beberapa hal yang lebih masuk akal:

  • Beli flagship tahun lalu. Model yang usianya 12 bulan biasanya sudah turun harga, tapi masih dapat update software bertahun-tahun. Nilai per rupiahnya jauh lebih baik daripada HP baru kelas menengah.
  • Pantau harga setelah peluncuran. Kenaikan harga peluncuran sering dipakai untuk menguji pasar. Kalau responsnya lemah, diskon datang beberapa bulan kemudian.
  • Hindari spek tinggi murah. Di tengah tekanan biaya memori, HP murah dengan RAM besar biasanya menyimpan kompromi di tempat lain: panel, kamera, atau dukungan software jangka panjang.

Q4 2026 mulai melambat, 2028 baru ada kelegaan

Counterpoint memperkirakan tren pendapatan yang kuat ini tidak berlanjut ke kuartal IV 2026. Penurunan kiriman diprediksi lebih cepat daripada kenaikan ASP, jadi pendapatan pasar global masuk fase kontraksi. Meski begitu, harga jual yang tinggi di tiga kuartal pertama cukup untuk membuat pendapatan sepanjang 2026 tetap lebih besar dari 2025.

Untuk 2027, gambarnya agak campur. Biaya memori tetap menekan margin dan memicu kenaikan harga lanjutan. Kiriman diperkirakan turun lagi, tapi tidak secepat 2026, sementara ASP yang lebih tinggi membuat pertumbuhan pendapatan justru lebih baik dari tahun ini. Kelegaan baru diperkirakan datang pada 2028, dan itu pun tidak otomatis jadi harga lebih murah. Counterpoint menyebut produsen kemungkinan memakai penghematan biaya untuk meningkatkan spesifikasi perangkat, bukan menurunkan harga.

Kesimpulan saya

Data ini menunjukkan sesuatu yang sudah lama terasa tapi baru sekarang kelihatan angkanya: Apple kuasai pendapatan smartphone global karena pasar berhenti tumbuh dari jumlah orang yang beli, dan mulai tumbuh dari seberapa mahal mereka mau bayar. Apple paling diuntungkan karena posisinya sudah di atas, sementara merek yang hidup dari volume harus memilih antara pangsa pasar atau margin. Buat kita sebagai pembeli, masa murahnya HP sudah lewat. Yang tersisa adalah keputusan soal prioritas: bayar lebih untuk sesuatu yang tahan lama, atau tahan diri dan rawat HP yang sekarang lebih lama.

Sumber: