Posted in

iQOO X: Ponsel Konsep dengan Baterai Solid-State 15.000 mAh dan Layar 240Hz

iQOO X ponsel konsep dengan baterai solid-state 15.000 mAh dipamerkan di acara peluncuran
iQOO X, ponsel konsep dengan baterai solid-state 15.000 mAh dan layar 240Hz, dipamerkan di acara peluncuran iQOO. Foto: ANTARA/Experience More (Weibo)

iQOO baru saja bikin heboh jagat gadget. Lewat acara internalnya, brand asal China ini memamerkan iQOO X, ponsel konsep yang spesifikasinya terasa seperti bocoran dari beberapa tahun ke depan. Bukan karena desainnya aneh, tapi karena komponennya memang belum ada di pasaran: baterai solid-state 15.000 mAh, layar 240Hz, dan chip Snapdragon 8 Elite Gen 10 Pro yang bahkan belum mendekati tahap rilis.

Wajar kalau banyak yang melongo. Di pasar smartphone sekarang, baterai 7.000 mAh saja sudah dianggap jumbo, apalagi 15.000 mAh. Lewat artikel ini saya coba bedah satu-satu apa saja yang bikin iQOO X menarik, plus analisis apakah ponsel konsep ini cuma gimmick atau sinyal arah industri ke depan.

Spesifikasi iQOO X: Baterai Solid-State 15.000 mAh

Bintang utama dari iQOO X jelas baterainya. iQOO menyebutnya Blue Ice Battery, baterai all-solid-state berkapasitas 15.000 mAh yang diklaim belum bisa ditemukan di ponsel mana pun yang beredar sekarang.

Teknologi solid-state sendiri memang jadi arah besar industri baterai. Dibanding lithium-ion biasa, baterai solid-state dianggap lebih padat, lebih aman dari risiko kebocoran dan panas, serta punya siklus hidup lebih panjang. Kapasitas sebesar 15.000 mAh di dalam bodi smartphone tentu butuh kepadatan energi yang jauh di atas rata-rata, dan lewat ponsel konsep ini iQOO ingin menunjukkan kalau mereka sudah bisa mengembangkan teknologi tersebut.

Baca juga: Snapdragon C: Chip Qualcomm untuk Laptop Rp4 Jutaan yang Bikin Intel Waspada

Chip Snapdragon 8 Elite Gen 10 Pro dan Chip Esports QX

Selain baterai, iQOO X ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 10 Pro. Ini bagian yang paling mencengangkan, karena Qualcomm sendiri saat ini baru dalam tahap menyiapkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro untuk flagship generasi berikutnya. Artinya, chip yang dipakai iQOO X ini masih beberapa generasi lagi dari produk yang benar-benar rilis.

iQOO juga menyematkan chip e-sports buatan sendiri bernama QX. Chip tambahan semacam ini sebenarnya sudah jadi ciri khas iQOO di lini ponsel gaming mereka, bertugas membantu mengelola frame rate, respons layar sentuh, dan stabilitas jaringan saat bermain game. Kombinasi Gen 10 Pro plus QX membuat ponsel konsep ini terlihat seperti mimpi para gamer, tapi memang masih jauh dari kenyataan.

Layar 240Hz dan Responsivitas Gila

Untuk layar, iQOO X memakai panel LTPO 6.0 berukuran 7 inci dengan resolusi 2K+ dan refresh rate 240Hz. Angka 240Hz itu jauh di atas standar ponsel gaming saat ini yang kebanyakan baru mentok di 120Hz hingga 144Hz. Belum lagi touch sampling rate 4800Hz yang bikin layarnya terasa sangat responsif.

Ada juga fitur AI dynamic partition refresh yang memungkinkan bagian layar yang berbeda disegarkan secara terpisah. Jadi area game bisa jalan di refresh rate tinggi, sementara bagian lain yang statis bisa dihemat dayanya. Sensor sidik jari ultrasonik setengah layar juga ikut disematkan, plus dukungan keamanan yang lebih fleksibel daripada sensor di satu titik saja.

Kamera 200MP dan Varian Warna

Urusan kamera, iQOO X tidak main-main. Ada sensor utama Sony 200MP, lensa telefoto periskop Samsung 200MP, dan sensor ultra-wide Samsung 50MP. Ini kombinasi yang bahkan lebih gila dari deretan flagship saat ini, dan mengikuti tren kamera 200MP yang mulai merambah banyak ponsel kelas atas sepanjang 2026.

