WhatsApp lagi uji fitur privasi baru namanya Restricted Chat WhatsApp. Fungsinya simpel: kamu bisa kunci percakapan tertentu supaya cuma bisa dibuka di HP utama. Buka WhatsApp Web di laptop? Chat itu nggak ada. Buka di tablet atau HP kedua yang sudah ditautkan? Sama, nggak muncul.
Restricted Chat WhatsApp mulai dijajal ke sebagian pengguna WhatsApp beta Android dan iOS. Fitur ini sebenarnya upgrade dari Advanced Chat Privacy yang sudah ada sejak 2025. Namanya diganti karena banyak orang salah paham. Mereka mengira chat yang belum pakai Advanced Chat Privacy itu berarti nggak aman. Padahal semua chat WhatsApp tetap pakai enkripsi end-to-end, mau fiturnya dinyalakan atau tidak.
Apa Itu Restricted Chat WhatsApp dan Kenapa Namanya Diganti
WABetaInfo pertama kali menemukan fitur ini di WhatsApp beta Android 2.26.36.5, lalu WhatsApp resmi menggulirkannya ke lebih banyak beta tester beberapa pekan kemudian. Versi yang beredar sekarang ada di WhatsApp beta Android 2.26.39.11 dan WhatsApp beta iOS 26.39.10.20.
Alasan ganti nama cukup masuk akal. Advanced Chat Privacy terdengar seperti satu-satunya lapisan keamanan yang kamu punya. Padahal enkripsi end-to-end WhatsApp jalan terus di semua percakapan, tanpa perlu diaktifkan. Restricted Chat lebih jelas: ini lapisan tambahan, bukan syarat biar chat kamu aman.
WhatsApp sendiri menyebut Advanced Chat Privacy sebagai versi pertama, dan memang sudah ada rencana menambah kemampuan lain di rilis berikutnya. Restricted Chat adalah lanjutan itu.
Cara Kerja: Empat Pembatasan yang Langsung Aktif
Saat kamu menyalakan Restricted Chat WhatsApp dari layar info chat, ada empat pembatasan yang langsung berlaku untuk semua orang di percakapan itu:
- Foto dan video dari chat nggak lagi otomatis tersimpan ke galeri HP peserta.
- Percakapan nggak bisa diekspor atau disimpan sebagai file.
- Meta AI nggak bisa dipakai di dalam chat tersebut.
- Chat nggak disinkronkan ke perangkat tertaut, jadi cuma ada di HP utama.
Poin terakhir yang paling menarik. WhatsApp menyebut linked device sebagai pintu masuk paling umum buat klien tidak resmi dan agen AI. Jadi kalau percakapan dikunci di HP utama, tidak ada perangkat lain yang bisa menarik isinya.
Ada satu hal yang perlu diingat: begitu fitur ini diaktifkan, WhatsApp menampilkan pesan sistem di layar chat. Semua peserta tahu level privasi percakapan berubah. Jadi bukan kontrol diam-diam, semua orang di chat itu dapat notifikasi.
Kalau kamu pernah pakai fitur serupa, cek juga WhatsApp Scam Alert: AI On-Device yang Deteksi Penipuan Tanpa Baca Chat Kamu, pendekatan privasi WhatsApp memang jalan ke arah pemrosesan di perangkat.
Kenapa Fitur Ini Muncul Sekarang
Enkripsi end-to-end sudah melindungi isi pesan dari WhatsApp dan pihak luar. Yang belum terlindungi adalah perangkat tempat pesan itu mendarat. Begitu kamu tautkan WhatsApp ke laptop, Web, atau HP sekunder, percakapan menyalin ke sana. Perangkat itu bisa dipinjam orang lain, lupa logout di komputer kantor, atau terpasang aplikasi yang minta akses notifikasi.
Faktor kedua soal agen AI. Sepanjang 2026, makin banyak asisten digital yang diminta membaca pesan masuk buat menyusun ringkasan atau menjawab otomatis. Cara paling gampang menyambung ke WhatsApp ya lewat perangkat tertaut. Agen AI dari pihak ketiga biasanya berjalan di HP atau server, bukan di dalam aplikasi resmi WhatsApp.
Restricted Chat memutus jalan itu. Kalau chat nggak disinkronkan ke perangkat lain, agen AI yang nempel di desktop nggak punya apa pun untuk dibaca. Ini sebabnya Maret lalu WhatsApp sempat ramai soal aplikasi asisten yang minta akses pesan. Lihat juga Google Assistant Dimatikan di Android, Gemini Ambil Alih Tanpa Jalan Pulang untuk konteks bagaimana asisten AI makin dalam masuk ke HP.
