Posted in

Anthropic Tuduh Alibaba, Moonshot, dan DeepSeek Sedot Claude 151 Juta Kali demi Latih AI China

Ilustrasi ikon aplikasi AI termasuk Claude dan DeepSeek di layar ponsel, terkait laporan Anthropic tuduh Alibaba soal distilasi ilegal
Ilustrasi AI di layar ponsel. Foto: Getty Images/alexsl (via detikInet)

Laporan ancaman terbaru Anthropic bikin jagat AI panas lagi. Perusahaan asal Amerika Serikat itu Anthropic tuduh Alibaba, Moonshot AI, dan DeepSeek menyedot output Claude secara diam-diam untuk melatih model mereka sendiri. Tudingan ini tertulis di laporan threat intelligence 154 halaman yang dirilis Kamis (10/9/2026), dan skalanya jauh lebih besar dibanding temuan mereka pada Februari lalu.

Yang dipersoalkan bukan pemakaian API biasa. Anthropic menyebut praktik ini sebagai “illicit distillation”, kampanye tertutup berskala industri untuk mengekstrak kemampuan sebuah model lalu menanamkannya ke model lain tanpa izin. Output dari model yang lebih pintar dipakai sebagai bahan latih model yang lebih murah, sehingga lab lain bisa mengejar kemampuan Claude tanpa mengeluarkan biaya riset dan komputasi sebesar aslinya.

Menurut laporan itu, cara kerjanya bertumpu pada kecurangan. Anthropic menyebut serangan distilasi biasanya dijalankan lewat jaringan akun palsu yang dibuat memakai kartu kredit curian, kredensial hasil curian, dan API key ilegal. Dari Desember 2025 sampai Agustus 2026, mereka mengklaim sudah mendeteksi dan memutus aktivitas tersebut di tujuh area sekaligus, mulai dari operasi siber, penyebaran pengaruh, pengawasan, penipuan, penyalahgunaan biologis, pengembangan senjata konvensional, sampai distilasi model.

Apa Itu Illicit Distillation yang Dipakai Alibaba?

Distilasi model sebenarnya teknik sah dan banyak dipakai di riset. Sebuah model kecil dilatih memakai keluaran model besar supaya bisa meniru gayanya. Masalahnya muncul ketika proses itu dilakukan tanpa izin, dalam skala raksasa, dan dengan akun hasil rekayasa.

“Kami mendefinisikan illicit distillation sebagai kampanye covert berskala industri untuk mengekstrak kemampuan sebuah model dan mereplikasinya ke model lain tanpa otorisasi,” tulis Anthropic di laporannya.

Ada satu hal yang jarang dibahas dan justru disebut Anthropic sebagai risiko utama. Pengaman atau safeguard yang tertanam di Claude tidak ikut berpindah saat kemampuan modelnya disalin ke sistem lain. Artinya, model hasil distilasi bisa mewarisi kecerdasan Claude tanpa membawa batasan etis dan keamanan yang menyertainya.

Anthropic Tuduh Alibaba: 151 Juta Interaksi dari 3.500 Akun Palsu

Dalam laporan itu, Anthropic tuduh Alibaba menjalankan kampanye distilasi terbesar yang pernah mereka ukur. Tercatat lebih dari 151 juta interaksi dengan Claude antara Mei dan Juli 2026. Aktivitas itu memuncak di angka hampir 3 juta interaksi per hari, berasal dari lebih dari 3.500 akun yang oleh Anthropic disebut akun palsu.

Output Claude itu, menurut laporan tersebut, dipakai membantu pengembangan keluarga model Qwen. Bukan cuma untuk meniru jawaban, tapi juga untuk riset AI yang lebih luas seperti reinforcement learning dan penelusuran arsitektur model.

Yang bikin angka ini mencolok adalah perbandingannya dengan temuan awal tahun. Pada Februari 2026, Anthropic hanya mengidentifikasi sekitar 16 juta pertukaran data lewat 24.000 akun independen, melibatkan DeepSeek, Moonshot, dan MiniMax. Dalam hitungan bulan, volumenya melonjak nyaris sepuluh kali lipat.

Anthropic mengaku bisa menghubungkan ribuan akun itu karena semuanya menembakkan prompt tetap yang sama, pola yang tidak wajar kalau pemakainya benar-benar manusia satu per satu.

Moonshot Menembak Nama Kimi, DeepSeek Ikut Menyusul

Moonshot AI memakai cara berbeda dan menurut saya ini bagian paling mengganggu dari laporan tersebut. Pengembang model Kimi itu diklaim meneruskan sebagian permintaan penggunanya ke Claude, lalu menampilkan jawaban Claude seolah-olah keluar dari model Kimi.

Dalam satu periode 10 hari, hampir 300.000 permintaan dialihkan ke Anthropic, mayoritas diarahkan ke model Claude Opus. Semuanya lewat jaringan 5.380 akun yang sebagian besar tampak berlokasi di Singapura dan Jepang. Sepanjang Mei sampai Juli, total interaksi yang dikaitkan ke Moonshot mencapai lebih dari 23 juta.

Anthropic menduga sebagian percakapan itu disimpan, dan transkrip penalaran Claude diekstrak untuk dijadikan data latih. DeepSeek disebut memakai taktik serupa alias mengalihkan permintaan pengguna ke Claude tanpa memberi tahu pelanggannya. Untuk DeepSeek, Anthropic mengamati lebih dari 12 juta serangan distilasi dalam 14 hari pada Juli 2026.

Gabungan angka Moonshot dan DeepSeek inilah yang oleh sejumlah media dihitung menjadi puluhan juta permintaan pengguna China yang diam-diam dibelokkan ke server Anthropic sepanjang musim panas.

