HyperOS 4 akhirnya resmi. Xiaomi mengumumkan antarmuka terbarunya ini pada Kamis (13/8/2026), membawa ubahan desain yang cukup berani: tampilan kaca transparan yang bikin banyak orang langsung teringat iOS 26, plus sederet peningkatan performa dan fitur AI yang jauh lebih matang. Beta-nya langsung dibuka untuk pengguna China mulai 14 Agustus, dan kabarnya versi global bakal menyusul dalam beberapa bulan ke depan.
Yang menarik, rilis ini datang lebih cepat dari dugaan. Padahal HyperOS 3 yang berbasis Android 17 baru saja disebar ke banyak perangkat, sekarang Xiaomi sudah melangkah lagi. Jadi apa saja yang berubah? Saya rangkum dari pengumuman resmi dan laporan GSM Arena, biar kamu nggak cuma dengar istilah “lebih cepat dan lebih mulus” tanpa angka yang jelas.
Soft Light Glass: UI transparan yang bikin HyperOS 4 beda banget
Perubahan paling mencolok di HyperOS 4 ada di desainnya. Xiaomi menyebut gaya baru ini Soft Light Glass — elemen transparan dengan efek pencahayaan yang diterapkan di Quick Settings, menu, widget, folder, dan berbagai bagian sistem lainnya. GSM Arena bahkan menyebut sistem ini berusaha menghadirkan pantulan kaca (refraction) yang terlihat realistis, bukan sekadar efek blur biasa.
Kalau kamu lihat tangkapan layarnya, kesan “ala Apple” memang sulit dipungkiri. Tapi menurut saya ini bukan sekadar meniru. Xiaomi tetap punya identitas sendiri, misalnya dari widget jam besar yang bisa diubah-ubah ukurannya di layar kunci dan notifikasi bertumpuk yang lebih rapi. Pengaturan layar kunci juga makin fleksibel: jam dan notifikasi bisa diatur posisinya sesuai selera.
Ada juga pembaruan di Integrated Device Centre yang tata letaknya dibuat ulang, jadi perpindahan antar perangkat Xiaomi terasa lebih mulus. Aplikasi bawaan ikut disegarkan, seperti aplikasi Phone yang kini punya tab bawah mengambang dan Gallery dengan efek blur yang lebih halus.
Baca juga: Gemini 1 Miliar Pengguna Bulanan: Rekor Baru yang Bikin ChatGPT Was-was
Performa: buka aplikasi 18 persen lebih cepat, frame drop turun drastis
Xiaomi mengklaim HyperOS 4 berjalan dengan penggunaan memori lebih rendah dibanding pendahulunya. Lingkungan runtime aplikasi juga dirancang ulang, dan hasil pengujian internalnya lumayan mencengangkan: setelah HP dipakai 9 jam, waktu membuka aplikasi diklaim sekitar 18 persen lebih cepat dari HyperOS 3. Kompas mencatat angka serupa, yaitu waktu membuka 30 aplikasi berurutan berkurang 17,5 persen.
Buat yang suka main game atau sering multitasking, kabar lainnya juga bagus. Frame drop selama pemakaian panjang berkurang hingga 28,9 persen, dan pemutaran video disebut jauh lebih stabil. Di balik layar, AI punya peran besar: sistem memprediksi sumber daya apa yang bakal dibutuhkan berikutnya, lalu memuatnya ke RAM lebih dulu supaya langsung siap saat kamu memerintah.
Aplikasi Gallery juga dapat peningkatan signifikan. Kecepatan menggulir thumbnail foto diklaim lebih cepat hingga 90 persen, dan pemrosesan foto HDR turun dari 310 milidetik menjadi 240 milidetik. Kamera juga lebih responsif, dengan waktu cold start yang dipangkas 200 milidetik. Buat pengguna yang suka motret, ini perbedaan yang kerasa banget di tangan.
Super AI Assistant 2.0: asisten Xiaomi yang makin “nyatu” dengan HP
Bagian paling menarik buat saya ada di sisi AI. Xiaomi menghadirkan Super AI Assistant 2.0 yang ditenagai model bahasa besar buatan sendiri, MiMo. Kemampuannya nggak main-main: transkripsi suara, merapikan catatan, mencari foto di galeri, menyusun rencana perjalanan, sampai mengontrol perangkat smart home dan smart car.
