Posted in

OpenAI Tunda IPO ke 2027, Altman: Keamanan AI Belum Siap

CEO OpenAI Sam Altman dalam wawancara Fortune soal OpenAI tunda IPO
Fortune Editor-in-Chief Alyson Shontell dan CEO OpenAI Sam Altman di kantor pusat OpenAI, San Francisco. (Foto: Fortune)

OpenAI tunda IPO ke 2027. Sam Altman bilang sekarang bukan waktu yang pas buat bawa perusahaannya melantai di bursa saham, dan alasannya bukan soal duit, tapi soal keamanan AI.

Kabar itu datang dari wawancara eksklusif Altman dengan Fortune yang terbit Sabtu (12/9) waktu Amerika Serikat. Reuters dan Bloomberg mengutip pernyataan yang sama: OpenAI tak akan go public tahun ini.

Buat perusahaan yang valuasinya disebut pernah menyentuh angka triliunan dolar, ini keputusan besar. Wall Street sudah lama menunggu aksi korporasi ini, dan penundaan tersebut otomatis mencuri perhatian pasar teknologi dunia.

Alasan Altman: Keamanan AI Belum Beres

Altman nggak mutar-mutar soal motivasinya. Dia bilang IPO di tengah gelombang kekhawatiran soal keamanan AI jadi langkah yang berisiko.

“Saya rasa, dengan semua yang sedang terjadi soal keamanan, sekarang jadi momen yang tidak bijaksana untuk go public, dan kami tidak merasa tertekan soal itu,” kata Altman kepada Fortune Editor-in-Chief Alyson Shontell.

Saat ditanya apakah 2026 dicoret dan digeser ke 2027, jawabannya jelas. “Bilang saja bukan 2026. Kami masih banyak yang harus dikerjakan, seperti memenuhi apa yang dibutuhkan untuk keamanan dan alignment, dan bagaimana industri serta pemerintah bisa bekerja sama.”

Dia menambahkan OpenAI akan melantai saat bisnisnya siap dan saat perusahaannya siap, termasuk soal bagaimana situasi masyarakat terhadap teknologi ini.

Baca juga: Anthropic Tuduh Alibaba, Moonshot, dan DeepSeek Sedot Claude 151 Juta Kali demi Latih AI China

OpenAI Tunda IPO Sampai 2027, Sinyalnya Sebenarnya Sudah Ada

Keputusan OpenAI tunda IPO ini sebenarnya bukan kejutan total. CFO OpenAI Sarah Friar bulan lalu sudah bilang ke karyawan bahwa perusahaan kemungkinan IPO pada 2027 atau lebih cepat kalau tren bisnisnya terus positif.

Juni lalu, New York Times melaporkan OpenAI sedang mempertimbangkan menunda IPO yang berpotensi menembus valuasi 1 triliun dolar AS. Jadi sinyal ke arah sana sudah muncul sejak beberapa bulan sebelumnya.

Konteks pasarnya juga menarik. Reuters mencatat saham SpaceX dalam proses IPO-nya sempat melemah setelah lonjakan yang mengangkat valuasi perusahaan Elon Musk itu ke 1,8 triliun dolar AS. Bursa sedang sensitif terhadap cerita-cerita teknologi besar.

Sementara itu, Anthropic yang jadi pesaing terdekat OpenAI juga sedang bersiap IPO, meski belum mengungkap kapan rencana debutnya. Artinya, pertarungan di bursa belum benar-benar dihindari oleh industri ini.

Amodei Serukan AI Direm, Altman dan Musk Ikut Dukung

Yang bikin cerita OpenAI tunda IPO ini lebih dari sekadar urusan jadwal: pernyataan Altman keluar di hari yang sama dengan esai CEO Anthropic, Dario Amodei.

Dalam esai itu, Amodei mendesak perusahaan-perusahaan AI memperlambat laju pengembangan model paling canggih mereka. Bukan berhenti, tapi mengatur tempo.

Dia mengusulkan tiga langkah. Pertama, Anthropic secara sepihak sudah berkomitmen memberikan akses level karyawan kepada evaluator pihak ketiga untuk memverifikasi praktik keselamatan dan pelaporan insiden. Kedua, perusahaan AI di negara demokratis diajak berkoordinasi dan membangun standar keamanan bersama. Ketiga, koordinasi antara pemerintah negara demokratis dan pemerintahan otoriter.

“Pengereman bukan berarti menghentikan pelatihan model atau kemajuan teknis, tapi memastikan perusahaan mengambil waktu yang cukup untuk menyelaraskan dan menjaga model mereka, dan agar evaluator pihak ketiga bisa mengonfirmasinya,” tulis Amodei seperti dikutip CNBC.