Data Pengguna Ikut Terseret

Karena permintaan asli pengguna diteruskan apa adanya, data yang masuk ke Claude ikut terbawa. Anthropic menyebut sebagian pertukaran itu memuat informasi sensitif milik pengguna perorangan, perusahaan multinasional besar, hingga aktor yang berafiliasi dengan negara.

Dalam laporannya, mereka menyinggung satu pengguna yang kemungkinan berkaitan dengan Tentara Pembebasan Rakyat China. Pengguna itu diduga mengira sedang memakai Kimi untuk menganalisis rekaman CCTV seseorang di Chengdu, Sichuan. Mereka juga mengklaim sempat melihat data milik sejumlah perusahaan teknologi China yang tidak disebutkan namanya.

Anthropic menilai praktik itu berpotensi melanggar aturan privasi dan ketentuan layanan lab-lab bersangkutan, karena pengguna sama sekali tidak diberi tahu bahwa permintaan mereka dikirim ke perusahaan Amerika.

Baca juga: GPT-6 Astra Resmi Rilis: Model AI Terbaru OpenAI dan Klaim Masuk Era AGI

Bukan Cuma Distilasi: Peretas Rusia dan China

Bab lain laporan itu menunjukkan bagaimana AI sudah dipakai untuk pekerjaan yang dulu butuh banyak orang. Kelompok yang pola kerjanya mirip aktor Rusia Midnight Blizzard disebut memakai AI di hampir setiap tahap operasi phishing, pembajakan Wi-Fi hotel, hingga pengambilalihan akun WhatsApp, dengan sasaran pemerintah, militer, dan diplomat Ukraina.

Anthropic juga membahas kemunculan kategori pelaku baru. Ada operator yang membangun perangkat lunak senjata dan membantu pengadaan untuk program persenjataan di China, Rusia, dan Yaman. Pola yang mereka gambarkan sama: manusia masih memilih target dan memeriksa hasil, tapi bagian tengah pekerjaan, dari pengintaian sampai pengeluaran data, makin sering dijalankan sistem multi-agen.

Anthropic menyatakan sudah memutus semua aktivitas tersebut. Meski begitu, mereka belum menyebut ada langkah hukum yang ditempuh ke pengadilan.

Respons dan Konteks Kebijakan Amerika

Isu ini masuk ke medan yang lebih besar. Beberapa hari sebelum laporan terbit, tiga lembaga pemerintah Amerika Serikat termasuk NSA dan FBI menuding enam perusahaan AI China menjalankan kampanye industri untuk mencuri output model buatan perusahaan AS.

Pemerintah China menolak tuduhan itu. Dari sisi Washington, Menteri Keuangan Scott Bessent sebelumnya menyatakan Amerika punya kemampuan menjatuhkan sanksi kalau model luar negeri terbukti mencuri dari perusahaan Amerika.

Perlu dicatat, investigasi internal Anthropic ini belum dikonfirmasi pihak independen. Alibaba, Moonshot, DeepSeek, dan Xiaomi belum memberikan tanggapan resmi saat media massa meminta komentar, dan tidak ada satu pun perusahaan yang sudah terbukti secara hukum melakukan pencurian teknologi.

Baca juga: Google Pixel 11 Pro XL Ditinjau Media Global: Gemini Juara, Tapi RAM Turun Jadi 12 GB

Kenapa Ini Penting buat Pengguna AI di Indonesia

Bagi pengguna sehari-hari, kasus ini menjelaskan satu hal sederhana. Ketika kamu mengetik pertanyaan ke sebuah aplikasi AI, kamu tidak selalu tahu model mana yang sebenarnya menjawab. Bisa jadi yang merespons adalah model pihak lain, dan pertanyaanmu ikut tersimpan di sistem yang tidak kamu kenal.

Untuk pengguna di Indonesia, terutama yang memakai chatbot gratis untuk urusan kerja, data pelanggan, atau dokumen internal, ini pengingat yang cukup jelas. Cek dulu siapa penyedia model di balik aplikasi yang dipakai. Kalau aplikasinya tidak transparan soal model apa yang berjalan, sebaiknya jangan masukkan data yang sifatnya rahasia.

Dari sisi industri, insiden Anthropic tuduh Alibaba ini menegaskan bahwa persaingan model AI makin sering diselesaikan lewat jalur hukum, sanksi, dan perang klaim, bukan cuma lewat benchmark. Buat lab yang bangun model sendiri, biaya riset dari nol makin terasa mahal kalau ada pihak yang bisa menyalin kemampuan model frontier dengan biaya sepersekian.

Baca juga: Fenomena AI Cleanup: Freelancer Kebanjiran Job Bereskan Sampah AI

Apakah Claude Akan Berubah?

Setelah Anthropic tuduh Alibaba dan sejumlah lab China lain membobol batas layanan, perusahaan itu bilang mereka terus mengembangkan cara mendeteksi distilasi sekaligus menutup celah yang dipakai para pelaku. Model deteksi mereka kini bertumpu pada pola perilaku akun, bukan cuma verifikasi identitas. Ribuan akun palsu yang menembakkan prompt seragam jauh lebih mudah dikenali daripada percakapan manusia biasa.

Tapi permainan ini berjalan dua arah. Setiap kali satu celah ditutup, lab yang tidak berwenang mencari cara baru untuk melewatinya. Karena itu, apa yang mereka pelajari dari setiap kampanye distilasi akan langsung dipakai memperkuat pengaman Claude berikutnya.

Buat pengguna, hasil akhirnya mungkin terasa di hal-hal kecil, seperti verifikasi tambahan saat mendaftar atau pembatasan akses dari wilayah tertentu. Tidak nyaman, tapi begitulah harga yang dibayar ketika satu model jadi incaran banyak pihak sekaligus.

Sumber