Samsung Galaxy Book 6 Edge resmi dirilis sebagai laptop pertama Samsung yang ditenagai chipset Snapdragon X2 Elite generasi kedua dari Qualcomm. Ini bukan sekadar upgrade biasa — performanya diklaim setara Apple M4, baterai tahan 22 jam, dan NPU-nya punya tenaga 80 TOPS untuk menjalankan fitur AI langsung di perangkat. Tapi harganya? $2.100 atau sekitar Rp33 juta. Worth it atau kemahalan?
Samsung Galaxy Book 6 Edge: Spesifikasi Utama
Galaxy Book 6 Edge hadir dengan layar AMOLED 16 inci beresolusi 2880 x 1800 piksel dan refresh rate 120Hz. Layarnya sudah dilapisi anti-glare, jadi tetap nyaman dipakai di luar ruangan atau di bawah lampu kantor yang terang. Kecerahan maksimalnya mencapai 500 nits — cukup untuk kebanyakan skenario penggunaan harian.
Di sektor dapur pacu, Samsung Galaxy Book 6 Edge mengandalkan Qualcomm Snapdragon X2 Elite (varian X2E-88-100) dengan 18 inti CPU — 12 prime core dan 6 performance core. Ada juga GPU Adreno X2-90 yang berjalan di 1.7GHz. Konfigurasinya cuma satu: RAM 16GB LPDDR5X dan SSD 1TB. Tidak ada opsi 32GB atau 24GB, yang cukup mengejutkan untuk laptop premium seharga Rp33 juta.
Desainnya tipis — cuma 12.3mm — dengan bobot 1.55kg. Tersedia dalam warna “Gray Blue” yang terkesan profesional. Port-nya juga lengkap: 2x USB 4.0, 1x USB-A, 1x HDMI 2.1, microSD slot, dan jack headphone 3.5mm. Ada juga fingerprint reader dan webcam 1080p. Konektivitasnya sudah Wi-Fi 7 tri-band dan Bluetooth 5.4.
Snapdragon X2 Elite: Performa yang Menjanjikan
Ini bagian yang paling menarik. Snapdragon X2 Elite generasi kedua menunjukkan peningkatan signifikan dibanding generasi pertama. Berdasarkan benchmark dari Notebookcheck dan Hardware Canucks, chip ini mencetak skor Geekbench single-core sekitar 3.300-3.500 dan multi-core di angka 18.000-19.000. Itu artinya performanya selevel Apple M4 di single-core dan sedikit di atasnya di multi-core.
NPU-nya yang berkapasitas 80 TOPS (INT8) bikin laptop ini masuk kategori “Copilot+ PC” — bisa menjalankan fitur AI Windows 11 secara lokal tanpa perlu koneksi internet. Fitur seperti Recall, Live Captions, dan Cocreator di Paint bisa berjalan smooth di perangkat ini.
Untuk gaming, peningkatannya juga lumayan drastis. Di Cyberpunk 2077, Snapdragon X2 Elite mengalami peningkatan +81% FPS dibanding generasi pertama. Di Baldur’s Gate 3 naik +83%. Tapi perlu diingat, performa gaming di laptop ARM Windows masih di bawah chip x86 dari Intel dan AMD untuk judul-judul berat. Ini lebih cocok untuk produktivitas dan kreator konten daripada gaming hardcore.
Baterai 22 Jam: Daya Tahan yang Menggoda
Samsung mengklaim Galaxy Book 6 Edge bisa bertahan hingga 22 jam untuk penggunaan normal. Angka ini terdengar ambisius, tapi mengingat efisiensi chip ARM yang memang irit daya, angka 18-20 jam di penggunaan realistis sangat mungkin dicapai. Bandingkan dengan laptop Intel rata-rata yang cuma sanggup 8-12 jam.
Baterainya berkapasitas 61.8Wh — bukan yang terbesar di kelasnya, tapi efisiensi Snapdragon X2 Elite yang bikin daya tahan jadi panjang. Buat kamu yang sering kerja di kafe atau sering perjalanan, ini nilai jual yang sangat kuat.
Baca juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 Resmi Lolos TKDN: Tiga Model Sekaligus Hadir di Indonesia
Harga $2.100: Terlalu Mahal?
Ini dia bagian yang bikin banyak orang garuk kepala. Galaxy Book 6 Edge dijual $2.099.99 atau sekitar Rp33 juta. Bandingkan dengan Galaxy Book 4 Edge generasi pertama yang cuma $1.349 di 2024. Kenaikannya hampir 56%!
Yang bikin lebih nyesek, RAM-nya cuma 16GB. Di harga segitu, pesaingnya sudah dapat 32GB. Lenovo Yoga Slim 7x dengan chipset Snapdragon X2 Elite yang sama, layar AMOLED 14 inci, dan RAM 32GB dijual $1.899 — lebih murah $200. MacBook Pro 16-inch dari Apple dijual $2.699 tapi dengan RAM 24GB.
Samsung sepertinya bermain di segment premium yang benar-benar premium. Mereka yakin kombinasi ekosistem Galaxy — Storage Share, Multi Control, Second Screen — plus layar AMOLED 16 inci yang besar cukup untuk membenarkan harga tersebut. Tapi untuk konsumen biasa, ini pilihan yang sulit dipertimbangkan.
Baca juga: Xbox PHK Massal 2026: Microsoft Pangkas Ratusan Karyawan Divisi Gaming
Ekosistem Galaxy yang Terintegrasi
Salah satu keunggulan Samsung Galaxy Book 6 Edge adalah integrasi dengan perangkat Galaxy lainnya. Fitur Storage Share memungkinkan akses langsung ke foto dan file di perangkat Galaxy lain. Multi Control bikin kamu bisa copy-paste dan drag-and-drop antar perangkat Galaxy. Second Screen bisa menjadikan Galaxy Tab sebagai layar kedua.
Buat pengguna Samsung yang sudah punya Galaxy S series atau Galaxy Tab, ekosistem ini memang menarik. Tapi kalau kamu bukan pengguna Samsung, fitur-fitur ini tentu tidak terlalu relevan.
Kesimpulan: Siapa yang Cocok Beli?
Samsung Galaxy Book 6 Edge adalah laptop yang solid dari sisi performa dan efisiensi. Snapdragon X2 Elite benar-benar menutup gap dengan Apple M4, baterai 22 jam sangat menggoda, dan layar AMOLED 16 inci-nya indah. Tapi harga $2.100 dengan RAM 16GB sulit dibenarkan saat pesaing menawarkan lebih banyak di harga lebih rendah.
Laptop ini cocok untuk pengguna Samsung yang sudah terikat di ekosistem Galaxy dan butuh laptop premium dengan daya tahan baterai luar biasa. Tapi kalau kamu mencari value for money, Lenovo Yoga Slim 7x atau bahkan MacBook Pro 14-inch bisa jadi alternatif yang lebih masuk akal.
Yang jelas, Snapdragon X2 Elite membuktikan bahwa laptop ARM Windows sudah bukan main-main lagi. Persaingan dengan Intel dan Apple makin seru, dan konsumen yang diuntungkan.
Sumber
- 9to5Google — Samsung Galaxy Book 6 Edge launches with Snapdragon X2 Elite
- GSMArena — Samsung Galaxy Book6 Edge with Snapdragon X2 Elite chip leaks
- Notebookcheck — Snapdragon X2 Elite Extreme Analysis, Benchmarks & Efficiency
- iThinkDiff — Snapdragon X2 Elite Extreme beats M4 but trails M4 Max