Yang bikin heboh, Altman dan Elon Musk cepat merespons dan mendukung. Kesepakatan antara tiga pesaing sengit itu tergolong pemandangan langka di industri AI.

Sinyal dari Dalam: Peneliti yang Memilih Mundur

Esai Amodei muncul tak lama setelah peneliti Anthropic Jacob Coxon mengumumkan pengunduran dirinya di media sosial. Coxon pernah bekerja sebagai peneliti di OpenAI.

Alasannya berat. Dia menyebut orang-orang yang mengembangkan AI percaya bahwa teknologi ini bisa membunuh seluruh umat manusia dalam 10 tahun ke depan.

Kekhawatiran semacam ini bukan barang baru. Pada 2023, sejumlah peneliti dan eksekutif AI, termasuk Amodei dan Altman, menandatangani pernyataan soal pengurangan risiko kepunahan akibat AI.

Amodei mengakui, gagasan memperlambat pengembangan AI sudah dipertimbangkan sejak 2023. Waktu itu, katanya, langkah tersebut belum masuk akal karena model-model AI belum cukup pintar.

Tekanan juga berdatangan dari arah lain. Di Washington, para pembuat undang-undang makin gencar menuntut aturan baru untuk AI, sementara di jalanan muncul aksi seperti gerakan yang menuntut teknologi ini diatur. Sebaliknya, Presiden AS Donald Trump justru menolak kekhawatiran soal AI dan tidak mau Amerika kalah dari China.

Baca juga: GPT-6 Astra Resmi Rilis: Model AI Terbaru OpenAI dan Klaim Masuk Era AGI

Artinya Apa buat Pengguna AI di Indonesia?

Kalau kamu cuma pakai ChatGPT, Claude, atau Gemini buat kerjaan sehari-hari, dampak langsungnya mungkin nggak terasa bulan ini. Tapi arahnya layak dicermati.

Pertama, selama OpenAI tunda IPO, keputusan soal model dan kebijakan keamanan tetap di tangan pemegang saham privat dan manajemen. Tekanan publik dari pasar modal, yang biasanya mendorong fitur rilis lebih agresif demi pertumbuhan pendapatan, jadi berkurang.

Kedua, wacana standar keamanan bersama bisa masuk ke lapisan produk. Kalau perusahaan AI sepakat soal verifikasi pihak ketiga, aturan main semacam itu biasanya merembet ke API dan layanan berbayar, termasuk yang dipakai aplikasi di Indonesia.

Ketiga, buat yang memantau saham dan produk investasi bertema AI, jadwal IPO OpenAI ini penting. Selama raksasa AI terbesar masih menunda, cerita pertumbuhan di sektor ini akan lebih banyak bergantung pada hasil bisnis ketimbang euforia bursa.

Yang Perlu Ditunggu Selanjutnya

Setelah OpenAI tunda IPO, ada beberapa hal yang bakal menentukan arah cerita ini dalam beberapa bulan ke depan.

  • Apakah Anthropic benar-benar melantai lebih dulu, dan seberapa besar minat investor terhadap saham perusahaan AI frontier.
  • Apakah desakan Amodei soal standar keamanan bersama benar-benar diikuti perusahaan lain, atau berhenti jadi esai yang ramai dibahas lalu dilupakan.
  • Bagaimana sikap Washington, yang saat ini bergerak di antara desakan aturan baru dan keinginan menjaga keunggulan AS dari China.
  • Apakah tempo rilis model AI ikut melambat. Altman bilang masih banyak pekerjaan soal keamanan dan alignment, jadi wajar kalau ekspektasi soal model besar berikutnya perlu sedikit ditahan.

Yang jelas, dua hal yang biasanya jadi ukuran sukses di Silicon Valley, pertumbuhan cepat dan ekspansi agresif, sedang dipertanyakan dari dalam sendiri. Bukan oleh regulator, tapi oleh orang-orang yang membangun teknologinya.

Sumber:

  • Reuters — OpenAI IPO will not happen in 2026 amid AI safety fears, Altman says
  • Fortune — Sam Altman confirms OpenAI won’t go public this year
  • Bloomberg — OpenAI’s Altman Says No IPO in 2026, Firm to Prioritize AI Safety
  • detikInet — AI Mulai Direm? Altman Tunda IPO OpenAI, Amodei Serukan Hati-hati
  • detikInet — Bos Anthropic Usulkan Pengembangan AI Direm
  • CNBC Indonesia — Peneliti Sebut AI Akan Bunuh Semua Manusia, Kok Bisa?