<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Narkoba &#8211; Preset</title>
	<atom:link href="https://preset.id/tag/narkoba/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://preset.id</link>
	<description>Insight cepat, tajam, dan relevan seputar teknologi, entertainment, dan lifestyle.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Nov 2026 08:38:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://preset.id/wp-content/uploads/2026/02/preset-favicon-512-150x150.png</url>
	<title>Narkoba &#8211; Preset</title>
	<link>https://preset.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KLIA Pasang Pemindai Tubuh AI, Respons Lonjakan Penyelundupan Narkoba</title>
		<link>https://preset.id/2026/11/07/klia-pemindai-tubuh-ai-keamanan-bandara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Davina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2026 08:38:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[CCTV AI]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Bandara]]></category>
		<category><![CDATA[KLIA]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Pemindai Tubuh AI]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Keamanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://preset.id/2026/11/07/klia-pemindai-tubuh-ai-keamanan-bandara/</guid>

					<description><![CDATA[Malaysia menyetujui rencana 17 poin untuk KLIA, termasuk pemasangan pemindai tubuh AI dan CCTV analitik. Pemicunya lonjakan penyitaan narkoba jadi RM108,35 juta.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pemindai tubuh AI</strong> bakal jadi pemandangan baru di Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Bukan buat gaya-gayaan, tapi karena penyitaan narkoba di bandara itu melonjak enam kali lipat: tembus RM108,35 juta cuma dalam tujuh bulan pertama 2026. Kabinet Malaysia menyetujui rencana pengamanan 17 poin pada 19 Agustus 2026, dan jawaban resmi parlemennya baru terbit 5 November, seperti dikutip Malay Mail.</p>
<p>Yang bikin saya tertarik bukan angka RM-nya. Tapi faktanya, negara tetangga kita ini akhirnya mengakui kalau pemeriksaan manual dan mesin lama sudah kewalahan. Pemerintah Malaysia sendiri bilang posisi geografis dan jaringan transportasi mereka bikin negara itu jadi jalur transit sindikat narkoba internasional. Itu pengakuan yang jarang diucapkan terbuka.</p>
<h2>Kenapa KLIA Tiba-tiba Butuh Pemindai Tubuh AI</h2>
<p>Pemicunya spesifik. Sepanjang 2026 ada serangkaian kasus penyelundupan yang lolos sampai tahap tertentu. Dua yang paling disorot: upaya menyelundupkan bunga ganja dan ketamin berbobot total 16,39 kg senilai RM1,03 juta pada 9 dan 12 Oktober. Barang sebesar itu bisa lewat, artinya ada celah di titik pemeriksaan.</p>
<p>Anggota parlemen Kota Melaka, Khoo Poay Tiong, yang mempertanyakan soal ini di parlemen. Jawaban Kementerian Dalam Negeri menyebut lonjakan penyitaan jadi RM108,35 juta itu sebagai dasar percepatan rencana. Jadi rencananya bukan reaksi panik sehari, tapi hasil evaluasi beberapa bulan.</p>
<p>Yang menarik, rencana ini dibagi tiga pilar: keamanan penerbangan, keamanan nasional dan perbatasan, serta keamanan fisik dan perlindungan. Tiga-tiganya jalan bareng, bukan cuma nambah alat di pintu masuk.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/10/11/norwegia-larang-kacamata-ai-ruang-publik/" target="_blank" rel="noopener">Norwegia Larang Kacamata AI di Ruang Publik, Negara Pertama yang Berani</a></p>
<h2>Isi 17 Poin: dari K9 Sampai CCTV Ber-AI</h2>
<p>Fase pertama sifatnya jangka pendek, dan isinya lebih ke merapikan yang sudah ada. Pemerintah memperketat e-Vetting untuk penerbitan security pass bandara, menerapkan tes narkoba acak buat pilot dan kru kabin, serta menambah kehadiran polisi di area terminal. Ada juga rencana memindahkan Unit K9 Narkotika dan petugas Jabatan Kastam ke zona keberangkatan khusus dan area bagasi yang dianggap berisiko.</p>
<p>Fase menengah berjalan 6 sampai 24 bulan. Di sinilah pengadaan alat berat masuk: pemindai bagasi berdaya tinggi, pemindai tubuh, dan pemasangan CCTV dengan kemampuan analitik berbasis kecerdasan buatan. Pemindai tubuh AI yang jadi judul berita ini masuk kategori ini, bukan langsung besok dipasang.</p>
<p>Fase panjang di atas 24 bulan isinya penggantian menyeluruh. Semua pemindai bagasi dan pemindai tubuh di seluruh titik masuk diganti teknologi AI generasi baru, plus modifikasi infrastruktur terminal dan kargo mengikuti tingkat risiko masing-masing area. Jadi jangan bayangkan bulan depan semua sudah berubah. Ini proyek bertahun-tahun.</p>
<h2>Cara Kerja Pemindai Tubuh AI di Bandara</h2>
<p>Sebelum kebayang yang serem, perlu tahu dulu teknologinya. Pemindai tubuh untuk bandara umumnya masuk tiga kategori: sinar-X, millimeter wave, dan infra merah. Yang paling banyak dipakai sekarang untuk pemeriksaan penumpang adalah millimeter wave, versi yang disebut advanced imaging technology (AIT).</p>