Ada juga fitur bernama Xiaomi Super Island, popup kecil di sekitar kamera punch-hole yang muncul saat asisten sedang mendengarkan atau berpikir. Jadi kamu tahu AI-nya benar-benar bekerja, dan layar penuh baru muncul saat jawabannya sudah siap. Interaksi kayak gini yang bikin AI terasa “hadir”, bukan sekadar perintah suara yang jawabannya nongol tiba-tiba.
Yang paling unik adalah Inspiration Ball, semacam kursor pintar yang bisa kamu seret ke elemen di layar. Contohnya, seret ke alamat lalu ucapkan “navigate ke sini” dan aplikasi maps langsung kebuka dengan tujuan terisi. Atau seret ke gambar produk dan minta AI mencarikannya di toko online. Tapi catatannya: fitur ini mungkin tidak ikut ke rilis global karena fungsinya tumpang tindih dengan Circle to Search punya Google. Sayang, sih, kalau sampai batal.
Baca juga: Redmi 17 4G dan 5G Resmi Debut Global: Baterai 7.500 mAh, Harga Mulai Rp2,9 Jutaan
Jadwal beta HyperOS 4: siapa kebagian duluan?
Beta publik HyperOS 4 dimulai 14 Agustus, tapi untuk saat ini khusus pengguna China. GSM Arena merilis jadwalnya dalam tiga gelombang, dan daftarnya cukup panjang:
- Batch 1 (14 Agustus): Xiaomi 17 Ultra (termasuk Leica Edition), Xiaomi 17 Pro Max, Xiaomi 17 Pro, Xiaomi 17, Redmi K90 Pro Max (termasuk Champion Edition), Redmi K90, Xiaomi Pad 8 Pro, dan Xiaomi Pad 8.
- Batch 2 (27 Agustus): Xiaomi 17 Max, Xiaomi 17T Pro, Xiaomi 17T, Xiaomi 15 Ultra (termasuk Satellite Edition), Xiaomi 15S Pro, Xiaomi 15 Pro, Xiaomi 15, Redmi K90 Max, Redmi K90 Ultra, dan Redmi K Pad 2.
- Batch 3 (17 September): Redmi K100 Pro Max, Redmi K100 Pro, Redmi K80 Pro, Redmi K80 Pro Extreme Edition, Redmi K80, Xiaomi Mix Flip 2, Xiaomi Pad 7 Ultra, dan Xiaomi Pad 7S Pro 12.5.
Pola gelombangnya mirip yang dulu-dulu: perangkat flagship paling baru selalu dapat prioritas, lalu menyusul ke seri di bawahnya. Kalau HP kamu nggak ada di daftar ini, jangan kecewa dulu — biasanya masih ada gelombang tambahan buat perangkat kelas menengah.
Kapan HyperOS 4 rilis global?
Xiaomi belum kasih tanggal pasti untuk pasar global. Kompas melaporkan antarmuka ini diyakini bakal tersedia “dalam beberapa bulan mendatang”, dan pola rilis HyperOS sebelumnya menunjukkan versi global biasanya mengikuti versi China dengan jeda beberapa bulan. Jadi pengguna Xiaomi di Indonesia kemungkinan besar baru bisa mencicipi HyperOS 4 stabil di akhir tahun atau awal tahun depan.
Pendapat saya pribadi: langkah Xiaomi ini cukup berani. Setelah bertahun-tahun MIUI dicap “berat” dan penuh bloatware, HyperOS 3 sudah mulai memperbaiki reputasi itu, dan HyperOS 4 datang dengan fokus yang jelas ke kecepatan, efisiensi, dan AI yang benar-benar dipakai. Yang perlu dibuktikan adalah konsistensinya di perangkat kelas menengah ke bawah, karena optimasi semacam ini sering kali hanya terasa di flagship.
FAQ seputar HyperOS 4
HyperOS 4 berbasis Android berapa? HyperOS 4 kemungkinan besar berbasis inti yang sama dengan Android 17, mengikuti pola HyperOS 3 yang juga berdiri di atas Android 17.
HP apa saja yang dapat HyperOS 4 duluan? Gelombang pertama mencakup Xiaomi 17 series, Redmi K90 series, dan Xiaomi Pad 8 series, dengan beta dimulai 14 Agustus 2026.
Apakah HyperOS 4 langsung tersedia di Indonesia? Belum. Versi China masih beta, dan rilis global diperkirakan menyusul dalam beberapa bulan ke depan.
Sumber
Kompas.com — Xiaomi Rilis Antarmuka HyperOS 4, Bawa UI Transparan ala Apple dan Fitur AI Baru
GSM Arena — Xiaomi unveils HyperOS 4 with a new glass look, UI customizations and more AI