Varian putih iQOO X dengan tema Star Gate White
Varian warna putih iQOO X yang ditampilkan di acara peluncuran (Foto: Gizmochina/ANTARA)

Uniknya, ponsel konsep ini tidak cuma digambar di atas kertas. iQOO menampilkan prototipe fisiknya dalam dua pilihan warna, hitam dan putih. Varian putihnya diberi nama Star Gate White dengan desain punggung bertekstur dan aksen biru di modul kameranya, sementara varian hitamnya tampil lebih stealth.

Baca juga: Samsung Isocell HPC: Sensor Kamera 200 MP dengan DeepPix Pertama di Industri

Harga iQOO X: Sampai Rp22 Jutaan

Biasanya perusahaan tidak mengumumkan harga untuk ponsel konsep karena produknya masih dalam tahap pengembangan. iQOO justru berbeda. Mereka menampilkan penawaran harga lengkap untuk iQOO X dengan empat konfigurasi:

  • 12GB/512GB: 6.999 Yuan atau sekitar Rp18,4 juta
  • 16GB/512GB: 7.399 Yuan atau sekitar Rp19,5 juta
  • 16GB/1TB: 7.799 Yuan atau sekitar Rp20,5 juta
  • 24GB/1TB: 8.599 Yuan atau sekitar Rp22,7 juta

Harga itu tentu hanya angka konsep, bukan patokan harga jual final. Tapi setidaknya ini memberi gambaran posisi iQOO X: jelas ditujukan ke segmen flagship premium, bukan sekadar pajangan imajinasi.

Analisis: Cuma Gimmick atau Arah Masa Depan?

Di mata saya, ponsel konsep seperti iQOO X itu fungsinya ganda. Pertama, sebagai showcase riset dan pengembangan, iQOO ingin menunjukkan kapabilitas mereka di bidang baterai solid-state, layar berkecepatan tinggi, dan desain. Kedua, sebagai penanda arah, teknologi yang dipamerkan hari ini biasanya akan menetes ke produk konsumen satu hingga dua tahun ke depan.

Hal yang paling realistis untuk ditunggu justru bukan iQOO X-nya, melainkan teknologi di dalamnya. Baterai solid-state memang sudah lama dirumorkan bakal dipakai merek besar seperti Samsung dan Xiaomi, dan kehadiran konsep dari iQOO memperkuat sinyal itu. Layar 240Hz juga bisa jadi standar baru ponsel gaming dalam beberapa generasi ke depan.

Jadi jawaban saya: ini lebih dari sekadar gimmick. Memang belum ada tanggal rilis dan chip-nya saja masih bertahun-tahun lagi, tapi iQOO X menunjukkan di mana arah kompetisi smartphone kelas atas bakal berlabuh. Buat kamu yang suka teknologi, ini salah satu bocoran paling seru di tahun 2026.

FAQ

Kapan iQOO X akan rilis?
Belum ada jadwal resmi. Karena chip Snapdragon 8 Elite Gen 10 Pro saja masih beberapa generasi lagi dari produk yang beredar, bisa jadi iQOO X baru benar-benar hadir beberapa tahun ke depan, atau bahkan tidak pernah dijual dalam bentuk persis seperti konsep ini.

Apakah iQOO X bakal dijual di Indonesia?
Belum ada informasi resmi. iQOO belum mengumumkan rencana membawa ponsel konsep ini ke pasar mana pun, termasuk Indonesia.

Kenapa baterai solid-state itu penting?
Baterai solid-state menggantikan elektrolit cair dengan material padat, sehingga lebih aman, lebih tahan panas, dan punya kepadatan energi lebih tinggi. Artinya kapasitasnya bisa lebih besar dengan ukuran fisik yang sama, atau bodi bisa dibuat lebih tipis dengan kapasitas yang sama.

Apakah layar 240Hz bakal jadi standar ponsel gaming?
Kemungkinan besar iya dalam beberapa tahun. Tren refresh rate terus naik dari 60Hz ke 120Hz ke 144Hz, dan konsep seperti iQOO X menunjukkan kalau 240Hz sudah bisa dijangkau secara teknis.

Sumber