Siapa yang Sudah Bisa Pakai
Untuk sekarang Restricted Chat WhatsApp masih terbatas. Fiturnya cuma tersedia buat sebagian pengguna beta. Jadi meski kamu sudah pasang WhatsApp beta Android 2.26.39.11 atau iOS 26.39.10.20, belum tentu opsi ini muncul di layar info chat kamu. WhatsApp menggulirkan fitur secara bertahap, biasanya dihitung per akun, bukan per versi aplikasi.
Fitur ini juga sementara cuma jalan di percakapan individu. Belum ada kabar kapan WhatsApp memberi opsi serupa untuk grup. Wajar, karena kontrol di grup jauh lebih ribet, semua anggota harus dapat perlakuan yang sama dan enkripsi grup perlu penyesuaian di sisi pengirim.
WhatsApp juga belum menyebut tanggal pasti kapan fitur ini rilis luas ke semua pengguna Android dan iPhone.
Bedanya dengan Fitur Privasi Lain di WhatsApp
WhatsApp sebenarnya punya beberapa lapisan privasi, dan gampang tertukar satu sama lain:
- Enkripsi end-to-end selalu aktif, nggak bisa dimatikan, melindungi isi pesan saat dikirim.
- Chat lock menyembunyikan chat di balik kunci biometrik, tapi chat tetap ada di semua perangkat tertaut.
- Pesan sementara menghapus pesan setelah jangka waktu tertentu, tapi chat-nya sendiri masih tersinkron.
- Restricted Chat membatasi percakapan langsung ke HP utama, jadi perangkat tertaut nggak dapat salinan.
Urutannya dari yang paling dasar sampai paling ketat. Kalau chat kamu isinya data kerjaan sensitif, kode OTP, atau obrolan medis, baru Restricted Chat yang bikin isinya benar-benar cuma ada di satu HP.
Catatan Sebelum Kamu Nyalakan
Ada konsekuensi praktis yang perlu kamu timbang. Kalau HP utama kamu hilang atau rusak, chat yang dibatasi nggak bisa kamu buka dari WhatsApp Web atau HP cadangan. Backup chat WhatsApp juga biasanya jalan dari HP utama, tapi foto dan video yang nggak otomatis tersimpan ke galeri berarti lebih rawan kalau kamu reset perangkat.
Jadi jangan nyalakan fitur ini untuk semua chat. Pilih yang memang sensitif saja, sisanya biarkan normal supaya kamu masih bisa balas dari laptop. Fitur ini opsional dan bisa dimatikan lagi kapan saja dari layar info chat yang sama.
Kalau kamu sering kerja dari beberapa perangkat, cek juga OpenAI Jeda Pelatihan Model Terbaru Usai Agen AI OpenAI Serang Situs Pemerintah, ada pola serupa soal akses agen AI ke data pribadi.
FAQ Restricted Chat WhatsApp
Apakah Restricted Chat WhatsApp bikin chat lain jadi nggak aman?
Tidak. Semua chat WhatsApp tetap pakai enkripsi end-to-end, mau kamu pakai fitur ini atau tidak. Restricted Chat hanya menambah pembatasan akses di perangkat.
Bisa dipakai di grup?
Belum. Untuk sementara fitur ini cuma jalan di percakapan individu.
Kalau HP utama mati, chat masih bisa dibaca?
Tidak bisa lewat perangkat tertaut. Isi percakapan yang dibatasi memang cuma ada di HP utama.
Sudah rilis untuk semua orang?
Belum. Masih terbatas di sebagian pengguna WhatsApp beta Android dan iOS.
Chat yang sudah dibatasi bisa dikembalikan?
Bisa. Matikan Restricted Chat dari layar info chat, dan percakapan akan tersinkron kembali ke perangkat tertaut.
Kesimpulan
Restricted Chat WhatsApp menjawab satu celah yang selama ini diabaikan: enkripsi melindungi pesan saat dikirim, tapi tidak melindungi saat pesan sudah mendarat di perangkat kedua. Dengan mengunci percakapan di HP utama, WhatsApp mempersempit pintu masuk buat klien tidak resmi dan agen AI yang nempel lewat perangkat tertaut.
Fitur ini belum rilis luas dan masih terbatas di percakapan individu. Tapi arahnya jelas. WhatsApp makin serius soal privasi per percakapan, bukan cuma soal enkripsi di tingkat aplikasi.
Sumber: WABetaInfo, WABetaInfo (rollout Android), detikINET, GSMArena.