<p>Prinsipnya sederhana. Alat ini menembakkan gelombang radio frekuensi tinggi berenergi rendah ke permukaan tubuh, lalu membaca pantulannya. Karena gelombangnya memantul di kulit, objek yang disembunyikan di balik pakaian ikut kelihatan bentuknya. Radiasinya non-ionizing, beda kelas dengan sinar-X medis.</p>
<p>Bagian &#8220;AI&#8221;-nya ada di software. Algoritma deteksi ancaman menganalisis hasil pantulan dan menandai lokasi benda mencurigakan di layar dalam bentuk figur manusia generik, bukan foto tubuh asli penumpang. Tujuannya dua: mempercepat petugas membaca hasil, sekaligus menghindari masalah privasi yang dulu bikin alat semacam ini ditolak di banyak negara.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://preset.id/2026/10/25/agen-ai-bobol-100-perusahaan-1200-website/" target="_blank" rel="noopener">Agen AI Bobol 100 Perusahaan, Satu Hacker Serang 1.200 Website dalam 2 Hari</a></p>
<h2>Sinyal yang Sama dari RTS Link Johor</h2>
<p>Bukan cuma KLIA. Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution Ismail, 29 Oktober, bilang penumpang di lintas batas akan melewati pemindai tubuh yang bisa mendeteksi senjata dan barang selundupan. Konteksnya RTS Link Johor Bahru–Singapura.</p>
<p>Dia bahkan sudah mencoba demonya sendiri. Katanya, alat itu bisa mendeteksi senjata api dan benda tajam yang menempel di badan. &#8220;Jadi tidak ada ruang buat seseorang membalut sesuatu di badannya, karena pemindai akan mendeteksinya,&#8221; ujarnya, dikutip The Star.</p>
<p>Pernyataan itu penting karena menunjukkan arah kebijakan: Malaysia tidak lagi cuma mengandalkan pengamatan petugas dan anjing pelacak. Mereka bergerak ke pemeriksaan berbasis sensor yang hasilnya bisa dibaca cepat dan konsisten. Saifuddin juga menyebut pemeriksaan akan lebih ketat dari ujung kepala sampai kaki untuk penumpang dan bagasi dengan tujuan yang masuk profil risiko tinggi. Profilnya dibangun dari catatan insiden sebelumnya.</p>
<h2>Apa Artinya buat Penumpang dari Indonesia</h2>
<p>Kalau kamu sering terbang lewat KLIA, terutama dengan penerbangan lanjutan ke luar negeri, ini bakal terasa. Antrean di security check bisa lebih lambat di masa transisi, terutama saat alat baru dipasang dan petugas masih belajar membaca hasilnya. Waktu tunggu tambahan biasanya 5 sampai 15 menit di jam sibuk.</p>
<p>Yang lebih perlu diperhatikan soal barang bawaan. Pemindai tubuh dirancang mendeteksi objek yang menempel atau disembunyikan di badan, bukan cuma di tas. Jadi kebiasaan menyelipkan power bank di kantong jaket, atau membawa benda logam kecil yang lupa dikeluarkan, bisa memicu pemeriksaan tambahan.</p>
<p>Untuk penumpang yang memang tidak bawa apa-apa aneh, risikonya kecil. Justru ada sisi positifnya: bandara yang pengawasan body scanner-nya rapi biasanya lebih cepat memproses penumpang yang jelas bersih, karena petugas tidak perlu meraba semua orang.</p>
<h2>Yang Masih Harus Diawasi</h2>
<p>Saya cukup yakin teknologinya bakal jalan. Yang saya kurang yakin soal batas datanya. Pemindai tubuh menghasilkan gambar dan log pemindaian. CCTV analitik AI menghasilkan rekaman yang bisa dicocokkan dengan data penumpang. Begitu dua sistem itu disatukan, yang muncul bukan cuma keamanan, tapi juga database perilaku orang di ruang publik.</p>
<p>Pemerintah Malaysia belum merinci berapa lama data pemindaian disimpan, siapa yang boleh mengakses, dan bagaimana pengawasannya. Itu bagian yang biasanya baru dibahas setelah alatnya terpasang, dan biasanya juga jadi masalah belakangan. Bandingkan dengan Norwegia yang justru melarang kacamata AI di ruang publik karena alasan privasi.</p>
<p>Buat saya, rencana 17 poin ini masuk akal sebagai respons terhadap lonjakan penyelundupan. Tapi ukuran keberhasilannya jangan cuma &#8220;berapa kilogram narkoba yang ketangkap&#8221;. Harus ada juga angka berapa banyak penumpang biasa yang salah ditandai alat itu, dan seberapa transparan bandara menjelaskan ke mereka yang kena pemeriksaan tambahan.</p>
<p>Kalau dua angka itu tidak pernah dipublikasikan, pemindai tubuh AI cuma jadi alat baru dengan masalah lama yang dipindah ke ruang mesin.</p>
<h2>Sumber</h2>
<ul>
<li><a href="https://www.malaymail.com/news/malaysia/2026/11/06/klia-to-get-ai-body-scanners-k9-relocation-under-new-17-point-security-plan-to-curb-drug-smuggling/242142" target="_blank" rel="noopener">Malay Mail</a> — KLIA to get AI body scanners, K9 relocation under new 17-point security plan, 6 November 2026</li>
<li><a href="https://www.thestar.com.my/news/nation/2026/10/29/more-stringent-checks-for-drugs" target="_blank" rel="noopener">The Star</a> — More stringent checks for drugs, 29 Oktober 2026</li>
<li><a href="https://tsi-mag.com/through-a-scanner-darkly-body-scanning-in-airport-security" target="_blank" rel="noopener">Transport Security International</a> — penjelasan teknologi millimeter wave dan advanced imaging technology</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
